PUBLIKAINDONESIA.COM, MARTAPURA – Kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Kabupaten Banjar makin matang. Hal ini terungkap dalam audiensi antara Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar dengan Bupati Banjar di Mahligai Sultan Adam, Jumat (10/4/2026) pagi.


Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kemenhaj Banjar, Erfan Maulana, memaparkan kesiapan daerah dalam menyambut keberangkatan jemaah ke Tanah Suci.
Tahun ini, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Banjar mencapai 671 orang yang tersebar di seluruh kecamatan. Angka ini mengalami lonjakan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Seluruh tahapan persiapan terus kami matangkan, mulai dari administrasi, kesehatan, hingga kesiapan petugas kloter,” ujar Erfan.
Secara teknis, jemaah akan diberangkatkan dalam lima kelompok terbang (kloter) secara bertahap mulai akhir April hingga pertengahan Mei 2026.
Untuk mendukung kelancaran ibadah, sejumlah petugas telah disiapkan. Di antaranya M Halil sebagai Ketua Kloter dan Abdul Gani sebagai pembimbing ibadah.
Sementara itu, layanan kesehatan akan ditangani oleh tim medis yang terdiri dari dr Nia Indah Yuniarti sebagai dokter kloter, serta perawat Suriadi dan Masruroh. Dukungan tambahan juga datang dari Petugas Haji Daerah (PHD) yang akan memperkuat layanan kesehatan dan umum bagi jemaah.
Namun, tantangan tetap ada. Mayoritas jemaah berada pada rentang usia 41 hingga 70 tahun, sehingga membutuhkan perhatian khusus, terutama dari sisi kesehatan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kemenhaj Banjar telah menyiapkan berbagai strategi, seperti monitoring kesehatan mandiri, pendampingan bagi jemaah risiko tinggi, serta penguatan koordinasi antar petugas.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan, mayoritas jemaah dinyatakan memenuhi syarat istitha’ah. Sebanyak 205 orang dalam kondisi sehat, 457 orang memerlukan pendampingan, dan hanya satu orang yang belum memenuhi syarat kesehatan.
Di sisi administrasi, seluruh dokumen jemaah dipastikan lengkap. Pengumpulan paspor telah mencapai 100 persen, proses bio-visa rampung, dan status kepesertaan BPJS kesehatan seluruh jemaah dinyatakan aktif.
Menariknya, peningkatan kuota tahun ini cukup signifikan. Dari 462 jemaah pada 2025, kini melonjak menjadi 671 jemaah di 2026 atau naik sekitar 45 persen.
Sementara itu, jumlah pendaftar haji di Kabupaten Banjar mencapai 18.017 orang dengan masa tunggu rata-rata hingga 30 tahun.
Bupati Banjar, Saidi Mansyur, mengapresiasi kesiapan yang telah dilakukan jajaran Kemenhaj dan seluruh petugas.
Ia menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor agar penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar dan aman.
“Dengan jumlah jemaah yang meningkat, kita harus memastikan pelayanan semakin optimal. Saya berharap seluruh petugas bekerja dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” tegasnya.
Dengan berbagai persiapan yang telah dimatangkan, Kabupaten Banjar optimistis dapat memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji tahun ini.
#Haji2026 #JemaahHaji #KabupatenBanjar #SaidiMansyur #Kemenhaj #PelayananHaji #TanahSuci #BeritaKalsel #Kalsel #IbadahHaji #IndonesiaMelayani

