PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan semakin serius mematangkan pembangunan Bendungan Riam Kiwa, salah satu proyek strategis yang digadang-gadang akan membawa dampak besar bagi masyarakat.


Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, memastikan proses menuju pembangunan kini terus dipercepat, terutama pada tahapan krusial pembebasan lahan.
Hal tersebut disampaikan usai kegiatan Musrenbang 2026 yang digelar di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (7/4/2026).
Menurut Muhidin, pemerintah telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk menggelar rapat terakhir untuk memastikan kejelasan mekanisme pembebasan lahan, khususnya di kawasan kehutanan.
Namun, ada aturan penting yang perlu dipahami masyarakat. Tidak semua tanaman di lokasi proyek bisa mendapatkan ganti rugi.
“Pohon yang tumbuh alami di kawasan hutan, seperti kemiri atau mahoni, tidak bisa dihitung sebagai ganti rugi. Berbeda dengan tanaman yang memang ditanam oleh masyarakat,” jelasnya.
Artinya, hanya tanaman produktif hasil budidaya warga seperti karet yang berpeluang mendapatkan kompensasi. Pemerintah pun akan melakukan perhitungan secara detail untuk memastikan nilai ganti rugi yang adil.
Tak hanya soal lahan, kesiapan anggaran juga sudah dipastikan. Melalui Balai Wilayah Sungai, dana sekitar Rp150 miliar telah disiapkan khusus untuk mendukung proses pembebasan lahan.
“Kalau lahannya sudah selesai, kita bisa langsung masuk tahap pembangunan,” tegas Muhidin.
Kabar baik lainnya, desain bendungan juga telah tersedia. Artinya, begitu seluruh tahapan administrasi rampung, proses konstruksi bisa segera dimulai tanpa hambatan berarti.
Pembangunan Bendungan Riam Kiwa sendiri diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi berbagai persoalan daerah. Mulai dari pengendalian banjir, penyediaan sumber air, hingga mendukung sektor pertanian di Kalimantan Selatan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat, proyek ini diyakini akan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
#RiamKiwa #BendunganKalsel #Muhidin #ProyekStrategis #Infrastruktur #BeritaKalsel #Banjarbaru #KetahananAir #PengendalianBanjir #Pertanian #PembangunanDaerah

