PUBLIKAINDONESIA.COM, KANDANGAN – Potensi wisata alam di kawasan Loksado kembali jadi perhatian serius pemerintah. Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan turun langsung melakukan monitoring di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, guna memastikan pengelolaan destinasi berjalan optimal.


Kegiatan ini dipimpin oleh Iwan Fitriady yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Gusti Muhammad Yosalvina Yovanie.
Tim menyasar sejumlah objek wisata unggulan yang selama ini menjadi magnet wisatawan, seperti Pemandian Air Panas Tanuhi, Air Terjun Kilat Api, serta Air Terjun Riam Bajandik.
Ketiga destinasi ini bukan sembarang tempat wisata. Mereka merupakan bagian dari geosite di kawasan Geopark Meratus yang tengah diusulkan sebagai UNESCO Global Geopark.
“Selain melakukan pemantauan, kami juga berkoordinasi terkait rencana pembangunan totem di kawasan Loksado, termasuk memastikan status lahan yang akan digunakan,” ujar Yosalvina, Rabu (8/4/2026).
Koordinasi tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, desa setempat, hingga Kantor Pertanahan Kabupaten Hulu Sungai Selatan dari Kementerian ATR/BPN. Hal ini penting untuk memastikan setiap rencana pembangunan berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Langkah monitoring ini menjadi bagian dari strategi besar untuk mendorong Loksado sebagai destinasi wisata unggulan yang tak hanya indah, tetapi juga berdaya saing tinggi dan berkelanjutan.
Dengan potensi alam yang luar biasa, mulai dari air terjun hingga pemandian air panas, kawasan Loksado diyakini mampu menjadi magnet wisata tidak hanya bagi wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara.
Pemerintah pun optimistis, dengan pengelolaan yang tepat dan sinergi berbagai pihak, Loksado akan semakin bersinar sebagai ikon pariwisata Kalimantan Selatan.
#Loksado #WisataKalsel #GeoparkMeratus #PariwisataIndonesia #HuluSungaiSelatan #ExploreKalsel #PesonaIndonesia #WisataAlam #AirTerjun #PemandianAirPanas #TravelIndonesia

