PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Dugaan praktik ilegal di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) wilayah Kalimantan Selatan kembali mencuat ke permukaan. Bandar narkoba disebut-sebut bisa “membeli” kamar lapas, dengan tarif yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.


Isu ini diungkap oleh Watch Relation of Corruption (WRC) Koordinator Wilayah Kalimantan Selatan, yang mengklaim telah mengantongi bukti rekaman terkait praktik jual beli kamar, peredaran handphone ilegal, hingga dugaan peredaran narkotika di dalam lapas.
Temuan tersebut disampaikan langsung Dewan Pengawas WRC Korwil Kalsel, Habib Muchdar Assegaf, usai melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Dirjenpas) Kalimantan Selatan, Mulyadi.
Audiensi berlangsung pada Kamis, 5 Februari 2026, dan membahas berbagai dugaan pelanggaran yang dinilai mencederai sistem pemasyarakatan.
“Kami menerima dan mengantongi sejumlah bukti, termasuk rekaman, yang mengindikasikan adanya praktik jual beli kamar, peredaran handphone, hingga narkotika di dalam lapas. Bahkan tarif perpindahan kamar narapidana disebut mencapai puluhan juta rupiah,” ungkap Habib Muchdar Assegaf.
Menurut WRC, praktik tersebut diduga melibatkan narapidana tertentu, termasuk yang terseret kasus narkotika, sehingga memunculkan istilah “kamar eksklusif” di dalam lapas. Kondisi ini dinilai berpotensi menciptakan ketimpangan perlakuan antar warga binaan serta membuka celah kejahatan baru.
WRC mendorong Kanwil Dirjenpas Kalsel untuk segera melakukan penelusuran internal secara menyeluruh, termasuk penindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran oleh oknum petugas lapas.
Di sisi lain, WRC menyatakan siap menyerahkan bukti tambahan kepada pihak berwenang apabila diperlukan, guna memastikan proses penegakan hukum berjalan transparan dan akuntabel.
Kasus ini menambah panjang daftar sorotan publik terhadap pengelolaan lembaga pemasyarakatan, khususnya terkait integritas, pengawasan internal, dan komitmen pemberantasan peredaran narkotika dari balik jeruji besi.
#LapasKalsel #JualBeliKamarLapas #NarkobaDiLapas #WRC #Dirjenpas #KasusNarkoba #BeritaKalsel #HukumIndonesia #Banjarmasin

