PUBLIKAINDONESIA.COM, BANDUNG BARAT – Upaya pencarian dan evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus digenjot.


Tim SAR gabungan mengerahkan lima unit excavator serta anjing pelacak (K9) guna mempercepat proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun material longsor, Senin (26/1/2026).
Sejak hari pertama operasi SAR, tiga unit excavator telah diterjunkan di lokasi kejadian. Untuk mempercepat penanganan, dua unit excavator tambahan kembali didatangkan sehingga total lima excavator berukuran sedang kini aktif beroperasi di area longsor.
Pemilihan excavator berukuran sedang dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi material longsor yang masih labil dan cenderung lunak. Alat berat jenis ini dinilai lebih aman dan efektif untuk menjangkau titik-titik pencarian tanpa mengabaikan keselamatan personel SAR di lapangan.
Tak hanya mengandalkan alat berat, upaya pencarian juga diperkuat dengan dukungan anjing pelacak (K9). Sebanyak enam ekor K9 dari Detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korps Sabhara Baharkam Polri diterjunkan untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan longsor.
Kombinasi penggunaan alat berat, personel SAR gabungan, serta anjing pelacak ini diharapkan mampu mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban secara maksimal. Tim SAR terus bekerja dengan mengedepankan kehati-hatian, mengingat kondisi medan yang masih berisiko.
Operasi SAR akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan, dengan koordinasi lintas instansi guna memastikan proses penanganan berjalan aman, cepat, dan efektif.
#LongsorBandungBarat #SARGabungan #OperasiSAR #BencanaLongsor #Cisarua #Pasirlangu #ExcavatorSAR #K9Polri #BeritaJawaBarat #EvakuasiKorban #BreakingNews
