Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Kasus Tiket Pesparawi Kepri, Polisi Tetapkan Dua Tersangka, Uang Diduga Dipakai Bayar Utang

    11/07/2026

    Menahan Napas di Tengah Inflasi: Mengapa Kelas Menengah Kita Paling Rentan Frustrasi Sosial?

    10/07/2026

    Usai Rumahnya Digeledah, Jampidsus Febrie Buka Suara : Uang dan Emas yang Disita Punya Pemilik dan Bisa Dipertanggungjawabkan

    10/07/2026

    DPRD Balangan Soroti Sistem Zonasi hingga Kekurangan Guru Pendamping, Pendidikan Jadi Perhatian Serius

    10/07/2026

    Comeback Dramatis! Garuda Doz’23 Taklukkan GMB FC dan Angkat Trofi HN Cup 2026

    10/07/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Sport Tourism di Banjarbaru Makin Hidup, Aeris Boxing Buka Arena untuk Lahirkan Petinju Hebat

      05/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Donor Darah Berbonus Beras, Pakar Perlindungan Konsumen Ingatkan Potensi Celah Tata Kelola

      27/06/2026

      Senyum Ceria Anak Panti Jadi Bukti Kepedulian RSGM Gusti Hasan Aman

      30/04/2026

      Belum Maksimal? Ini Strategi RSGM Gusti Hasan Aman Tingkatkan Pelayanan

      07/04/2026

      Es Krim Paracetamol Bikin Geger, Ternyata Cuma Hoaks

      02/04/2026

      Mulai Besok B50 Resmi Berlaku, Ini Catatan Penting LPKSM untuk Pengguna Kendaraan Diesel

      30/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Harga Minyak Goreng Naik Lagi! Ternyata Bukan Karena Langka

      23/04/2026

      Melawan Dominasi Matic! Supra X 125 Cross, Tangguh dan Bandel

      15/04/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » KADO KECIL UNTUK HARJAD 75 KOTABARU DARI SEORANG ANAK DI PULAU LAUT

    KADO KECIL UNTUK HARJAD 75 KOTABARU DARI SEORANG ANAK DI PULAU LAUT

    Tim PublikaTim Publika01/06/2025
    Muhammad Yusva Ramadhan saat pertukaran pelajar di jepang /publikaindonesia.com

    Opini Kecil

    Muhammad Yusva Ramadhan *) 

    Saya lahir di Pulau Kecil (Pulau Laut) yang berada di sebelah tenggara pulau terbesar ke tiga di dunia (Kalimantan).

    Di pulau inilah kabupaten Kotabaru ber ibukota. Hingga ulang tahun Kotabaru ke 75 tahun ini (1Juni 2025), itu berarti usia saya sudah sekitar 6.087 hari.

    Untuk Pulau Laut panggilan akrab saya adalah ‘Sweet Little Island’.

    ” Kamu masih pakai Kartu Pink, belum Kartu Biru ” begitulah ayah dan bunda berseloroh bila menasehati saya.

    Ya, saya memang masih pakai Kartu Identitas Anak, belum pakai Kartu Tanda Penduduk. Artinya belum berhak ikut pemilihan umum, orang tua harus tanda tangan dalam pengurusan paspor, belum boleh dapat SIM, belum boleh nonton untuk film yang 17 tahun ke atas, dan seterusnya serta sebagainya.

    Pagi hari di Sweet Little Island, dari lantai tiga pada suatu rumah yang dibangun Ayah dengan segala perjuangannya, sejak saya umur tiga tahun. 

    Itu pun hingga saya lulus wajib belajar sembilan tahun belum juga rampung.

    Dari empat arah mata angin di lantai tiga itu , saya melihat lembah, gunung gemunung, selat dan laut di siang hari.

    Bila malam terlihat kerlap kerlip lampu di belai sepoi sepoi angin tropis dari laut dan lembah gunung.

    Fantastis Kabupaten ini, punya wilayah di pulau besar, dan pulau sedang serta pulau pulau kecil, juga garis pantai terluas di Kalimantan Selatan.

    Kabupaten berlambang Ikan Todak ini mempunyai luas kurang lebih seperempat Kalimantan Selatan ; ( Kotabaru 9.442,46 km² : Kalsel 38.744,23 km² )

    Bicara sumber daya alam, jangan tanya.

    Sumber Daya Alam kabupaten Kotabaru. Banyak orang tahu, SDA nya kaya.

    ” Tetapi bagaimana pengelolaannya ? ”

    ” Nah, tolong jangan tanya saya, kan masih anak anak alias pakai kartu pink “.

    Tapi saya harus belajar dan belajar ‘positif thinking’, tidak boleh menduga hal yang negatif yang tidak tahu dan bukan urusannya serta belum kapasitasnya.

    Saya saat ini harus banyak dan banyak belajar !

    Lagi lagi saya teringat ayah bila memelototi saya, ” Jadi orang itu harus positif thinking, jangan menduga yang negatif, kalau mau banyak teman dan disukai orang “.

    Kalau dibanding usia tentunya saya belum sanggup menasehati Kotabaru, karena usia saya dengan Kotabaru bagaikan seorang cucu dengan seorang kakek.

    Pikiran anak anak saya pernah juga menerawang, kabupaten tempat saya lahir ini memang kaya.

    Tetapi kho begini begini saja derap pembangunannya.

    Apakah problema kendala geografis nya ya, atau bagaimana ?

    Entahlah, pikiran saya belum sampai ke sana. Lagi lagi saya harus banyak menimba ilmu.

    Saya pernah utak atik pengetahuan dan tanya pada mbah Google.

    Kabupaten Kotabaru itu kaya dengan besaran ekonomi no 2 dari 13 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan.

    Tetapi kenapa ya, data Indeks Pembangunan Manusia Kotabaru di posisi 11 dari 13 Kabupaten di Kalimantan Selatan.

    Barangkali itu yang ingin saya tanyakan pada Kotabaru di ultah ke 75 pada tahun 2025.

    Mengapa dengan ekonomi nomer 2 dari 13 kabupaten / kota, tetapi Indeks Pembangunan Manusia nya nomor 11 dari 13 kabupaten / kota ?

    Saya bersedih sebagai seorang anak yang lahir di Pulau Laut, kabupaten Kotabaru.

    Tapi apapun itu, sudah sewajarnya dan seharusnya, ulun **) wajib belajar.

    ‘ TUNTUTLAH ILMU DARI BUAIAN SAMPAI KE LIANG LAHAT ”

    Saya jadi teringat sewaktu kumandang lagu Bagimu Negeri dan lagu Paris Barantai bergema di Nagoya Jepang, keharuan dan titik airmata menetes akan kerinduan untuk pulang ke Pulau Laut, Kotabaru Kalimantan Selatan, INDONESIA.—

    *). Muhammad Yusva Ramadhan, akrab disapa Yusva, adalah Pemenang Lomba Karya Tulis Ke Lalu Lintasan di Kabupaten Kotabaru 2025, Duta Anak Saijaan Kabupaten Kotabaru 2024, Student Exchange Indonesian -Japan 2024, Anggota Termuda RTIK Kalsel, Sekretaris OSIS SMAN 2 Kotabaru, terkadang senang menulis.-

    **) Ulun (Bahasa Banjar) = Saya

    ___________________________

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Menahan Napas di Tengah Inflasi: Mengapa Kelas Menengah Kita Paling Rentan Frustrasi Sosial?

    10/07/2026

    DPRD Balangan Soroti Sistem Zonasi hingga Kekurangan Guru Pendamping, Pendidikan Jadi Perhatian Serius

    10/07/2026

    Comeback Dramatis! Garuda Doz’23 Taklukkan GMB FC dan Angkat Trofi HN Cup 2026

    10/07/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kasus Tiket Pesparawi Kepri, Polisi Tetapkan Dua Tersangka, Uang Diduga Dipakai Bayar Utang

    11/07/2026

    Menahan Napas di Tengah Inflasi: Mengapa Kelas Menengah Kita Paling Rentan Frustrasi Sosial?

    10/07/2026

    Usai Rumahnya Digeledah, Jampidsus Febrie Buka Suara : Uang dan Emas yang Disita Punya Pemilik dan Bisa Dipertanggungjawabkan

    10/07/2026

    DPRD Balangan Soroti Sistem Zonasi hingga Kekurangan Guru Pendamping, Pendidikan Jadi Perhatian Serius

    10/07/2026
    Berita Pilihan
    Hukum

    Kasus Tiket Pesparawi Kepri, Polisi Tetapkan Dua Tersangka, Uang Diduga Dipakai Bayar Utang

    11/07/2026 Hukum

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BATAM – Penanganan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana tiket keberangkatan kontingen Paduan Suara…

    Menahan Napas di Tengah Inflasi: Mengapa Kelas Menengah Kita Paling Rentan Frustrasi Sosial?

    10/07/2026

    Usai Rumahnya Digeledah, Jampidsus Febrie Buka Suara : Uang dan Emas yang Disita Punya Pemilik dan Bisa Dipertanggungjawabkan

    10/07/2026

    DPRD Balangan Soroti Sistem Zonasi hingga Kekurangan Guru Pendamping, Pendidikan Jadi Perhatian Serius

    10/07/2026

    Recent Posts

    • Kasus Tiket Pesparawi Kepri, Polisi Tetapkan Dua Tersangka, Uang Diduga Dipakai Bayar Utang
    • Menahan Napas di Tengah Inflasi: Mengapa Kelas Menengah Kita Paling Rentan Frustrasi Sosial?
    • Usai Rumahnya Digeledah, Jampidsus Febrie Buka Suara : Uang dan Emas yang Disita Punya Pemilik dan Bisa Dipertanggungjawabkan
    • DPRD Balangan Soroti Sistem Zonasi hingga Kekurangan Guru Pendamping, Pendidikan Jadi Perhatian Serius
    • Comeback Dramatis! Garuda Doz’23 Taklukkan GMB FC dan Angkat Trofi HN Cup 2026

    Recent Comments

    1. Stephengrent mengenai 73 Peserta Ikuti Audisi Nanang Galuh Banjar Bernuansa Islami 2025
    2. Sheilaspody mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    3. EarnestHeS mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    4. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    5. RandomNameAgers mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    Juli 2026
    SSRKJSM
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031 
    « Jun    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.