PUBLIKAINDONESIA.COM, PARINGIN – Di balik rimbunnya hutan tropis dan gagahnya bentang Pegunungan Meratus, tersembunyi sebuah panorama alam yang pelan tapi pasti kembali mencuri perhatian. Namanya Air Terjun Tayak, destinasi yang berada di Desa Uren, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan.


Airnya jatuh melebar menyerupai tirai putih raksasa, menyapu tebing batu yang eksotis sebelum akhirnya mengalir tenang di bawahnya. Perpaduan air, batu, dan hijaunya hutan menghadirkan lanskap yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menghadirkan rasa damai yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Udara di kawasan ini masih bersih dan segar. Suara gemericik air yang jatuh dari ketinggian seolah menjadi terapi alami bagi siapa saja yang datang. Tak heran jika banyak pengunjung menyebut Tayak sebagai tempat “healing” versi alam Kalimantan Selatan.
Beberapa tahun terakhir, pengelolaan Air Terjun Tayak sempat menghadapi tantangan. Namun kini, geliat kebangkitan mulai terasa.
Kepala Bidang Pengembangan Daya Tarik Destinasi Wisata Kabupaten Balangan, M. Sigit Kondang Wibowo, menyebut pengelolaan destinasi ini menunjukkan perkembangan positif setelah adanya pembaruan kepengurusan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
“Sekarang dengan adanya pengurus yang baru, mereka lebih aktif berkoordinasi dengan kami dan pengelolaannya semakin profesional,” ujarnya.
Perubahan itu bukan sekadar administrasi. Aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung kini lebih diperhatikan. Penataan lokasi juga semakin rapi, membuat wisatawan merasa lebih aman saat menikmati keindahan alam.
“Sekarang aspek keamanan lebih dijaga dan manajemen di lokasi sudah lebih tertata. Itu yang membuat kunjungan mulai meningkat,” tambahnya.
Pemerintah daerah tak tinggal diam. Dukungan diberikan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola. Para pengurus Pokdarwis rutin diikutsertakan dalam bimbingan teknis dan sosialisasi, termasuk kegiatan di Banjarmasin tahun lalu.
Langkah ini menjadi fondasi penting agar pengelolaan wisata tak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga profesionalisme layanan.
Tempat “Kabur” dari Penat
Bagi wisatawan, Tayak bukan sekadar destinasi, melainkan ruang untuk bernapas lebih lega.
Muna, salah seorang pengunjung asal Balangan, mengaku terkesan dengan suasana yang masih alami.
“Tempatnya masih sangat alami, airnya jernih dan udaranya sejuk. Cocok sekali untuk melepas penat dan menikmati ketenangan alam,” ujarnya.
Selain menjadi tempat relaksasi, Air Terjun Tayak juga surga bagi pecinta fotografi. Tebing batu yang kokoh dengan latar hutan hijau menciptakan komposisi visual yang dramatis dan ikonik. Jalur menuju lokasi pun menghadirkan sensasi petualangan ringan yang menambah pengalaman sebelum tiba di titik utama air terjun.
Air Terjun Tayak diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar, khususnya di Kecamatan Halong. Kehadiran wisatawan membuka peluang usaha, mulai dari jasa parkir, kuliner, hingga produk lokal.
Namun, di atas segalanya, kelestarian alam tetap menjadi prioritas. Pemerintah daerah dan warga setempat terus berupaya menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan agar pesona Tayak tetap terjaga dalam jangka panjang.
Di kaki Meratus, tirai putih itu terus mengalir. Dan bersama alirannya, harapan baru untuk pariwisata Balangan ikut tumbuh.
#AirTerjunTayak #WisataBalangan #Halong #PegununganMeratus #ExploreKalsel #PariwisataKalimantanSelatan #HiddenGemIndonesia #HealingDiAlam
