Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Semarak Harjad HSU ke-74, Ratusan Peserta Serbu Lomba Mancing, Pejabat Ikut Adu Strike

    25/05/2026

    Anak Yatim di Balangan Kini Bisa Sekolah Gratis hingga Perguruan Tinggi

    25/05/2026

    Kejati Sulsel Hentikan Penuntutan Kasus KDRT Anggota Polri, Ini Alasannya

    25/05/2026

    Kotabaru Bidik Jadi Sentra Pangan Kalsel, Panen Raya Jadi Langkah Awal

    25/05/2026

    Wacana Idul Adha, Menag : Daripada repot potong kambing sendiri, lebih baik dikelola Negara

    25/05/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Pantai Pagatan Pecah! Slank & Siti Badriah Buka Mappanre Ritasi’e

      17/04/2026

      Senyum Ceria Anak Panti Jadi Bukti Kepedulian RSGM Gusti Hasan Aman

      30/04/2026

      Belum Maksimal? Ini Strategi RSGM Gusti Hasan Aman Tingkatkan Pelayanan

      07/04/2026

      Es Krim Paracetamol Bikin Geger, Ternyata Cuma Hoaks

      02/04/2026

      Kabar Baik! Klinik Vaksin Internasional Pertama Hadir di Puruk Cahu

      20/02/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Harga Minyak Goreng Naik Lagi! Ternyata Bukan Karena Langka

      23/04/2026

      Melawan Dominasi Matic! Supra X 125 Cross, Tangguh dan Bandel

      15/04/2026

      Ngeri! RKAB Ditolak Dua Kali, Tambang Langsung Disuruh Stop, Aturan Baru Bikin Perusahaan Ketar-Ketir

      15/04/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Sahroni Usul Skema Tahanan Rumah KPK Harus Bayar Kompensasi ke Negara

    Sahroni Usul Skema Tahanan Rumah KPK Harus Bayar Kompensasi ke Negara

    Tim PublikaTim Publika25/03/2026

    PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Kebijakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengalihkan status penahanan tersangka korupsi Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah menuai sorotan tajam dari parlemen.

    Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, secara terbuka mengkritik langkah tersebut. Ia menilai kebijakan ini berpotensi menimbulkan polemik karena belum memiliki standar yang jelas dan transparan.

    Menurut Sahroni, pengalihan status penahanan dari rutan ke tahanan rumah bukanlah keputusan yang ideal, terlebih dalam kasus korupsi.

    Ia menyoroti ketiadaan parameter baku yang bisa dijadikan acuan dalam menentukan siapa yang layak mendapatkan keringanan tersebut.

    “Saya pribadi tidak setuju KPK bisa memberikan status tahanan rumah. Sekarang yang jadi pertanyaan, apa standar yang dipakai untuk menilai kelayakannya?” ujarnya.

    Politisi dari Partai NasDem itu khawatir, tanpa aturan yang jelas, keputusan KPK bisa terkesan subjektif.

    “Saya khawatir karena tidak ada standar, akhirnya keputusan dibuat berdasarkan like and dislike saja. Ini tentu tidak bisa dibenarkan, apalagi untuk kasus korupsi,” tegasnya.

    Di tengah kritik tersebut, Sahroni juga menawarkan solusi. Ia mengusulkan agar Indonesia mengadopsi mekanisme seperti di beberapa negara maju, yakni mewajibkan tersangka yang mendapatkan status tahanan rumah untuk membayar kompensasi kepada negara.

    Menurutnya, langkah ini bisa menjadi bentuk pertanggungjawaban sekaligus menjaga rasa keadilan publik.

    “Kalau memang KPK sudah membuka opsi tahanan rumah, sebaiknya dibuat aturan seperti di negara maju. Mereka yang mengajukan harus membayar kompensasi dalam jumlah besar ke negara,” jelasnya.

    Sahroni menegaskan pentingnya KPK segera merumuskan standar yang jelas dan terukur terkait kebijakan tersebut.

    Selain itu, ia juga menekankan agar setiap bentuk kompensasi yang dibayarkan tersangka masuk secara resmi ke kas negara.

    “Harus ada mekanisme yang jelas dan transparan, serta dipastikan uangnya masuk ke negara. Dengan begitu, negara tidak dirugikan,” pungkasnya.

    Kebijakan pengalihan status tahanan ini pun kini menjadi perhatian publik, terutama terkait konsistensi penegakan hukum dalam kasus korupsi.

    Di tengah tuntutan transparansi dan keadilan, langkah KPK diharapkan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga antirasuah tetap terjaga.

     

    #KPK #AhmadSahroni #Korupsi #TahananRumah #BeritaNasional #HukumIndonesia #Transparansi #YaqutCholilQoumas #PolitikIndonesia #AntiKorupsi

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Semarak Harjad HSU ke-74, Ratusan Peserta Serbu Lomba Mancing, Pejabat Ikut Adu Strike

    25/05/2026

    Anak Yatim di Balangan Kini Bisa Sekolah Gratis hingga Perguruan Tinggi

    25/05/2026

    Kejati Sulsel Hentikan Penuntutan Kasus KDRT Anggota Polri, Ini Alasannya

    25/05/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Semarak Harjad HSU ke-74, Ratusan Peserta Serbu Lomba Mancing, Pejabat Ikut Adu Strike

    25/05/2026

    Anak Yatim di Balangan Kini Bisa Sekolah Gratis hingga Perguruan Tinggi

    25/05/2026

    Kejati Sulsel Hentikan Penuntutan Kasus KDRT Anggota Polri, Ini Alasannya

    25/05/2026

    Kotabaru Bidik Jadi Sentra Pangan Kalsel, Panen Raya Jadi Langkah Awal

    25/05/2026
    Berita Pilihan
    Amuntai

    Semarak Harjad HSU ke-74, Ratusan Peserta Serbu Lomba Mancing, Pejabat Ikut Adu Strike

    25/05/2026 Amuntai

    PUBLIKAINDONESIA.COM, AMUNTAI – Suasana meriah mewarnai peringatan Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) ke-74.…

    Anak Yatim di Balangan Kini Bisa Sekolah Gratis hingga Perguruan Tinggi

    25/05/2026

    Kejati Sulsel Hentikan Penuntutan Kasus KDRT Anggota Polri, Ini Alasannya

    25/05/2026

    Kotabaru Bidik Jadi Sentra Pangan Kalsel, Panen Raya Jadi Langkah Awal

    25/05/2026

    Recent Posts

    • Semarak Harjad HSU ke-74, Ratusan Peserta Serbu Lomba Mancing, Pejabat Ikut Adu Strike
    • Anak Yatim di Balangan Kini Bisa Sekolah Gratis hingga Perguruan Tinggi
    • Kejati Sulsel Hentikan Penuntutan Kasus KDRT Anggota Polri, Ini Alasannya
    • Kotabaru Bidik Jadi Sentra Pangan Kalsel, Panen Raya Jadi Langkah Awal
    • Wacana Idul Adha, Menag : Daripada repot potong kambing sendiri, lebih baik dikelola Negara

    Recent Comments

    1. Stephengrent mengenai 73 Peserta Ikuti Audisi Nanang Galuh Banjar Bernuansa Islami 2025
    2. Sheilaspody mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    3. EarnestHeS mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    4. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    5. RandomNameAgers mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    Mei 2026
    SSRKJSM
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
    « Apr    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.