PUBLIKA INDONESIA, HSS – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Hulu Sungai Selatan, KH. Mochjar Dahri, menilai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan tetap berjalan dengan mengedepankan nilai toleransi antar umat beragama.


Ia menyampaikan, meski belum dibahas secara khusus dalam forum resmi FKUB, mekanisme pembagian makanan yang tidak dimakan di sekolah pada siang hari, melainkan dibawa pulang oleh siswa, merupakan langkah yang bijaksana. Skema tersebut dinilai tidak mengganggu umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa karena makanan dapat dikonsumsi saat berbuka.
Menurut Mochjar Dahri, bagi peserta didik non-Muslim, makanan tetap bisa dinikmati setelah kegiatan belajar selesai atau disimpan terlebih dahulu. Ia menekankan bahwa sikap saling menghormati menjadi kunci utama agar program sosial pemerintah tetap berjalan tanpa menimbulkan persoalan di masyarakat.
“Toleransi itu harus dua arah. Yang tidak berpuasa diharapkan menghormati temannya yang berpuasa, begitu juga sebaliknya,” ujarnya.
Ia menambahkan, program sosial seperti MBG justru dapat menjadi momentum mempererat solidaritas lintas agama jika pelaksanaannya memperhatikan kondisi bulan Ramadan. Dengan komunikasi yang baik, potensi kesalahpahaman di masyarakat dapat dicegah.
FKUB, lanjutnya, siap mengedepankan dialog dan edukasi apabila muncul perbedaan pandangan terkait pelaksanaan program tersebut. Ia juga menilai pentingnya evaluasi berkala mengingat program MBG masih tergolong baru, sehingga masukan masyarakat diperlukan untuk penyempurnaan ke depan.
