PUBLIKAINDONESIA.COM, NUNUKAN – Duka menyelimuti dunia penerbangan di Kalimantan Utara. Pesawat kargo pembawa Bahan Bakar Minyak (BBM) milik Pelita Air Service dilaporkan jatuh tak lama setelah lepas landas dari Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kamis (18/2/2026).


Pesawat jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA itu tengah menjalankan misi distribusi BBM Pertamina dari Long Bawan menuju Tarakan. Namun, penerbangan yang seharusnya rutin itu berubah menjadi tragedi.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan, pesawat lepas landas dari Bandar Udara Long Bawan pada pukul 04.10 UTC atau 12.10 WITA. Estimasi tiba di Tarakan dijadwalkan pukul 05.15 UTC (13.15 WITA).
Sebelum insiden terjadi, pilot sempat menyampaikan kepada petugas Air Traffic Control (ATC) Tarakan bahwa pesawat diperkirakan melintasi wilayah Abeam Malinau pada pukul 04.24 UTC (12.24 WITA).
Namun, hanya sekitar 10 menit setelah lepas landas, tepatnya pukul 04.20 UTC (12.20 WITA), sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) atau sinyal darurat dari pesawat diterima. Sinyal ini menjadi indikator awal adanya kondisi darurat di udara.
Pesawat tersebut diawaki satu orang kru, yakni pilot Capt. Hendrick Lodewyck Adam.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan kabar duka pada sore hari.
“Informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 WITA, pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Kepergian Capt. Hendrick menjadi kehilangan besar, khususnya bagi dunia penerbangan perintis yang selama ini berperan penting mendistribusikan logistik ke wilayah terpencil.
Pesawat Baru Jalani Pemeriksaan
Dari sisi kelaikudaraan, pesawat dengan nomor seri 802-0494 tahun pembuatan 2013 tersebut disebut dalam kondisi laik terbang. Pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026.
Total jam terbang pesawat tercatat mencapai 3.303 jam.
Pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan telah berkoordinasi dengan operator, otoritas bandara, serta instansi terkait untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai prosedur.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap investigasi oleh otoritas berwenang. Pemerintah memastikan proses penyelidikan akan dilakukan sesuai ketentuan keselamatan penerbangan yang berlaku.
Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa penerbangan distribusi logistik di wilayah terpencil memiliki tantangan besar. Di balik misi memastikan suplai energi tetap berjalan, ada risiko yang tak kecil yang dihadapi para awak udara.
#BreakingNews #PelitaAir #Nunukan #LongBawan #Tarakan #KalimantanUtara #KecelakaanPesawat #BeritaTerkini #AviationNews #BBMPertamina

