Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    PWI, IJTI, JMSI dan SMSI Duduk Satu Meja, Sepakat Perkuat Kemitraan Pers dengan Pemko Banjarbaru

    11/07/2026

    Kades Campurejo Soroti Tata Kelola Koperasi Merah Putih, Omzet Harian dan Gaji Pegawai Jadi Pertanyaan

    11/07/2026

    Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII Kembali Digelar, Tradisi Sakral Dayak Deah Perkuat Identitas Budaya dan Wisata Balangan

    11/07/2026

    Kotabaru Cari Anak Muda Peduli Lingkungan, 31 Peserta Berebut Tiket ke Ajang Provinsi

    11/07/2026

    Mengenal Adhyaksa FC, Klub “Sang Jaksa” yang Melesat dari Liga 3 ke Super League: Siapa Mereka Sebenarnya?

    11/07/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Sport Tourism di Banjarbaru Makin Hidup, Aeris Boxing Buka Arena untuk Lahirkan Petinju Hebat

      05/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Donor Darah Berbonus Beras, Pakar Perlindungan Konsumen Ingatkan Potensi Celah Tata Kelola

      27/06/2026

      Senyum Ceria Anak Panti Jadi Bukti Kepedulian RSGM Gusti Hasan Aman

      30/04/2026

      Belum Maksimal? Ini Strategi RSGM Gusti Hasan Aman Tingkatkan Pelayanan

      07/04/2026

      Es Krim Paracetamol Bikin Geger, Ternyata Cuma Hoaks

      02/04/2026

      Mulai Besok B50 Resmi Berlaku, Ini Catatan Penting LPKSM untuk Pengguna Kendaraan Diesel

      30/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Harga Minyak Goreng Naik Lagi! Ternyata Bukan Karena Langka

      23/04/2026

      Melawan Dominasi Matic! Supra X 125 Cross, Tangguh dan Bandel

      15/04/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII Kembali Digelar, Tradisi Sakral Dayak Deah Perkuat Identitas Budaya dan Wisata Balangan

    Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII Kembali Digelar, Tradisi Sakral Dayak Deah Perkuat Identitas Budaya dan Wisata Balangan

    Tim PublikaTim Publika11/07/2026
    Wakil Bupati Balangan Akhmad Fauzi memukul gong sebagai tanda dibukanya Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII di Desa Liyu, Halong / Pemkab Balangan / Publika indonesia.com

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BALANGAN – Suara gong dan tabuhan musik tradisional kembali menggema di Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Jumat (10/7/2026). Masyarakat adat Dayak Deah kembali menghidupkan warisan leluhur melalui Festival Mesiwah Pare Gumboh (MPG) VIII, sebuah tradisi sakral yang menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus simbol kuat pelestarian budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

    Festival yang telah menjadi agenda tahunan ini bukan hanya menghadirkan prosesi adat yang sarat makna, tetapi juga menjelma sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Balangan. Setiap tahunnya, masyarakat, wisatawan, hingga para perantau berkumpul di Desa Liyu untuk menyaksikan langsung kekayaan tradisi Dayak Deah yang masih terjaga dengan baik.

    Wakil Bupati Balangan Akhmad Fauzi memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Liyu yang dinilai konsisten menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus modernisasi.

    “Ulun sangat mengapresiasi seluruh unsur masyarakat Desa Liyu yang terus memelihara adat warisan leluhur dan menyelenggarakan festival ini secara rutin. Festival Mesiwah Pare Gumboh bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Liyu, tetapi juga menjadi aset penting yang mendukung Balangan sebagai daerah tujuan wisata budaya,” ujarnya.

    Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Balangan akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi wisata budaya tanpa menghilangkan nilai-nilai adat yang menjadi ruh dari tradisi tersebut.

    “Kita ingin budaya tetap lestari, sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata,” tambahnya.

    Ketua Pelaksana Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII, Budianto, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tahun ini tetap mempertahankan prosesi adat yang menjadi ciri khas festival.

    Prosesi diawali dengan arak-arakan menuju balai ritual, dilanjutkan Nyerah Ngemonta, memasak hasil panen bersama, hingga ritual inti Mesiwah Pare Gumboh, yakni pembacaan mantra kepada para leluhur sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan.

    Selain ritual adat, suasana festival semakin semarak dengan penampilan tujuh sanggar seni dari Kabupaten Balangan serta sejumlah sanggar seni dari Kabupaten Tabalong yang menampilkan beragam kesenian tradisional khas Kalimantan.

    “Esensi festival tetap kami jaga. Tradisi leluhur tetap menjadi pusat kegiatan, sementara pertunjukan seni menjadi pelengkap untuk memperkenalkan budaya Dayak Deah kepada masyarakat yang lebih luas,” jelas Budianto.

    Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat terus mengalir agar Festival Mesiwah Pare Gumboh dapat berkembang menjadi agenda budaya berskala nasional.

    Sementara itu, Kepala Desa Liyu Sukri menegaskan bahwa Mesiwah Pare Gumboh bukan hanya sekadar ritual adat ataupun syukuran panen.

    Lebih dari itu, tradisi ini mencerminkan nilai gotong royong, persatuan, serta penghormatan kepada alam dan leluhur yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dayak Deah.

    Menurutnya, festival juga menjadi momentum berkumpulnya masyarakat, para perantau, hingga wisatawan dari berbagai daerah.

    “Siapa pun yang datang ke Desa Liyu bukanlah tamu, tetapi saudara yang sedang pulang kampung. Kami ingin setiap orang yang datang membawa pulang cerita tentang hangatnya persaudaraan dan suatu hari nanti kembali lagi ke desa ini,” ungkap Sukri.

    Melalui Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII, masyarakat Dayak Deah membuktikan bahwa tradisi leluhur bukan sekadar cerita masa lalu. Warisan budaya itu tetap hidup, diwariskan kepada generasi muda, sekaligus menjadi kekuatan baru dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Balangan.

    Di tengah perubahan zaman, Desa Liyu menunjukkan bahwa menjaga adat bukan berarti tertinggal. Justru dari akar budaya yang kuat itulah lahir identitas, persaudaraan, dan peluang ekonomi yang mampu membawa nama Balangan semakin dikenal di tingkat regional hingga nasional.

    #Balangan #DesaLiyu #MesiwahPareGumboh #FestivalBudaya #DayakDeah #WisataBalangan #BudayaKalimantan #PesonaBalangan #KalimantanSelatan #WonderfulIndonesia

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    DPRD Balangan Soroti Sistem Zonasi hingga Kekurangan Guru Pendamping, Pendidikan Jadi Perhatian Serius

    10/07/2026

    Siapa yang Akan Jadi Duta Wisata Balangan 2026? 35 Finalis Adu Bakat dan Wawasan

    07/07/2026

    Gelar Sastra Puisi II Meriahkan Balangan Islamic Festival 2026, Jadi Ajang Silaturahmi Seniman Se-Kalsel

    07/06/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    PWI, IJTI, JMSI dan SMSI Duduk Satu Meja, Sepakat Perkuat Kemitraan Pers dengan Pemko Banjarbaru

    11/07/2026

    Kades Campurejo Soroti Tata Kelola Koperasi Merah Putih, Omzet Harian dan Gaji Pegawai Jadi Pertanyaan

    11/07/2026

    Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII Kembali Digelar, Tradisi Sakral Dayak Deah Perkuat Identitas Budaya dan Wisata Balangan

    11/07/2026

    Kotabaru Cari Anak Muda Peduli Lingkungan, 31 Peserta Berebut Tiket ke Ajang Provinsi

    11/07/2026
    Berita Pilihan
    Banjarbaru

    PWI, IJTI, JMSI dan SMSI Duduk Satu Meja, Sepakat Perkuat Kemitraan Pers dengan Pemko Banjarbaru

    11/07/2026 Banjarbaru

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru mulai bersiap menghadapi perubahan regulasi nasional di bidang media.…

    Kades Campurejo Soroti Tata Kelola Koperasi Merah Putih, Omzet Harian dan Gaji Pegawai Jadi Pertanyaan

    11/07/2026

    Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII Kembali Digelar, Tradisi Sakral Dayak Deah Perkuat Identitas Budaya dan Wisata Balangan

    11/07/2026

    Kotabaru Cari Anak Muda Peduli Lingkungan, 31 Peserta Berebut Tiket ke Ajang Provinsi

    11/07/2026

    Recent Posts

    • PWI, IJTI, JMSI dan SMSI Duduk Satu Meja, Sepakat Perkuat Kemitraan Pers dengan Pemko Banjarbaru
    • Kades Campurejo Soroti Tata Kelola Koperasi Merah Putih, Omzet Harian dan Gaji Pegawai Jadi Pertanyaan
    • Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII Kembali Digelar, Tradisi Sakral Dayak Deah Perkuat Identitas Budaya dan Wisata Balangan
    • Kotabaru Cari Anak Muda Peduli Lingkungan, 31 Peserta Berebut Tiket ke Ajang Provinsi
    • Mengenal Adhyaksa FC, Klub “Sang Jaksa” yang Melesat dari Liga 3 ke Super League: Siapa Mereka Sebenarnya?

    Recent Comments

    1. Stephengrent mengenai 73 Peserta Ikuti Audisi Nanang Galuh Banjar Bernuansa Islami 2025
    2. Sheilaspody mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    3. EarnestHeS mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    4. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    5. RandomNameAgers mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    Juli 2026
    SSRKJSM
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031 
    « Jun    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.