PUBLIKAINDONESIA.COM, KOTABARU – Siapa sangka sebuah video kelulusan yang dibuat oleh siswa sekolah di Kabupaten Kotabaru mampu mencuri perhatian Indonesia. Bahkan, karya tersebut tak hanya viral di media sosial, tetapi juga mendapat perhatian langsung dari kreator konten dan filmmaker ternama Indonesia, Chandra Liow.
Prestasi membanggakan itu datang dari Angkatan SARVARA 2026 SMAN 2 Kotabaru, yang sukses meraih dua penghargaan bergengsi pada REEDID Award 2026, ajang nasional yang memberikan apresiasi kepada karya video kreatif sekolah dari seluruh Indonesia.
Pada kompetisi yang digagas Chandra Liow tersebut, Video Kelulusan Angkatan SARVARA 2026 SMAN 2 Kotabaru berhasil menembus tiga nominasi bergengsi, yakni Penyuntingan (Editing) Terbaik, Aktor dan Aktris Terbaik, serta Video Kelulusan Terbaik (Eksternal).
Tak berhenti di tahap nominasi, karya video kelulusan SARVARA 2026 akhirnya berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus, yakni Penyuntingan (Editing) Terbaik dan Video Kelulusan Terbaik Kategori Eksternal.
Berawal dari Mimpi dan Proses Panjang
Di balik dua penghargaan nasional yang berhasil diraih, tersimpan perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Video kelulusan angkatan SARVARA 2026 SMAN 2 Kotabaru bukan lahir dalam semalam, melainkan melalui proses kreatif yang menyita waktu, tenaga, pikiran, hingga menguji kekompakan seluruh tim.
Ketua Pelaksana Angkatan SARVARA 2026 SMAN 2 Kotabaru, Muhammad Yusva Ramadhan, mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya bersama rekan-rekan tidak pernah berniat sekadar membuat video kelulusan sebagai dokumentasi akhir masa sekolah. Mereka memiliki mimpi yang lebih besar, yakni menghadirkan sebuah karya yang dapat menjadi warisan sekaligus kenangan abadi bagi seluruh keluarga besar SARVARA 2026.
“Sejak awal, tujuan kami bukan hanya membuat video kelulusan yang menarik, tetapi menciptakan sebuah karya yang bisa menjadi warisan dan kenangan bagi seluruh keluarga besar SARVARA 2026. Prosesnya tidak mudah. Banyak waktu, tenaga, bahkan pikiran yang kami korbankan. Kami harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perbedaan pendapat, keterbatasan fasilitas, penyesuaian jadwal, hingga keraguan dari sebagian orang yang menganggap apa yang kami lakukan berlebihan. Namun, kami memilih tetap percaya pada proses,” ujar Yusva.
Menurutnya, setiap adegan yang tampil dalam video tersebut bukan hanya rangkaian gambar, melainkan potongan cerita yang merekam kebersamaan, pengorbanan, semangat, dan perjuangan seluruh anggota angkatan selama menempuh pendidikan di SMAN 2 Kotabaru.
Seluruh proses itu, kata Yusva, akhirnya terbayar ketika karya mereka berhasil menembus ajang nasional dan membawa pulang dua penghargaan bergengsi di REEDID Award 2026.
“Ketika karya ini berhasil meraih penghargaan di REEDID Award 2026, rasanya seperti semua perjuangan kami terbayar. Ini bukan hanya kemenangan bagi SARVARA, tetapi juga bukti bahwa pelajar dari daerah seperti Kotabaru mampu menghasilkan karya yang bisa bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Yusva sendiri dikenal sebagai salah satu pelajar berprestasi di Kabupaten Kotabaru. Selain pernah mengikuti program student exchange ke Jepang, ia juga pernah meraih Juara I Lomba Karya Tulis Ke Lalu Lintas an di Kotabaru, dipercaya sebagai Duta Anak Kabupaten Kotabaru, menjabat Sekretaris OSIS SMAN 2 Kotabaru, serta sebagai Sekretaris II Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kabupaten Kotabaru Kalsel sebagai anggota termuda.
Menurut Yusva, perkembangan teknologi telah membawa dunia pendidikan memasuki era digital. Karena itu, karya kreatif seperti year video atau video kelulusan seharusnya dipandang sebagai ruang positif bagi pelajar untuk belajar berkolaborasi, berinovasi, dan mengekspresikan kemampuan mereka.
“Year video (Video Kelulusan) mungkin masih menjadi sesuatu yang relatif baru di dunia pendidikan, khususnya di daerah. Namun saat ini dunia sedang bergerak menuju era digitalisasi. Pro dan kontra tentu akan selalu ada, tetapi setiap hal baru seharusnya disikapi secara bijak, bukan langsung digeneralisasi sebagai sesuatu yang negatif. Semua bergantung pada orang yang menggunakannya. Teknologi hanyalah alat, sedangkan nilai dari sebuah karya ditentukan oleh niat, cara, dan tanggung jawab pembuatnya,” jelas Yusva.
Ia berharap keberhasilan Angakatan SARVARA 2026 SMAN 2 Kotabaru dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk tidak takut bermimpi dan terus berkarya.
“Semua ini bisa terwujud karena perjuangan, komitmen, dan solidaritas teman-teman Angkatan SARVARA 2026. Kami memiliki niat yang sama, melewati proses yang panjang, serta mendapat dukungan tulus dari banyak pihak yang membantu dengan ikhlas disertai doa. Pada akhirnya, semua pencapaian ini juga merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” tegas Yusva.



Kolaborasi dengan Talenta Kreatif Lokal
Kesuksesan video tersebut juga tidak lepas dari dukungan Ederil Media, rumah produksi kreatif asal Kotabaru yang berdiri sejak 2024 dan turut membantu proses produksi video kelulusan SARVARA 2026.
Perwakilan Ederil Media menjelaskan bahwa proyek tersebut bukan hanya pekerjaan produksi biasa, melainkan sebuah kolaborasi kreatif untuk mewujudkan mimpi para siswa menjadi karya yang memiliki nilai sinematik.
“Bagi kami di Ederil Media, proyek ini bukan hanya pekerjaan sebagai vendor produksi. Sejak awal kami melihat semangat luar biasa dari teman-teman SARVARA 2026 yang ingin menghasilkan karya terbaik. Tugas kami adalah membantu menerjemahkan ide dan mimpi mereka menjadi sebuah video yang memiliki cerita, emosi, dan kualitas sinematik,” ujarnya.
Seluruh proses produksi dilakukan melalui berbagai diskusi, pengembangan konsep, hingga penyuntingan yang dikerjakan secara detail agar menghasilkan karya yang mampu bersaing dengan video-video sekolah terbaik dari seluruh Indonesia.
Direact Chandra Liow Hingga Raih Penghargaan Nasional
Perjalanan video kelulusan SARVARA 2026 semakin menarik ketika karya tersebut viral dan mendapat perhatian langsung dari Chandra Liow, sosok yang dikenal luas sebagai YouTuber, sutradara, dan kreator konten nasional.
Momen itu menjadi salah satu titik penting yang membuat nama SMAN 2 Kotabaru (Angakatan Sarvara 2026) semakin dikenal di kalangan komunitas kreatif Indonesia.
“Kami sangat bersyukur karya ini mendapat apresiasi nasional, bahkan sempat viral dan direact langsung oleh Chandra Liow sebelum akhirnya meraih dua penghargaan di REEDID Award 2026. Sebagai rumah produksi kreatif asal Kotabaru, pencapaian ini menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus membuktikan bahwa karya-karya dari daerah memiliki kualitas yang mampu bersaing di level nasional,” kata perwakilan Ederil Media.



Bukti Anak Daerah Mampu Bersinar
REEDID Award 2026 sendiri merupakan ajang penghargaan yang memberikan ruang bagi pelajar Indonesia untuk menunjukkan kemampuan di bidang videografi, penyutradaraan, penulisan cerita, sinematografi, hingga editing.
Keberhasilan Angkatan SARVARA 2026 SMAN 2 Kotabaru menjadi bukti bahwa kualitas karya tidak ditentukan oleh lokasi atau besarnya fasilitas yang dimiliki, melainkan oleh kreativitas, kerja keras, dan keberanian untuk terus berkarya.
Pencapaian ini menjadi pesan kuat bahwa anak-anak muda dari daerah mampu berdiri sejajar dengan sekolah-sekolah terbaik di Indonesia, bahkan mampu mencuri perhatian tokoh nasional melalui karya yang mereka hasilkan.
Bagi SARVARA 2026, video tersebut mungkin bermula sebagai kenangan masa sekolah. Namun kini, karya itu telah berubah menjadi sejarah yang akan selalu dikenang sebagai bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari sudut daerah dan bersinar hingga tingkat nasional.
*Angkatan SARVARA 2026 SMAN 2 Kotabaru
*Ederil vendor media : Memet (Hery rylezon), Creative director rylezon, Vfx Riddho, Editor Yudiannor
#SMAN2Kotabaru #Sarvara2026 #REEDIDAward2026 #PemkabKotabaru #DiskominfoKotabaru #DinasPendidikanKalsel #KalimantanSelatan #ChandraLiow #GraduationVideo #VideoKelulusan #EditingTerbaik #AnakBanua #PelajarBerprestasi #VideografiIndonesia #Sinematografi #EderilMedia #KreatorMuda #FilmPendek #ViralIndonesia #FYPIndonesia #BeritaKalsel #IndonesiaCreative

