PUBLIKAINDONESIA.COM, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) tancap gas memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan tinggi. Lewat program unggulan bertajuk “Satu Desa Satu Lulusan Perguruan Tinggi”, anak-anak desa kini punya peluang kuliah gratis hingga lulus, bahkan mendapat uang saku bulanan.


Program ambisius ini mulai disosialisasikan kepada seluruh kepala desa se-Kabupaten Tanah Laut dalam kegiatan yang digelar di Aula Gedung Kuliah Terpadu Lantai 3 Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), Rabu (28/1/2026). Hadir langsung Wakil Bupati Tanah Laut, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, serta jajaran pemerintahan desa.
Wakil Bupati Tanah Laut, H. Zazuli, menegaskan program ini bukan bantuan sesaat, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun desa dari hulu.
Menurutnya, Pemkab Tala menyiapkan kuota bagi 135 pemuda-pemudi dari 135 desa, khususnya lulusan SMA sederajat dari keluarga kurang mampu, untuk dibiayai pendidikan hingga menyandang gelar Diploma atau Sarjana Terapan.
“Kemajuan daerah sangat ditentukan kualitas sumber daya manusianya. Lewat program ini, anak-anak desa kami pastikan punya akses kuliah tanpa terbebani biaya,” ujar Zazuli.
Ia juga menekankan prinsip pemerataan. Jika ada desa yang belum memiliki pendaftar, kuota akan dialihkan agar program tetap berjalan optimal dan merata.
Direktur Politala, Dr. Ir. Meldayanoor, S.Hut., M.S., mengungkapkan program kolaborasi Pemkab Tala dan Politala ini menawarkan fasilitas yang dinilai lebih besar dibandingkan beasiswa nasional.
Selain bebas biaya UKT alias kuliah gratis sampai lulus, peserta juga mendapatkan biaya hidup Rp1.500.000 per bulan.
“Rata-rata KIP Kuliah memberi uang saku sekitar Rp800 ribu. Program ini memberikan Rp1,5 juta per bulan,” jelas Meldayanoor.
Total bantuan biaya hidup mencapai Rp9 juta per semester, yang diberikan selama:
- 8 semester untuk program D4
- 6 semester untuk program D3
Meski fasilitasnya besar, seleksi peserta akan dilakukan secara ketat. Calon penerima wajib:
- Berdomisili di desa minimal dua tahun
- Berasal dari keluarga kurang mampu
- Melampirkan surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan
“Syarat utama menetap minimal dua tahun dan memiliki surat keterangan tidak mampu,” tegas Direktur Politala.
Pendaftaran dibuka secara online mulai 2 hingga 28 Februari 2026. Tahapan seleksi meliputi:
- Seleksi administrasi
- Tes tertulis berbasis komputer
- Wawancara
- Tes kesehatan dan narkoba bekerja sama dengan RSUD Hadji Boejasin
Dengan posisi Politala sebagai politeknik peringkat ke-5 terbaik se-Indonesia versi Webometrics Agustus 2025, program ini ditargetkan melahirkan agen perubahan yang kelak kembali membangun desa asalnya.
Peserta juga diarahkan memilih program studi sesuai potensi desa. Dari 10 program studi yang tersedia, calon mahasiswa dapat menentukan empat pilihan sesuai minat dan karakteristik wilayah.
#PemkabTanahLaut #KuliahGratis #SatuDesaSatuSarjana #BeasiswaTanahLaut #Politala #PendidikanUntukDesa #PutusKemiskinan #Beasiswa2026 #BeritaKalsel #TanahLaut
