Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Peringatan 164 Tahun Wafat nya Pangeran Antasari, Supian HK: Semangat Waja Sampai Kaputing Tak Boleh Padam!

    12/10/2026

    Karhutla Sangking Baru Belum Padam, Respons Kecamatan dan Mesin Pemadam Jadi Sorotan

    12/10/2026

    AFKAB Student Futsal Competitions 2026, SMAN 2 Kotabaru juara

    12/10/2026

    Ahmad Shaufi Resmi Pimpin Desa Lok Paikat, Ini Harapannya Usai Dilantik

    12/10/2026

    Lisa Halaby Sambangi Warga di CFD Murdjani, Masker dan Sembako Dibagikan di Tengah Kabut Asap

    12/10/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Sport Tourism di Banjarbaru Makin Hidup, Aeris Boxing Buka Arena untuk Lahirkan Petinju Hebat

      05/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Rayakan HUT ke-76 Kalsel, RSGM Gusti Hasan Aman Perkuat Edukasi Kesehatan Gigi Lewat Baksos hingga Lomba Kreatif

      20/07/2026

      Kalteng Tancap Gas Kembangkan Industri Obat Herbal, Bajakah hingga Pasak Bumi Disiapkan Tembus Pasar Nasional

      16/07/2026

      Donor Darah Berbonus Beras, Pakar Perlindungan Konsumen Ingatkan Potensi Celah Tata Kelola

      27/06/2026

      Senyum Ceria Anak Panti Jadi Bukti Kepedulian RSGM Gusti Hasan Aman

      30/04/2026

      Teknologi Hidrogen Mulai Diuji di Indonesia, ESDM : Emisi Bus Bakalan Turun Drastis

      16/08/2026

      Bibit Tanaman dari Taniran Kubah HSS Tembus Kaltim dan Kalteng, Dewan Dorong Pemasaran Lewat Digital

      14/08/2026

      WhatsApp Rilis 3 Fitur Baru untuk Grup, Ada @All hingga Polling Bisa Disembunyikan

      09/08/2026

      Berani Lawan Perusahaan Prancis, Burkina Faso Jatuhkan Denda Rp5 Miliar ke Canal+

      08/08/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Karhutla Sangking Baru Belum Padam, Respons Kecamatan dan Mesin Pemadam Jadi Sorotan

    Karhutla Sangking Baru Belum Padam, Respons Kecamatan dan Mesin Pemadam Jadi Sorotan

    Tim PublikaTim Publika12/10/2026

    PUBLIKAINDONESIA.COM, KOTABARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sangking Baru, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, belum berhasil dipadamkan hingga Senin (12/10/2026) malam.

    Di tengah upaya warga dan aparat berjibaku menjinakkan api, keterbatasan mesin pemadam menjadi kendala serius. Respons pihak kecamatan terhadap permintaan bantuan sejak siang hari juga menjadi sorotan warga.

    Api diketahui mulai berkobar sekitar pukul 15.00 WITA. Sejak awal kejadian, warga setempat langsung bergerak melakukan pemadaman secara gotong royong untuk mencegah api merembet ke area lain.

    Dengan peralatan semprotan air seadanya, warga berusaha mengendalikan kobaran api di tengah keterbatasan sarana. Aparat Polsek dan personel Posramil setempat turut membantu, bersama pihak perusahaan perkebunan yang ikut dalam upaya penanganan kebakaran.

    Namun, perjuangan di lapangan tidak berjalan mudah. Minimnya mesin pemadam membuat upaya menjinakkan api menghadapi kendala, sementara kebakaran terus berlangsung hingga malam.

    Aparat Desa Disebut Berulang Kali Meminta Bantuan

    Di balik upaya pemadaman tersebut, muncul persoalan mengenai koordinasi penanganan karhutla.

    Menurut informasi yang dihimpun dari warga setempat, aparat Desa Sangking Baru sejak siang telah berulang kali menyampaikan kondisi kebakaran sekaligus meminta bantuan kepada pihak Kecamatan Kelumpang Selatan melalui grup koordinasi di aplikasi WhatsApp.

    Namun, permintaan bantuan tersebut disebut tidak mendapat respons hingga berjam-jam setelah kebakaran terjadi.

    Warga menyayangkan lambatnya respons yang mereka rasakan, mengingat api terus membakar lahan dan petugas di lapangan membutuhkan dukungan peralatan yang memadai.

    Pihak kecamatan dilaporkan baru tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 WITA, ketika kebakaran telah berlangsung selama beberapa jam.

    Kedatangan tersebut menjadi perhatian warga, terutama karena persoalan ketersediaan mesin pemadam belum teratasi sejak awal kejadian.


    Mesin Bantuan dari Perusahaan Tak Dibawa ke Lokasi?

    Persoalan lain yang turut disorot warga adalah tidak dibawanya mesin pemadam yang menurut penuturan mereka telah diperoleh dari pihak perusahaan.

    Warga menyayangkan mesin tersebut tidak dikerahkan ke lokasi kebakaran untuk membantu proses pemadaman.

    Saat ditanya mengenai alasan tidak membawa mesin tersebut, pihak kecamatan disebut beralasan tidak dapat mengoperasikannya.

    Informasi ini masih berdasarkan penuturan warga setempat. Belum ada keterangan langsung dari pihak Kecamatan Kelumpang Selatan mengenai kronologi permintaan bantuan, alasan kedatangan pada malam hari, maupun kondisi mesin pemadam yang dimaksud.


    Api Belum Padam, Penanganan Jadi Perhatian

    Hingga pukul 20.43 WITA, api dilaporkan masih belum berhasil dipadamkan. Sementara itu, pihak kecamatan disebut baru tiba sekitar pukul 21.00 WITA.

    Kondisi tersebut memperlihatkan tantangan yang dihadapi petugas dan warga dalam menangani karhutla ketika sarana pemadaman terbatas dan koordinasi bantuan dipersoalkan.

    Ketersediaan mesin pemadam, kesiapan operator, serta respons cepat antarpihak menjadi faktor penting untuk mendukung penanganan kebakaran, terutama ketika api berpotensi meluas dan mengancam lingkungan sekitar.

    Di tengah situasi tersebut, upaya warga, aparat kepolisian, personel Posramil, dan pihak perusahaan perkebunan patut mendapat perhatian. Namun, kerja keras di lapangan perlu didukung sistem koordinasi yang sigap agar bantuan dapat tiba sesuai kebutuhan.

    Hingga berita ini disusun, luas lahan yang terbakar, penyebab kebakaran, perkembangan akhir pemadaman, serta penjelasan resmi pihak Kecamatan Kelumpang Selatan belum diketahui.

    Kejadian ini menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan api, melainkan juga kesiapan peralatan, kejelasan tanggung jawab, dan kecepatan koordinasi ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat.

    #KarhutlaKotabaru #KarhutlaKalsel #SangkingBaru #KelumpangSelatan #KebakaranHutanDanLahan #PemadamanKarhutla #Kotabaru #BeritaKotabaru #BeritaKalsel #KalimantanSelatan #PenangananKarhutla #InfoKotabaru

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    AFKAB Student Futsal Competitions 2026, SMAN 2 Kotabaru juara

    12/10/2026

    Polemik Siswi ‘Dikira Hamil’ di Kotabaru Berlanjut, Sekolah Tegaskan Guru Hanya Jalankan SOP Sesuai Kesepakatan

    08/10/2026

    Dua Talenta Muda Kotabaru Tembus PSM Makassar Academy U20, Siap Bawa Nama Daerah ke Level Nasional

    26/09/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Peringatan 164 Tahun Wafat nya Pangeran Antasari, Supian HK: Semangat Waja Sampai Kaputing Tak Boleh Padam!

    12/10/2026

    Karhutla Sangking Baru Belum Padam, Respons Kecamatan dan Mesin Pemadam Jadi Sorotan

    12/10/2026

    AFKAB Student Futsal Competitions 2026, SMAN 2 Kotabaru juara

    12/10/2026

    Ahmad Shaufi Resmi Pimpin Desa Lok Paikat, Ini Harapannya Usai Dilantik

    12/10/2026
    Berita Pilihan
    Banjarmasin

    Peringatan 164 Tahun Wafat nya Pangeran Antasari, Supian HK: Semangat Waja Sampai Kaputing Tak Boleh Padam!

    12/10/2026 Banjarmasin

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Semangat perjuangan Pangeran Antasari kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat Kalimantan Selatan.…

    Karhutla Sangking Baru Belum Padam, Respons Kecamatan dan Mesin Pemadam Jadi Sorotan

    12/10/2026

    AFKAB Student Futsal Competitions 2026, SMAN 2 Kotabaru juara

    12/10/2026

    Ahmad Shaufi Resmi Pimpin Desa Lok Paikat, Ini Harapannya Usai Dilantik

    12/10/2026

    Recent Posts

    • Peringatan 164 Tahun Wafat nya Pangeran Antasari, Supian HK: Semangat Waja Sampai Kaputing Tak Boleh Padam!
    • Karhutla Sangking Baru Belum Padam, Respons Kecamatan dan Mesin Pemadam Jadi Sorotan
    • AFKAB Student Futsal Competitions 2026, SMAN 2 Kotabaru juara
    • Ahmad Shaufi Resmi Pimpin Desa Lok Paikat, Ini Harapannya Usai Dilantik
    • Lisa Halaby Sambangi Warga di CFD Murdjani, Masker dan Sembako Dibagikan di Tengah Kabut Asap

    Recent Comments

    1. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    2. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    3. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    4. lanacurvaf mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    5. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    Oktober 2026
    SSRKJSM
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031 
    « Sep    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.