Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Ditahan Malaysia 0-0, John Herdman Anggap Kartu Merah Thom Haye Berkah bagi Garuda

    30/09/2026

    Paus Raksasa Terdampar di Perairan Riau, KKP Kirim Sampel ke BRIN untuk Ungkap Jenisnya

    30/09/2026

    Operasi SAR KM Virgo Transport 8: Dari Laut Jawa hingga Pesisir Sukamara, Pencarian Korban Terus Bergulir

    30/09/2026

    BMKG Keluarkan Peringatan Dini, 4 Daerah di Kalsel Berpotensi Dihantam Hujan dan Angin Kencang

    30/09/2026

    Cegah Masalah Hukum Sejak Dini, Pemkab Balangan Gandeng Kejari Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

    30/09/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Sport Tourism di Banjarbaru Makin Hidup, Aeris Boxing Buka Arena untuk Lahirkan Petinju Hebat

      05/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Rayakan HUT ke-76 Kalsel, RSGM Gusti Hasan Aman Perkuat Edukasi Kesehatan Gigi Lewat Baksos hingga Lomba Kreatif

      20/07/2026

      Kalteng Tancap Gas Kembangkan Industri Obat Herbal, Bajakah hingga Pasak Bumi Disiapkan Tembus Pasar Nasional

      16/07/2026

      Donor Darah Berbonus Beras, Pakar Perlindungan Konsumen Ingatkan Potensi Celah Tata Kelola

      27/06/2026

      Senyum Ceria Anak Panti Jadi Bukti Kepedulian RSGM Gusti Hasan Aman

      30/04/2026

      Teknologi Hidrogen Mulai Diuji di Indonesia, ESDM : Emisi Bus Bakalan Turun Drastis

      16/08/2026

      Bibit Tanaman dari Taniran Kubah HSS Tembus Kaltim dan Kalteng, Dewan Dorong Pemasaran Lewat Digital

      14/08/2026

      WhatsApp Rilis 3 Fitur Baru untuk Grup, Ada @All hingga Polling Bisa Disembunyikan

      09/08/2026

      Berani Lawan Perusahaan Prancis, Burkina Faso Jatuhkan Denda Rp5 Miliar ke Canal+

      08/08/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Ditahan Malaysia 0-0, John Herdman Anggap Kartu Merah Thom Haye Berkah bagi Garuda

    Ditahan Malaysia 0-0, John Herdman Anggap Kartu Merah Thom Haye Berkah bagi Garuda

    Tim PublikaTim Publika30/09/2026

    PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, punya cara pandang tak biasa setelah skuad Garuda dipaksa bermain dengan 10 pemain saat menghadapi Malaysia dalam lanjutan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

    Alih-alih larut dalam kekecewaan akibat kartu merah yang diterima Thom Haye, pelatih asal Inggris tersebut justru melihat insiden itu sebagai momentum berharga untuk memperkuat mentalitas dan kebersamaan tim.

    Bagi Herdman, pertandingan sulit bukan sekadar ujian untuk meraih kemenangan, melainkan juga kesempatan bagi para pemain untuk belajar berjuang bersama dalam situasi paling menekan.

    Pandangan tersebut disampaikan Herdman setelah Indonesia bermain imbang tanpa gol, 0-0, melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin malam (28/9/2026).

    Pertandingan yang awalnya berjalan cukup kompetitif berubah drastis ketika Thom Haye harus meninggalkan lapangan pada menit ke-37 setelah menerima kartu merah.

    Kehilangan satu pemain membuat strategi permainan Indonesia harus segera disesuaikan. Jika sebelumnya skuad Garuda mampu menguasai permainan dan memberikan tekanan kepada lawan, situasi kemudian memaksa mereka lebih fokus menjaga pertahanan.

    Malaysia yang unggul jumlah pemain langsung berusaha memanfaatkan keuntungan tersebut. Serangan demi serangan dilancarkan untuk membongkar pertahanan Indonesia.

    Namun, perjuangan para pemain Garuda tak mudah dipatahkan. Meski terus mendapat tekanan, mereka mampu menjaga disiplin, mempertahankan konsentrasi, dan memastikan gawang Indonesia tetap aman hingga peluit panjang dibunyikan.

    Hasil imbang 0-0 pun menjadi penutup pertandingan yang berlangsung penuh tekanan tersebut.

    Menariknya, Herdman tidak menjadikan keputusan wasit sebagai alasan untuk meratapi hasil pertandingan.

    Dengan pengalaman sekitar 25 tahun berkecimpung di dunia sepak bola, ia mengaku sudah terbiasa menghadapi berbagai keputusan pengadil lapangan, baik yang menguntungkan maupun merugikan timnya.

    Menurut Herdman, keputusan wasit merupakan bagian dari dinamika pertandingan yang harus diterima oleh setiap tim.

    Baginya, hal terpenting bukanlah terus memperdebatkan keputusan tersebut, melainkan bagaimana para pemain merespons situasi yang terjadi di lapangan.

    Sikap inilah yang kemudian menjadi dasar pandangannya terhadap kartu merah Thom Haye.

    Herdman justru melihat kartu merah tersebut dari perspektif yang lebih luas. Ia menilai kondisi sulit itu dapat menjadi kesempatan bagi para pemain untuk membangun ikatan emosional dan rasa persaudaraan yang lebih kuat.

    Ketika sebuah tim harus bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit dalam pertandingan penting, setiap pemain dituntut untuk saling menutupi kekurangan, membantu rekan setim, dan mengerahkan kemampuan terbaiknya.

    Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Herdman menyampaikan:

    “Kartu merah tersebut justru memberikan kesempatan bagi para pemain ini untuk membangun persaudaraan, serta belajar bagaimana berjuang bersama di momen krusial demi negara mereka.”

    Pernyataan tersebut menjadi gambaran bagaimana Herdman berusaha mengubah situasi negatif menjadi pelajaran berharga bagi skuad Garuda.

    Bahkan, ia menyebut kartu merah itu sebagai sesuatu yang memiliki dua sisi: kutukan sekaligus hadiah.

    “Jadi, Anda mungkin melihat kartu merah tersebut sebagai sebuah kutukan, tetapi dalam beberapa hal itu adalah sebuah hadiah, karena sebagai bagian dari perjalanan tim ini, kami membutuhkan momen-momen seperti itu.”

    Meski demikian, Herdman bukan berarti menganggap kehilangan pemain sebagai keuntungan secara teknis. Indonesia tetap harus menanggung konsekuensi besar karena bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37.

    Namun, ia memilih mengambil sisi positif dari perjuangan para pemain yang tetap mampu menjaga hasil pertandingan di tengah tekanan lawan.

    Keberhasilan Indonesia mempertahankan skor imbang tak lepas dari kerja keras seluruh pemain, terutama barisan pertahanan yang harus bekerja ekstra sepanjang pertandingan.

    Para pemain belakang dituntut menjaga kerapatan antarlini sekaligus mengantisipasi serangan Malaysia yang memiliki keunggulan jumlah pemain.

    Penjaga gawang Maarten Paes juga menjadi salah satu sosok penting dalam upaya Indonesia menjaga gawang tetap nirbobol.

    Kedisiplinan dan semangat kolektif tersebut memperlihatkan bahwa skuad Garuda masih mampu menjaga fokus meski berada dalam kondisi yang jauh dari ideal.

    Herdman pun menilai perjuangan tersebut mencerminkan kepedulian para pemain terhadap tim nasional dan keinginan kuat untuk memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.

    “Mereka datang ke sini dan berjuang karena mereka peduli, dan mereka ingin menang,” ujarnya.

    Di balik hasil imbang melawan Malaysia, Herdman juga menyoroti ambisi besar yang dimiliki para pemain Indonesia untuk meraih trofi.

    Menurutnya, skuad Garuda memiliki keinginan kuat untuk menciptakan pencapaian yang selama ini belum berhasil diwujudkan dalam kompetisi tersebut.

    Karena itu, pertandingan melawan Malaysia tidak semata-mata dinilai berdasarkan hasil akhir. Ada proses pembelajaran, pengalaman menghadapi tekanan, dan pembentukan karakter tim yang bisa menjadi bekal menghadapi tantangan berikutnya.

    Bagi Herdman, perjuangan dalam situasi sulit merupakan bagian penting dari perjalanan sebuah tim yang ingin mencapai prestasi lebih tinggi.

    Kini, perhatian Timnas Indonesia beralih ke pertandingan terakhir Grup A melawan Bangladesh yang dijadwalkan berlangsung di SUGBK, Kamis (1/10/2026).

    Laga tersebut menjadi krusial dalam menentukan posisi akhir Indonesia di fase grup.

    Namun, skuad Garuda dipastikan harus menghadapi pertandingan itu tanpa Thom Haye yang terkena hukuman akibat kartu merah saat melawan Malaysia.

    Absennya gelandang tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Herdman dalam menyusun komposisi dan strategi permainan.

    Tim pelatih harus segera menemukan formula yang tepat agar kekuatan lini tengah tetap terjaga sekaligus memastikan para pemain berada dalam kondisi siap tempur.

    Pada akhirnya, pandangan Herdman mengenai kartu merah Thom Haye memperlihatkan pendekatan yang lebih menekankan pada mentalitas dan kebersamaan tim.

    Kartu merah itu memang memaksa Indonesia berjuang lebih keras. Namun, keberhasilan bertahan selama sebagian besar pertandingan dengan 10 pemain menjadi pengalaman yang dapat memperkuat karakter skuad Garuda.

    Kini, tantangan berikutnya sudah menanti. Setelah melewati ujian berat kontra Malaysia, Indonesia harus kembali fokus menghadapi Bangladesh demi menjaga peluang melangkah lebih jauh di FIFA ASEAN Cup 2026.

    #TimnasIndonesia #JohnHerdman #ThomHaye #TimnasGaruda #IndonesiaVsMalaysia #FIFAAseanCup2026 #GarudaIndonesia #MaartenPaes #SepakBolaIndonesia #BeritaTimnas #HasilIndonesiaVsMalaysia #TimnasIndonesiaTerbaru #GarudaMendunia #BeritaOlahraga #FIFAAseanCup

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Dua Talenta Muda Kotabaru Tembus PSM Makassar Academy U20, Siap Bawa Nama Daerah ke Level Nasional

    26/09/2026

    Bukan Kaleng-Kaleng! Taekwondo Kotabaru Borong 46 Emas, Sabet Juara Umum 1 dan 2 Se-Kalselteng

    22/09/2026

    Sempat Unggul 3-0, GSI Putra Kotabaru Harus Takluk di Babak Adu Penalti Final Kalsel 2026

    14/09/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Ditahan Malaysia 0-0, John Herdman Anggap Kartu Merah Thom Haye Berkah bagi Garuda

    30/09/2026

    Paus Raksasa Terdampar di Perairan Riau, KKP Kirim Sampel ke BRIN untuk Ungkap Jenisnya

    30/09/2026

    Operasi SAR KM Virgo Transport 8: Dari Laut Jawa hingga Pesisir Sukamara, Pencarian Korban Terus Bergulir

    30/09/2026

    BMKG Keluarkan Peringatan Dini, 4 Daerah di Kalsel Berpotensi Dihantam Hujan dan Angin Kencang

    30/09/2026
    Berita Pilihan
    Olahraga

    Ditahan Malaysia 0-0, John Herdman Anggap Kartu Merah Thom Haye Berkah bagi Garuda

    30/09/2026 Olahraga

    PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, punya cara pandang tak biasa setelah skuad…

    Paus Raksasa Terdampar di Perairan Riau, KKP Kirim Sampel ke BRIN untuk Ungkap Jenisnya

    30/09/2026

    Operasi SAR KM Virgo Transport 8: Dari Laut Jawa hingga Pesisir Sukamara, Pencarian Korban Terus Bergulir

    30/09/2026

    BMKG Keluarkan Peringatan Dini, 4 Daerah di Kalsel Berpotensi Dihantam Hujan dan Angin Kencang

    30/09/2026

    Recent Posts

    • Ditahan Malaysia 0-0, John Herdman Anggap Kartu Merah Thom Haye Berkah bagi Garuda
    • Paus Raksasa Terdampar di Perairan Riau, KKP Kirim Sampel ke BRIN untuk Ungkap Jenisnya
    • Operasi SAR KM Virgo Transport 8: Dari Laut Jawa hingga Pesisir Sukamara, Pencarian Korban Terus Bergulir
    • BMKG Keluarkan Peringatan Dini, 4 Daerah di Kalsel Berpotensi Dihantam Hujan dan Angin Kencang
    • Cegah Masalah Hukum Sejak Dini, Pemkab Balangan Gandeng Kejari Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

    Recent Comments

    1. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    2. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    3. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    4. lanacurvaf mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    5. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    Oktober 2026
    SSRKJSM
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031 
    « Sep    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.