PUBLIKAINDONESIA.COM, SAMARINDA – Upaya memperkuat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Timur mulai diarahkan tidak hanya pada pengembangan usaha, tetapi juga peningkatan kemampuan digital dan pemahaman terhadap perlindungan konsumen.
Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan antara perwakilan manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kaltimtara, Zailla bersama sejumlah rekan kerja, dengan Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Borneo Kalimantan di Samarinda, Minggu (21/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membuka peluang kolaborasi dalam memberikan edukasi kepada pelaku UMKM di Kaltim agar semakin siap menghadapi perubahan pola bisnis di era digital.
Melalui sinergi tersebut, PLN dan LPKSM Borneo Kalimantan mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar, tetapi juga memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen maupun pelaku usaha.
Literasi digital menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Pelaku UMKM dinilai membutuhkan pendampingan agar mampu memanfaatkan ekosistem digital secara lebih optimal, mulai dari memperluas jangkauan pasar hingga memahami aspek perlindungan konsumen.
Kolaborasi PLN dan LPKSM Borneo Kalimantan diharapkan dapat membuka ruang edukasi yang lebih luas bagi pelaku usaha di Kalimantan Timur.
Tidak hanya soal bagaimana produk bisa dipasarkan secara digital, tetapi juga bagaimana pelaku usaha menjalankan aktivitas bisnis secara aman, bertanggung jawab dan berintegritas.
Di tengah pembahasan mengenai pemberdayaan UMKM, isu kelistrikan di Kalimantan Timur juga ikut menjadi perhatian.
Gangguan dan pemadaman listrik bergilir yang terjadi belakangan ini menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Perwakilan PLN menyampaikan penjelasan terkait kondisi sistem kelistrikan dan faktor yang disebut menjadi penyebab gangguan.
Menurut penjelasan pihak PLN, gangguan tersebut bukan disebabkan kelangkaan pasokan batu bara di Kalimantan Timur.
Kendala disebut bersumber dari faktor teknis pada sejumlah komponen mesin pembangkit atau *engine* dari fasilitas Independent Power Plant (IPP) yang menopang sistem kelistrikan.
Sejumlah fasilitas tersebut secara bersamaan juga menjalani proses maintenance overhaul atau pemeliharaan dan perawatan menyeluruh.
Kondisi tersebut kemudian berdampak pada kemampuan pasokan daya.
Dalam penjelasan yang disampaikan, defisit daya disebut mencapai sekitar 100 megawatt (MW).
PLN disebut terus mempercepat proses pemulihan agar sistem kelistrikan dapat kembali beroperasi secara normal.
Persoalan pemadaman listrik juga sebelumnya menjadi perhatian berbagai pihak di Kalimantan Timur.
Dalam pertemuan tersebut, aspirasi terkait perlunya perhatian terhadap masyarakat yang terdampak turut menjadi catatan.
Termasuk desakan dari DPRD Kalimantan Timur agar PLN memberikan perhatian dan bentuk kompensasi nyata kepada masyarakat yang terdampak gangguan kelistrikan.
Hal tersebut menjadi bagian dari masukan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai pengguna listrik.
Pertemuan PLN dan LPKSM Borneo Kalimantan kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol kemitraan.
Ketua LPKSM Borneo Kalimantan menyerahkan buku panduan berjudul “Kisi-Kisi Perlindungan Konsumen Kedaulatan Digital”kepada pihak PLN.
Buku tersebut diharapkan menjadi bahan rujukan untuk pembahasan dan edukasi lebih lanjut mengenai perlindungan konsumen di tengah semakin luasnya aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di ruang digital.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kali pertemuan.
Ke depan, sinergi PLN Kaltimtara dan LPKSM Borneo Kalimantan diarahkan untuk memperkuat edukasi, pengawasan serta pemahaman mengenai hak konsumen dan pelaku usaha.
Di tengah pertumbuhan ekonomi digital, UMKM tidak hanya dituntut semakin produktif dan mampu memperluas pasar.
Mereka juga perlu memiliki pemahaman yang kuat mengenai literasi digital, perlindungan konsumen dan praktik usaha yang bertanggung jawab.
Dari Samarinda, kolaborasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendorong ekosistem UMKM Kaltim yang semakin adaptif di era digital.
#PLNKaltimtara #PLN #PemadamanListrikKaltim #ListrikKaltim #KalimantanTimur #Kaltim #Samarinda #UMKMKaltim #UMKMIndonesia #LPKSMBorneoKalimantan #PerlindunganKonsumen #LiterasiDigital #KedaulatanDigital #EkonomiKaltim #BeritaKaltim #InfoKaltim #BeritaSamarinda #KelistrikanKaltim #PelayananPublik #BeritaTerkini

