PUBLIKAINDONESIA.COM, KENDARI – Sebuah video pertemuan antara perempuan berinisial SU (44) dan mantan suaminya, Iqbal, di Polresta Kendari menjadi sorotan setelah beredar di media sosial.
Pertemuan tersebut dilakukan setelah Iqbal ditangkap terkait dugaan perampokan dan kekerasan seksual terhadap SU.

Dalam video yang beredar, SU terlihat menangis saat berada di hadapan Iqbal. Namun, respons sejumlah polisi yang berada di lokasi justru ikut menjadi perhatian publik.
Kasatreskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau terlihat meminta SU agar tidak menangis dengan nada tinggi. Sementara Kanit Buser 77 Polresta Kendari Ipda M Ichsan Aqsyar Rahman terdengar tertawa dan menyamakan suasana pertemuan tersebut dengan program reality show *Termehek-mehek*. Peristiwa itu diberitakan sejumlah media lokal dan nasional setelah videonya beredar
Sikap tersebut kemudian menuai sorotan, terutama karena SU merupakan korban dalam perkara dugaan kekerasan seksual yang sedang ditangani kepolisian. Hingga pemberitaan sejumlah media tersebut terbit, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polresta Kendari terkait pertemuan dan respons petugas dalam video tersebut.
Kasus yang menyeret Iqbal bermula pada Senin, 14 September 2026 sekitar pukul 02.30 WITA.
Saat itu, SU disebut sedang tidur di rumahnya. Ia kemudian terbangun setelah menyadari adanya seseorang di dalam kamar.
Berdasarkan keterangan korban yang diberitakan sejumlah media, pelaku diduga membekap mulut SU sembari mengancam menggunakan pisau. Pelaku kemudian menggunakan lakban untuk menutup mulut dan mata korban serta mengikat kedua tangannya.
Dalam kondisi tersebut, pelaku diduga mengambil sejumlah barang berharga milik korban, di antaranya dua cincin emas dan enam jam tangan.
Korban kemudian dibawa ke kamar lain dan menurut keterangannya mengalami kekerasan seksual secara paksa.
Iqbal yang disebut sebagai mantan suami korban kemudian ditangkap oleh Tim Buser 77 Satreskrim bersama Unit Kamneg Satintelkam Polresta Kendari pada Kamis (17/9/2026).
Setelah penangkapan, SU dan Iqbal kemudian dipertemukan oleh aparat kepolisian.
Namun, bukannya hanya menjadi bagian dari penanganan perkara, pertemuan tersebut justru berkembang menjadi sorotan setelah rekamannya tersebar di media sosial.
Tangisan SU ketika berhadapan dengan mantan suaminya menjadi salah satu bagian yang paling banyak diperbincangkan.
Sejumlah pemberitaan menyebut respons kedua anggota polisi tersebut memicu kritik dari publik. Salah satu pemberitaan juga memuat adanya desakan dari pihak advokat di Sulawesi Tenggara agar sikap aparat dalam peristiwa tersebut dievaluasi.
Di sisi lain, proses hukum terhadap Iqbal tetap berjalan. Polisi sebelumnya menyebut telah melakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dalam perkara dugaan perampokan serta kekerasan seksual tersebut.
Kasus ini kini menjadi perhatian bukan hanya karena dugaan tindak pidana yang dialami korban, tetapi juga karena cara korban dan terduga pelaku dipertemukan serta sikap aparat dalam pertemuan tersebut.
#PolrestaKendari #Kendari #SulawesiTenggara #KasusKendari #KriminalKendari #KekerasanSeksual #Perampokan #Buser77 #BeritaKendari #BeritaSultra #InfoKendari #BeritaTerkini #BeritaKriminal #ViralKendari #Polisi #HukumDanKriminal

