PUBLIKAINDONESIA.COM, MARTAPURA – Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Barakat Mandiri Sejahtera KORPRI Kabupaten Banjar tengah menghadapi ujian berat. Beban utang yang besar, semakin banyaknya anggota yang keluar, hingga menurunnya pembayaran iuran membuat kondisi keuangan koperasi kian tertekan.
Situasi tersebut menjadi pembahasan utama dalam Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) yang digelar di Guest House Sultan Sulaiman, Martapura, Kamis (16/7/2026).
RALB digelar sebagai langkah penyelamatan agar koperasi yang selama ini menjadi wadah ekonomi bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar tidak semakin terpuruk.
Ketua KPRI Barakat Mandiri Sejahtera, Rahmadi, mengakui kondisi koperasi saat ini memang tidak mudah. Menurutnya, persoalan yang dihadapi bukan hanya utang yang cukup besar, tetapi juga menurunnya jumlah anggota aktif dan minimnya pemasukan dari iuran bulanan.
“Saat ini koperasi terbebani utang yang cukup besar. Kondisi itu diperparah karena banyak anggota yang keluar dan menarik simpanannya. Di sisi lain, pembayaran iuran anggota juga terus menurun sehingga dana yang masuk semakin sedikit,” ujarnya.
Rahmadi menjelaskan, berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan pengurus untuk menyelamatkan kondisi koperasi, termasuk mendatangi langsung para debitur yang mengalami kredit macet.
Namun, langkah tersebut belum mampu memberikan hasil yang signifikan.
“Kami sudah melakukan berbagai cara, termasuk jemput bola kepada kredit-kredit macet. Tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Karena itu kami terpaksa menggelar rapat anggota luar biasa untuk mencari solusi bersama,” katanya.
Pengurus Diberi Kesempatan 6 Bulan
Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah memberikan kesempatan kepada pengurus lama untuk tetap menjalankan tugas selama enam bulan ke depan, meskipun masa kepengurusan sebenarnya telah berakhir.

Masa transisi itu dimanfaatkan untuk membentuk satuan tugas (Satgas) yang akan fokus mengurai berbagai persoalan yang membelit koperasi.
“Sesuai hasil rapat, kami diberikan waktu enam bulan untuk masa transisi. Dalam waktu itu akan dibentuk Satgas guna menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada agar koperasi bisa kembali normal,” jelas Rahmadi.
Sekda Banjar: Jangan Sampai Koperasi Ini Bubar
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea, S.STP., M.H. yang turut hadir dalam rapat tersebut menegaskan pemerintah daerah tidak ingin KPRI Barakat Mandiri Sejahtera mengalami pembubaran.

Menurutnya, koperasi milik ASN itu pernah menjadi salah satu koperasi yang berkembang baik. Namun sejak 2021, kondisi likuiditas keuangan terus mengalami penurunan hingga berdampak serius terhadap operasional koperasi.
“Dari hasil pembahasan tadi memang terlihat banyak tantangan yang dihadapi. Persoalan likuiditas keuangan sejak tahun 2021 sangat memengaruhi kondisi koperasi hingga mengarah pada situasi yang cukup mengkhawatirkan,” ujarnya.
Yudi mengatakan pemerintah daerah memberikan waktu enam bulan kepada pengurus untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
Fokus utama yang harus segera diselesaikan adalah penanganan aset koperasi, termasuk penyelesaian kredit macet yang selama ini membebani keuangan.
“Kami meminta pengurus memaksimalkan aset yang dimiliki, terutama menyelesaikan kredit-kredit macet. Kami juga merekomendasikan agar segera berkonsultasi dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan serta membentuk Satgas agar persoalan ini bisa diselesaikan secara terukur,” tegasnya.
Dinas Koperasi Kalsel Siap Dampingi
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, Muhriadi S.Sos,M.M, memastikan pihaknya siap memberikan pendampingan kepada pengurus koperasi.

Menurutnya, seluruh aspirasi anggota yang muncul dalam rapat harus dijadikan dasar untuk menyusun langkah penyelamatan koperasi.
“Pengurus silakan menampung seluruh aspirasi anggota, kemudian merumuskan solusi terbaik. Kami membuka ruang konsultasi seluas-luasnya karena koperasi ini merupakan bagian dari binaan kami. Harapannya seluruh kendala dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.
Melalui masa transisi enam bulan ke depan, seluruh pihak berharap KPRI Barakat Mandiri Sejahtera mampu bangkit dari tekanan keuangan, memperbaiki tata kelola organisasi, serta kembali menjadi koperasi yang sehat dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya.
#KabupatenBanjar #Koperasi #KORPRI #Martapura #Kalsel #BeritaBanjar #Ekonomi #ASN #KoperasiIndonesia #NewsUpdate

