Oleh : M. Irfan Fajrianur, SE, SH, CPM
Gus Nafik dikenal sebagai pendiri sekaligus pengasuh Pondok Singgah dan Pesantren Rehabilitasi Mental Sapu Jagad. Fokus pada misi kemanusiaan dan sosial, khususnya dalam merawat serta membimbing kelompok masyarakat yang sering kali terpinggirkan.
Fokus dan Sasaran Rehabilitasi
Menjadikan Pesantren rumah dan tempat bimbingan bagi:
-Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)
-Anak-anak jalanan
-Korban penyalahgunaan narkoba
Metode Pendekatan
Dalam menyembuhkan dan memulihkan para santri, menerapkan metode yang humanis dan religius, antara lain:
Pendekatan Spiritual: Menggunakan kekuatan doa, amalan dzikir, dan lantunan selawat.
Dukungan Psikologis: Pendekatan yang menyentuh sisi kemanusiaan, bertujuan untuk memanusiakan kembali para santri agar bisa diterima dengan baik di masyarakat.
Lokasi: Kencong, Kediri, Jawa Timur.
Berikut adalah 3 kisah singkat karomah Gus Nafik Kencong (Kediri) yang dibungkus dalam laku unik dan spontan beliau:
1. *Isyarat “Ludah Mobil” yang Menjadi Nyata (Kisah Ustadz Solmed)*
Saat sedang berkendara bersama, Gus Nafik tiba-tiba melakukan tindakan nyentrik dengan berulang kali meludahi bagian dalam mobil Ustadz Solmed. Ketika ditanya alasannya, Gus Nafik menjawab santai bahwa itu adalah bentuk doa agar mobil tersebut segera diganti dengan Toyota Alphard. Tidak butuh waktu lama, selorohan spontan itu benar-benar terbukti nyata seiring mengalirnya rezeki Ustadz Solmed.
2. *Melunakkan Hati Penjaga Raudhah (Kisah KH. Anwar Zahid)*
Ketika berada di Masjid Nabawi,” Madinah, Gus Nafik mengajak rombongannya termasuk KH. Anwar Zahid masuk ke area makam Nabi Muhammad SAW (Raudhah) tanpa mengantongi Tasreh (surat izin resmi). Saat berhadapan dengan para petugas keamanan (Askar) Arab Saudi yang terkenal galak, Gus Nafik hanya tersenyum dan memberikan isyarat sapaan tangan yang akrab. Secara ajaib, hati para Askar melunak; mereka langsung membungkuk takzim dan mempersilakan rombongan masuk tanpa pemeriksaan sama sekali.
3. *Karomah Sepasang Sandal untuk Tokoh Nasional (Kisah Bersama Irfan & Jenderal Hendropriyono)*
Di Kraton Majapahit Jakarta, Gus Nafik yang berkarakter majdzub (tidak bisa diatur protokol manusia) tiba-tiba membatalkan jadwal siang, namun mendadak hadir esok sore berikut nya, Kedatangan spontan ini bertepatan dengan Jenderal TNI (Purn.) AM Hendropriyono yang tiba-tiba memutar balik mobilnya untuk kembali ke kraton. Tanpa memedulikan protokoler negara, Gus Nafik langsung nyelonong menghampiri sang jenderal dan menyodorkan sepasang sandal yang ternyata ukurannya sangat pas di kaki beliau. Pak Hendropriyono pun tertegun dan berucap bahwa Gus Nafik adalah tamu agung yang kehadirannya telah dijadwalkan oleh Allah.
– Bagi yang ingin melakukan silaturahim silahkan hubungi nomor Gus Nafik 081259996689 –


