PUBLIKAINDONESIA.COM, TANAH BUMBU – Kabupaten Tanah Bumbu kembali mencatat sejarah penting. Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, secara resmi memimpin prosesi *groundbreaking* pembangunan pabrik amunisi milik PT Pindad di Batulicin, Sabtu (4/7/2026).
Pembangunan pabrik tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus meningkatkan kesiapan logistik pertahanan Indonesia di masa depan.
Pabrik yang dibangun di Batulicin ini akan menjadi fasilitas produksi amunisi ketiga milik PT Pindad, setelah sebelumnya perusahaan pelat merah tersebut memiliki pabrik serupa di Bandung, Jawa Barat, dan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kehadiran fasilitas baru di Kalimantan Selatan ini sekaligus menandai semakin besarnya peran Pulau Kalimantan dalam mendukung sektor pertahanan nasional.
Dalam sambutannya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pembangunan pabrik bukan sekadar proyek industri, melainkan bagian dari upaya memperkuat kemampuan bangsa dalam memenuhi kebutuhan pertahanan secara mandiri.
Pabrik tersebut diproyeksikan mampu memproduksi amunisi kaliber 5,56 x 45 milimeter berstandar NATO dengan kapasitas mencapai 85 juta butir setiap tahun. Kapasitas produksi tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki industri pertahanan modern dan berdaya saing.
Selain memperkuat sektor pertahanan, pembangunan pabrik juga diperkirakan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui terbukanya lapangan pekerjaan, peningkatan investasi, hingga berkembangnya sektor pendukung lainnya di Kabupaten Tanah Bumbu.
Prosesi peletakan batu pertama turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen Muhammad Saleh Mustafa, Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, serta pengusaha nasional asal Batulicin, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam.
Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan besarnya dukungan terhadap pembangunan industri strategis nasional yang diharapkan mampu menjadi motor penguatan sistem pertahanan Indonesia sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
Dengan dimulainya pembangunan pabrik amunisi PT Pindad di Batulicin, Kalimantan Selatan kini tidak hanya dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alam, tetapi juga mulai menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan industri pertahanan nasional yang akan menopang kemandirian bangsa di masa mendatang.
#PTPindad #Batulicin #TanahBumbu #KalimantanSelatan #MenhanRI #SjafrieSjamsoeddin #PabrikAmunisi #IndustriPertahanan #HajiIsam #PertahananNasional #BeritaKalsel #IndonesiaMaju #Investasi #EkonomiDaerah #FYP #ViralNews #PublikaIndonesia

