PUBLIKAINDONESIA.COM, MARTAPURA – Semangat membangun budaya literasi di tingkat desa terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Banjar. Melalui Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tahun 2026, perpustakaan tidak lagi dipandang sekadar tempat menyimpan buku, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat belajar, berbagi informasi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Komitmen tersebut terlihat saat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Banjar mengumumkan para pemenang Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan se-Kabupaten Banjar, Rabu (3/6/2026).
Kepala Dispersip Kabupaten Banjar, Hj Kencana Wati, mengatakan lomba ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan perpustakaan desa dan kelurahan agar semakin inovatif, aktif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era modern.
Menurutnya, perpustakaan memiliki peran penting sebagai pusat literasi yang dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong perpustakaan desa dan kelurahan terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, serta menjadi motor penggerak tumbuhnya budaya membaca di tengah masyarakat,” ujar Kencana.
Ia mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam lomba tersebut. Menurutnya, antusiasme peserta menjadi bukti bahwa semangat membangun literasi di Kabupaten Banjar terus berkembang dari tahun ke tahun.
“Partisipasi yang luar biasa ini menunjukkan adanya komitmen bersama untuk menjadikan perpustakaan sebagai sarana pendidikan, sumber informasi, sekaligus wadah pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Dari hasil penilaian yang dilakukan tim juri, terpilih 10 perpustakaan desa terbaik di Kabupaten Banjar. Enam perpustakaan dengan nilai tertinggi mendapatkan penghargaan sebagai Perpustakaan Desa Terbaik Tahun 2026.
Kencana berharap penghargaan yang diraih dapat menjadi motivasi bagi para pemenang untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan berbagai program inovatif yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil meraih penghargaan, ia meminta agar hasil penilaian dijadikan bahan evaluasi untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan di masa mendatang.
“Yang terpenting bukan hanya menjadi juara, tetapi bagaimana perpustakaan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan menjadi pusat pembelajaran yang hidup di desa masing-masing,” ungkapnya.
Ia juga berharap perpustakaan desa dan kelurahan di Kabupaten Banjar terus bertransformasi menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program produktif dan berkelanjutan.
Adapun 10 Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Kabupaten Banjar Tahun 2026 yakni Perpustakaan Desa Pasayangan Barat, Desa Indrasari, Desa Salat Makmur, Desa Astambul Seberang, Desa Tambak Anyar Ilir, Desa Sungai Lakum, Desa Keladan Baru, Desa Kelampaian Ilir, Desa Pemangkih Darat, dan Desa Bawahan Seberang.
Para pemenang menerima piagam penghargaan, trofi, serta uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh Kepala Dispersip Kabupaten Banjar.
Melalui ajang ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap gerakan literasi terus tumbuh hingga ke pelosok desa, sehingga perpustakaan tidak hanya menjadi ruang membaca, tetapi juga menjadi pusat lahirnya masyarakat yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.
#KabupatenBanjar #Martapura #DispersipBanjar #PerpustakaanDesa #LiterasiDesa #BudayaMembaca #PerpustakaanTerbaik2026 #BanjarMaju #PendidikanBanjar #LiterasiIndonesia #PerpustakaanInklusiSosial #BeritaBanjar #InfoMartapura #KalimantanSelatan #BanjarHits #PerpustakaanKelurahan #PemkabBanjar #KencanaWati #LiterasiMasyarakat #BanjarCerdas

