PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menghadirkan program mudik gratis bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman.


Program yang difasilitasi melalui Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan ini menjadi salah satu bentuk pelayanan pemerintah untuk memberikan transportasi yang aman, nyaman, sekaligus membantu masyarakat mengurangi beban biaya perjalanan saat Lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, M. Fitri Hernadi, menjelaskan bahwa program tersebut telah beberapa kali dilaksanakan dan selalu melibatkan berbagai pihak yang bergerak di sektor transportasi.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai stakeholder, mulai dari Jasa Raharja, Badan Narkotika Nasional, Dinas Kesehatan, penyedia kendaraan dari sejumlah SKPD, hingga asosiasi pemilik kendaraan.
“Program mudik gratis ini sudah kesekian kalinya dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama para stakeholder perhubungan,” ujar Fitri.
Untuk mendukung program tersebut, Dishub Kalsel menyiapkan **27 unit minibus** yang akan mengangkut pemudik dari beberapa titik keberangkatan.
Titik utama keberangkatan berada di Terminal Kilometer 6 Banjarmasin, sementara sebagian armada lainnya diberangkatkan dari Banjarbaru.
Fitri menjelaskan, setiap kendaraan sebenarnya mampu menampung sekitar 12 penumpang. Namun demi kenyamanan perjalanan, jumlah penumpang dibatasi maksimal 10 orang per kendaraan agar tersedia ruang untuk barang bawaan.
“Di Banjarbaru ada 9 unit kendaraan, sementara yang paling banyak berangkat dari Banjarmasin,” jelasnya.
Program mudik gratis tahun ini menyediakan rute menuju wilayah **Banua Anam** serta Kotabaru.
Dari dua tujuan tersebut, wilayah Banua Anam menjadi yang paling banyak diminati masyarakat, terutama perjalanan menuju Amuntai.
“Dari dua tujuan yang kita siapkan, yang paling banyak diminati masyarakat saat ini adalah tujuan Banua Anam, khususnya ke Kota Amuntai,” kata Fitri.
Pada tahun ini, pemerintah juga mengampanyekan masyarakat untuk mudik lebih awal. Imbauan tersebut sejalan dengan arahan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia guna mengurangi potensi kemacetan menjelang puncak arus mudik.
Menurut Fitri, masa libur Lebaran tahun ini cukup panjang sehingga masyarakat diharapkan tidak melakukan perjalanan secara bersamaan mendekati hari raya.
“Jika masyarakat mudik secara bersamaan mendekati Lebaran, potensi kemacetan tentu meningkat. Dengan mudik lebih awal dan arus balik bertahap, kita berharap kepadatan lalu lintas bisa dihindari,” jelasnya.
Selain itu, Dishub juga mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat menuju kawasan wisata setelah Lebaran dengan melakukan koordinasi jadwal transportasi bersama berbagai pihak.
Pelepasan rombongan peserta mudik gratis dilakukan oleh Muhidin yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalsel, Ariadi Noor, di Banjarmasin pada Sabtu (14/3/2026).
Ariadi mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah agar masyarakat dapat merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman tanpa terbebani biaya perjalanan.
“Program ini adalah komitmen Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus dilaksanakan dan bahkan ditingkatkan setiap tahun,” ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya fasilitas mudik gratis, masyarakat dapat menghemat biaya perjalanan dan memanfaatkannya untuk kebutuhan keluarga saat Lebaran.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta mudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran perjalanan.
“Keselamatan adalah yang utama. Tujuan dari perjalanan ini adalah untuk kembali berkumpul bersama keluarga dalam suasana Idulfitri yang penuh kebahagiaan,” tegasnya.
#MudikGratis #MudikGratisKalsel #PemprovKalsel #DishubKalsel #MudikLebaran2026 #Banjarmasin #Banjarbaru #BanuaAnam #Amuntai #BeritaKalimantanSelatan

