PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Harapan publik Papua untuk melihat Persipura Jayapura kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia kian terbuka lebar. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu kini berada di posisi kedua klasemen sementara Grup Timur Championship 2025/2026 membuka peluang besar promosi ke Super League musim depan.


Sejak turun kasta pada musim 2021/2022, Persipura terus berjuang mencari momentum kebangkitan. Kini, di bawah manajer anyar Owen Rahadiyan, optimisme itu kembali menyala.
Namun Owen memilih langkah berbeda. Alih-alih mengobral target juara, ia berbicara soal fondasi dan masa depan jangka panjang klub.
Menariknya, sebelum resmi bergabung, Owen mengaku sudah berdiskusi langsung dengan suporter setia Persipura. Ia tidak langsung menjanjikan promosi, melainkan mengajukan pertanyaan sederhana namun krusial.
“Kalau kita naik ke Super League, apa rencananya setelah itu?” ujarnya.
Bagi Owen, keselarasan visi antara manajemen dan suporter adalah kunci stabilitas klub. Ia mengaku memiliki pemikiran sendiri, tetapi tetap harus sinkron dengan ekspektasi pendukung.
Sebagian suporter memang berharap Persipura bisa langsung promosi dan menjadi juara di musim pertama. Namun Owen dengan tegas menyebut target tersebut tidak realistis.
“Kalau targetnya langsung juara musim depan, mungkin saya bukan orang yang tepat,” katanya jujur.
Menurut Owen, keberhasilan klub tidak bisa diukur hanya dari trofi atau posisi klasemen. Promosi tanpa sistem yang kuat justru berisiko membuat klub kembali terpuruk.
Ia menekankan pentingnya membangun manajemen profesional, tata kelola finansial yang sehat, serta ekosistem klub yang berkelanjutan.
“Percuma kalau hanya naik Super League tetapi sistem manajemen, profesionalisme, dan pengelolaan finansial tidak dibangun dengan baik,” tegasnya.
Bahkan definisi sukses versi Owen bukanlah soal prestasi saat ia menjabat, melainkan ketika suatu hari ia pergi, klub tetap berjalan stabil dengan sistem yang sudah terbentuk.
Musim ini, Persipura mengusung tema besar: satu hati, satu tujuan. Target jangka pendek tetap jelas promosi secepat mungkin, idealnya musim ini.
Namun setelah target itu tercapai, fokus langsung bergeser ke pembinaan pemain muda.
Papua dikenal sebagai gudangnya talenta sepak bola. Sayangnya, banyak pemain muda berbakat belum mendapatkan panggung.
Karena itu, manajemen akan menjalankan strategi scouting proaktif dengan turun langsung ke daerah-daerah untuk menjemput potensi terbaik.
“Banyak talenta di Papua yang sebenarnya punya kualitas, hanya kurang kesempatan tampil. Kami akan aktif mencari dan membina mereka,” tutup Owen.
Dengan posisi runner-up di Grup Timur Championship 2025/2026, peluang promosi memang terbuka. Namun di balik ambisi tersebut, Persipura kini sedang membangun sesuatu yang lebih besar dari tiket ke Super League yakni sistem yang kuat dan masa depan yang berkelanjutan.
Apakah musim ini menjadi titik balik kebangkitan Mutiara Hitam? Waktu yang akan menjawab.
#Persipura #PersipuraJayapura #SuperLeague #Championship2025 #OwenRahadiyan #SepakBolaIndonesia #MutiaraHitam #PapuaFootball #PromosiLiga #BeritaBola

