PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Komitmen Kalimantan Selatan dalam menjaga hutan dan pesisir makin serius. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, menghadiri proses verifikasi proposal rehabilitasi mangrove dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang dibiayai skema FOLU Net Sink 2030, Selasa (24/2/2026).


Tahapan ini bukan sekadar formalitas. Verifikasi menjadi “gerbang utama” untuk memastikan seluruh program siap secara teknis, administratif, hingga kesiapan lapangan sebelum benar-benar dieksekusi.
Dalam pemaparan usulan, Pemprov Kalsel mengajukan:
🌿 300 hektare rehabilitasi mangrove
Lokasi tersebar di:
* KPH Tanah Laut
* KPH Pulau Laut Sebuku
* KPH Kusan
* KPH Cantung
🌳 400 hektare Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL)
Berlokasi di:
* DTA Barabai
* DAS Riam Kiwa
Program RHL difokuskan pada kawasan perhutanan sosial dan Area Penggunaan Lain (APL), dengan tujuan memperkuat tata kelola kawasan sekaligus mendorong peran aktif masyarakat.
Artinya, bukan hanya menanam pohon tapi membangun sistem pengelolaan yang berkelanjutan.

Proses verifikasi dipimpin Fahrizal Fitri selaku Ketua Tim Verifikasi dan Asistensi FOLU. Tim melakukan pencermatan menyeluruh terhadap proposal, mulai dari kesiapan teknis, kondisi biofisik lahan, tingkat kerusakan, hingga dukungan kelembagaan kelompok tani.
Pemilihan lokasi mangrove pun diarahkan pada kawasan dengan probabilitas keberhasilan tinggi. Jadi bukan sekadar mengejar target luasan, melainkan memastikan tanaman benar-benar tumbuh dan memberi dampak.
Hasil verifikasi akan segera ditindaklanjuti dengan perbaikan dokumen dan asistensi intensif kepada unit pelaksana hingga batas waktu 10 Maret 2026, agar seluruh syarat pendanaan terpenuhi optimal.
Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, menegaskan harapannya agar program ini memberi dampak nyata.
“Kami berharap rehabilitasi mangrove dan RHL ini tidak hanya meningkatkan cadangan karbon, tetapi juga memperkuat ketahanan pesisir dan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan,” ujarnya.
Menurutnya, dengan verifikasi ketat dan pendampingan maksimal, Kalimantan Selatan siap berkontribusi nyata dalam mendukung target nasional FOLU Net Sink 2030 yakni sektor kehutanan dan penggunaan lahan yang mampu menyerap emisi lebih besar daripada yang dihasilkan.
Program ini menjadi sinyal bahwa rehabilitasi hutan kini tak lagi sebatas proyek penanaman massal. Pendekatannya lebih terukur, berbasis data, melibatkan masyarakat, dan dikawal ketat sejak tahap perencanaan.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, ratusan hektare hutan dan pesisir Kalsel akan memasuki fase pemulihan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
#FOLUNetSink2030 #RehabilitasiHutan #MangroveKalsel #DinasKehutananKalsel #LingkunganHidup #PerubahanIklim #RHL #KetahananPesisir #BeritaKalsel #GreenNews
