Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Polda Kalsel Kerahkan 2.189 Personel Amankan Mudik Lebaran

    12/03/2026

    Warteg Gratis Alfamart 2026 Hadir di 34 Kota, Libatkan 102 UMKM dan Bagikan 60 Ribu Paket Berbuka

    12/03/2026

    Situasi Politik Memanas: Iran Mundur dari Piala Dunia 2026 di AS!

    12/03/2026

    Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Harga Sembako di Pasar Kesatrian

    12/03/2026

    Polres Banjarbaru Siagakan 110 Personel Jelang Mudik Lebaran

    12/03/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Cap Go Meh 2026 di Pontianak dan Singkawang Meriah, 49 Naga Bersinar dan 727 Tatung Jadi Magnet Wisata

      05/03/2026

      Dari Banjir ke Bangkit: Maranting Menata Ulang Harapan Lewat River Tubing

      28/02/2026

      Sejuknya Bikin Lupa Pulang! Pesona Air Terjun Tayak di Halong

      27/02/2026

      Kelana Rasa Vol. 3: Grand Qin Banjarbaru Hadirkan Bukber Bertema “Journey to the Middle East”

      20/02/2026

      Kabar Baik! Klinik Vaksin Internasional Pertama Hadir di Puruk Cahu

      20/02/2026

      Balangan Health Run 4K, Cara Seru Warga Balangan Jaga Kesehatan

      15/12/2025

      Indonesia Siap Cetak Sejarah, Tim Muhammadiyah Dilirik WHO Jadi Pasukan Medis Dunia

      27/10/2025

      Workshop Nasional Kefarmasian 2025: Apoteker Didorong Jadi Garda Terdepan Atasi Hipertensi

      09/10/2025

      Lebih Irit dari Stylo 160? Kenalan Yuk Sama Honda Giorno!

      28/02/2026

      Kopdes Merah Putih di Konawe Selatan Ekspor 50 Ton Arang ke Tiongkok, Raup Rp734 Juta

      27/02/2026

      Toyota Kijang Super 2026 Resmi Comeback!, Legenda Keluarga Kini Lebih Modern dan Ramah Lingkungan

      27/02/2026

      💸 Lawan Pinjol, UMKM Tanah Bumbu Bisa Pinjam Modal Tanpa Bunga, Pemkab yang Bayar

      26/02/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Prabowo : “Sultan Kok di Belakang?”, Pangeran Cevi: Negara Mulai Melek Sejarah

    Prabowo : “Sultan Kok di Belakang?”, Pangeran Cevi: Negara Mulai Melek Sejarah

    Tim PublikaTim Publika19/01/2026

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Sorotan Presiden RI Prabowo Subianto terhadap penempatan kursi Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dalam sebuah acara kenegaraan dinilai sebagai tanda perubahan sikap negara terhadap adat dan kesultanan.

    Penilaian itu disampaikan Pangeran Cevi Yusuf Isnendar Al-Banjari, yang melihat momen tersebut sebagai sinyal negara mulai kembali memahami peran historis Raja dan Sultan dalam lahirnya Republik Indonesia.

    Insiden tersebut terjadi saat peresmian kilang Pertamina di Balikpapan, Senin (12/1), ketika Sultan Kutai Kartanegara, Yang Mulia Sultan Adji Muhammad Arifin, diketahui ditempatkan di barisan belakang tamu undangan. Situasi itu langsung disadari Presiden Prabowo saat menyebut nama Sultan di hadapan forum.

    “Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Adji Muhammad Arifin. Hadir? Yang Mulia. Sultan kok ditaruh di belakang?” ujar Presiden Prabowo sambil memberi isyarat agar Sultan berada di barisan depan.

    Bagi Pangeran Cevi, momen tersebut bukan sekadar kesalahan teknis protokoler, melainkan refleksi relasi negara dengan adat dan kesultanan yang selama ini kerap terpinggirkan.

    “Bagus ya, disuruh pindah duduknya ke depan. Mulai mengerti keberadaan Sultan di Indonesia. Alhamdulillah,” ujar Pangeran Cevi kepada Publika Indonesia, akhir pekan lalu.

    Ia menilai, selama bertahun-tahun kerajaan dan kesultanan sering diposisikan hanya sebagai simbol budaya dalam acara kenegaraan, tanpa pengakuan utuh atas kontribusi historisnya.

    Padahal, menurutnya, berdirinya Republik Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran dan kesepakatan para Raja dan Sultan.

    “Republik ini bisa terbentuk karena ada kesepakatan Raja dan Sultan. Bahkan modal awal pembentukan negara juga berasal dari mereka,” tegasnya.

    Pangeran Cevi merupakan keturunan keempat Pangeran Hidayatullah, Sultan Banjar yang diasingkan ke Cianjur dan kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional atas perannya memimpin Perang Banjar (1859–1863), salah satu perang terpanjang melawan kolonialisme sebelum kemerdekaan Indonesia.

    Pada 7 Mei 2025, Cevi dinobatkan sebagai Sultan Banjar Kalimantan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam prosesi penobatan di Kraton Majapahit, Jakarta. Ia menyebut pengabaian terhadap peran kerajaan telah berlangsung lama, namun belakangan mulai terlihat perubahan sikap di tingkat pusat.

    “Mereka lama diabaikan pemerintah, tapi sekarang mulai melek sejarah,” ujarnya.

    Ia mengaitkan perubahan tersebut dengan proses kebijakan pemerintah pusat terkait pengaturan kembali kedudukan Raja dan Sultan dalam sistem negara modern. Saat ini, menurutnya, masih berlangsung masa transisi regulasi, termasuk penyusunan petunjuk pelaksanaan dan teknis.

    “Nanti kalau sudah keluar, undang-undang kerajaan akan mengubah protokoler Raja dan Sultan dalam acara kenegaraan. Sekarang masih diproses di pusat, kalau sudah selesai baru diturunkan ke daerah,” jelasnya.

    Pangeran Cevi merujuk pada Rancangan Undang-Undang Pelestarian Kerajaan yang telah disahkan dalam Sidang Paripurna DPD RI ke-12 pada 14 Juli 2023. Regulasi ini disebut akan menjadi dasar hukum pengaturan hak dan kewajiban Raja dan Sultan, sekaligus memperkuat sistem bernegara dengan merujuk kembali pada spirit asli UUD 1945.

    “Di pusat sudah setengah jalan, tinggal finishing. Tapi yang penting, Pak Presiden sudah mengerti,” ujarnya.

    Menurut Pangeran Cevi, polemik kursi Sultan Kutai Kartanegara harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, terutama di Kalimantan Timur yang kini menjadi lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) wilayah dengan sejarah panjang kerajaan dan struktur adat yang masih hidup hingga hari ini.

    Ia menegaskan, pembangunan negara modern dan proyek strategis nasional tidak bisa dilepaskan dari penghormatan terhadap sejarah, adat, dan peran kerajaan yang turut membidani lahirnya Republik Indonesia.

     

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Situasi Politik Memanas: Iran Mundur dari Piala Dunia 2026 di AS!

    12/03/2026

    Momen Langka, Bupati Tanah Bumbu Buka Puasa Bersama Warga Binaan Lapas Batulicin

    12/03/2026

    Bupati Banjar Buka Puasa Bersama Wartawan, Dorong Media Aktif Beri Kritik dan Masukan

    12/03/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Polda Kalsel Kerahkan 2.189 Personel Amankan Mudik Lebaran

    12/03/2026

    Warteg Gratis Alfamart 2026 Hadir di 34 Kota, Libatkan 102 UMKM dan Bagikan 60 Ribu Paket Berbuka

    12/03/2026

    Situasi Politik Memanas: Iran Mundur dari Piala Dunia 2026 di AS!

    12/03/2026

    Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Harga Sembako di Pasar Kesatrian

    12/03/2026
    Berita Pilihan
    Banjarbaru

    Polda Kalsel Kerahkan 2.189 Personel Amankan Mudik Lebaran

    12/03/2026 Banjarbaru

    PUBLIKA INDONESIA, BANJARBARU – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) resmi memulai Operasi Ketupat Intan…

    Warteg Gratis Alfamart 2026 Hadir di 34 Kota, Libatkan 102 UMKM dan Bagikan 60 Ribu Paket Berbuka

    12/03/2026

    Situasi Politik Memanas: Iran Mundur dari Piala Dunia 2026 di AS!

    12/03/2026

    Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Harga Sembako di Pasar Kesatrian

    12/03/2026

    Recent Posts

    • Polda Kalsel Kerahkan 2.189 Personel Amankan Mudik Lebaran
    • Warteg Gratis Alfamart 2026 Hadir di 34 Kota, Libatkan 102 UMKM dan Bagikan 60 Ribu Paket Berbuka
    • Situasi Politik Memanas: Iran Mundur dari Piala Dunia 2026 di AS!
    • Satgas Pangan Polda Kalsel Sidak Harga Sembako di Pasar Kesatrian
    • Polres Banjarbaru Siagakan 110 Personel Jelang Mudik Lebaran

    Recent Comments

    1. EarnestHeS mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    2. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    3. RandomNameAgers mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    4. RandomNameAgers mengenai Masyarakat Kabupaten Banjar Masih Inginkan H Saidi Mansyur Untuk Memimpin
    5. ThomasAgers mengenai 135 Pelaku Diamankan, Polda Kalsel Tegas Berantas Premanisme Lewat Operasi Sikat Intan 2025
    Maret 2026
    SSRKJSM
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031 
    « Feb    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.