Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Berhasil Jadi 3 Besar Pada Turnamen Futsal Kalsel, SMAN 2 Kotabaru Kembali Harumkan Nama Daerah

    24/08/2026

    Bukan Barang Baru! Ini Jejak Klub Sepak Bola yang Beririsan dengan Kekuasaan Politik

    22/08/2026

    Go Mall Samarinda Buka Babak Baru, Gagas Ekosistem Perlindungan Konsumen Bersama UMKM

    22/08/2026

    REKONSTRUKSI EKOSISTEM PERLINDUNGAN KONSUMEN INDONESIA

    19/08/2026

    Diduga Rugikan Tujuh Pembeli Rp275 Juta, Transaksi Tanah di Banjarbaru Berujung Aduan ke Polisi

    19/08/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Sport Tourism di Banjarbaru Makin Hidup, Aeris Boxing Buka Arena untuk Lahirkan Petinju Hebat

      05/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Rayakan HUT ke-76 Kalsel, RSGM Gusti Hasan Aman Perkuat Edukasi Kesehatan Gigi Lewat Baksos hingga Lomba Kreatif

      20/07/2026

      Kalteng Tancap Gas Kembangkan Industri Obat Herbal, Bajakah hingga Pasak Bumi Disiapkan Tembus Pasar Nasional

      16/07/2026

      Donor Darah Berbonus Beras, Pakar Perlindungan Konsumen Ingatkan Potensi Celah Tata Kelola

      27/06/2026

      Senyum Ceria Anak Panti Jadi Bukti Kepedulian RSGM Gusti Hasan Aman

      30/04/2026

      Teknologi Hidrogen Mulai Diuji di Indonesia, ESDM : Emisi Bus Bakalan Turun Drastis

      16/08/2026

      Bibit Tanaman dari Taniran Kubah HSS Tembus Kaltim dan Kalteng, Dewan Dorong Pemasaran Lewat Digital

      14/08/2026

      WhatsApp Rilis 3 Fitur Baru untuk Grup, Ada @All hingga Polling Bisa Disembunyikan

      09/08/2026

      Berani Lawan Perusahaan Prancis, Burkina Faso Jatuhkan Denda Rp5 Miliar ke Canal+

      08/08/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Thailand dan Kamboja akan Duduk di Meja Damai Usai Bentrokan Berdarah

    Thailand dan Kamboja akan Duduk di Meja Damai Usai Bentrokan Berdarah

    Tim PublikaTim Publika29/07/2025

    PUBLIKAINDONESIA.COM, KUALA LUMPUR – Setelah lima hari bentrokan bersenjata yang menewaskan puluhan orang dan memaksa lebih dari 150 ribu warga mengungsi, Thailand dan Kamboja akhirnya bertemu dalam perundingan perdamaian di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (28/7/2025). Pertemuan ini menjadi langkah diplomatik pertama sejak pecahnya konflik perbatasan pada 24 Juli lalu.

    Dialog yang dimulai pukul 15.00 waktu Malaysia itu difasilitasi oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, yang saat ini menjabat sebagai Ketua ASEAN 2025. Hadir dalam pertemuan penting ini adalah Plt. Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet.

    “Pertemuan ini dimaksudkan untuk mendengarkan semua usulan yang bisa membantu mengembalikan perdamaian,” kata Jirayu Houngsub, juru bicara pemerintah Thailand, dikutip dari Bangkok Post.

    Langkah damai ini tidak lepas dari tekanan besar secara diplomatik dan ekonomi dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam pernyataan tajamnya dari Scotlandia pada Minggu (27/7), Trump mengancam tidak akan melanjutkan kesepakatan dagang dengan Thailand maupun Kamboja selama konflik masih berlangsung.

    “Saya katakan pada mereka, kami tidak akan bikin perjanjian dagang kalau kalian belum selesaikan perang ini. Saya rasa begitu saya menutup telepon, mereka langsung ingin menyelesaikannya,” ujar Trump.

    Lewat platform Truth Social, Trump menambahkan bahwa AS siap kembali membahas perdagangan begitu perdamaian tercapai.

    “Saat semuanya selesai dan perdamaian tercapai, saya menantikan menyelesaikan kesepakatan dagang kita!” tulisnya.

    Sebagai bentuk komitmen, Washington mengirimkan tim mediasi ke Kuala Lumpur. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa para pejabat AS kini sudah berada di lokasi dan terus menjalin komunikasi dengan kedua belah pihak.

    “Kami ingin konflik ini segera berakhir. Baik Presiden Trump dan saya tetap terlibat langsung dengan masing-masing pemimpin,” kata Rubio.

    Selain AS, China juga dilaporkan akan turut serta dalam proses perundingan. Beijing adalah mitra dagang utama bagi Thailand dan Kamboja, serta dikenal sebagai salah satu pendukung kuat pemerintah Phnom Penh.

    Meski telah duduk di meja perundingan, posisi kedua negara masih belum sepenuhnya sejajar. Kamboja menyatakan kesiapan menghentikan tembakan tanpa syarat, sementara Thailand hanya bersedia jika gencatan senjata diiringi dengan penarikan pasukan dan penghentian penggunaan senjata berat.

    “Pemerintah Thailand tetap berkomitmen mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayah. Setiap jengkalnya,” tegas Jirayu.

    Konflik di sepanjang perbatasan kedua negara yang membentang lebih dari 800 kilometer telah menelan korban jiwa sedikitnya 35 orang, termasuk 8 tentara Thailand dan 5 personel militer Kamboja. Kedua pihak saling menuduh telah menyerang wilayah sipil.

    Thailand mengklaim bahwa Kamboja menggunakan artileri berat pada Senin dini hari. Sebagai balasan, militer Thailand mengerahkan jet tempur F-16 dan Gripen untuk menggempur posisi militer lawan.

    Krisis kemanusiaan pun tak terelakkan. Lebih dari 150 ribu orang dilaporkan mengungsi dari wilayah konflik, menciptakan situasi darurat di daerah perbatasan.

    Meski perundingan digelar di bawah naungan ASEAN, sejumlah pengamat mempertanyakan mengapa organisasi kawasan ini kalah cepat dibandingkan tekanan eksternal, terutama dari AS.

    “Thailand dan Kamboja seharusnya tak perlu menunggu tekanan Trump, dan bisa mengandalkan ASEAN sejak awal,” kata Fuadi Pitsuwan, dosen hubungan internasional Universitas Thammasat, Thailand.

    Pertemuan di Kuala Lumpur hari ini dinilai sebagai ujian kredibilitas ASEAN dalam merespons konflik antaranggota. Organisasi ini sebelumnya pernah dikritik karena lamban dalam menangani krisis di Myanmar.

    Hasil dari pertemuan ini akan sangat menentukan arah konflik ke depan—apakah menuju gencatan senjata jangka panjang atau kembali ke medan pertempuran. Dengan keterlibatan kekuatan besar seperti AS dan China, serta harapan masyarakat regional terhadap stabilitas kawasan, seluruh mata kini tertuju pada meja perundingan di Kuala Lumpur.

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Berani Lawan Perusahaan Prancis, Burkina Faso Jatuhkan Denda Rp5 Miliar ke Canal+

    08/08/2026

    Migingo, Pulau Kecil Bernilai Jutaan Dolar, Diperebutkan Kenya dan Uganda

    24/07/2026

    DPRD Balangan Soroti Sistem Zonasi hingga Kekurangan Guru Pendamping, Pendidikan Jadi Perhatian Serius

    10/07/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Berhasil Jadi 3 Besar Pada Turnamen Futsal Kalsel, SMAN 2 Kotabaru Kembali Harumkan Nama Daerah

    24/08/2026

    Bukan Barang Baru! Ini Jejak Klub Sepak Bola yang Beririsan dengan Kekuasaan Politik

    22/08/2026

    Go Mall Samarinda Buka Babak Baru, Gagas Ekosistem Perlindungan Konsumen Bersama UMKM

    22/08/2026

    REKONSTRUKSI EKOSISTEM PERLINDUNGAN KONSUMEN INDONESIA

    19/08/2026
    Berita Pilihan
    Kalimantan Selatan

    Berhasil Jadi 3 Besar Pada Turnamen Futsal Kalsel, SMAN 2 Kotabaru Kembali Harumkan Nama Daerah

    24/08/2026 Kalimantan Selatan

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia olahraga pelajar Kabupaten Kotabaru. Tim futsal…

    Bukan Barang Baru! Ini Jejak Klub Sepak Bola yang Beririsan dengan Kekuasaan Politik

    22/08/2026

    Go Mall Samarinda Buka Babak Baru, Gagas Ekosistem Perlindungan Konsumen Bersama UMKM

    22/08/2026

    REKONSTRUKSI EKOSISTEM PERLINDUNGAN KONSUMEN INDONESIA

    19/08/2026

    Recent Posts

    • Berhasil Jadi 3 Besar Pada Turnamen Futsal Kalsel, SMAN 2 Kotabaru Kembali Harumkan Nama Daerah
    • Bukan Barang Baru! Ini Jejak Klub Sepak Bola yang Beririsan dengan Kekuasaan Politik
    • Go Mall Samarinda Buka Babak Baru, Gagas Ekosistem Perlindungan Konsumen Bersama UMKM
    • REKONSTRUKSI EKOSISTEM PERLINDUNGAN KONSUMEN INDONESIA
    • Diduga Rugikan Tujuh Pembeli Rp275 Juta, Transaksi Tanah di Banjarbaru Berujung Aduan ke Polisi

    Recent Comments

    1. lanacurvaf mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    2. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    3. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    4. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    5. auto glass replacement Greensboro mengenai MTQ Nasional ULM 2025, Rektor ULM: Dari MTQ Ini Akan Lahir Pemimpin Qur’ani untuk Indonesia
    Agustus 2026
    SSRKJSM
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31 
    « Jul    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.