PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Tahun 2026 mencatat momen langka dalam sejarah kalender dunia. Untuk pertama kalinya sejak abad ke-19, Ramadan, masa Prapaskah (Lent), dan Tahun Baru Imlek terjadi hampir bersamaan bahkan disebut berlangsung dalam rentang 24 jam.


Fenomena ini mempertemukan tiga tradisi besar lintas agama dan budaya dalam satu waktu: Islam, Kristen, dan masyarakat Tionghoa di berbagai belahan dunia.
Kenapa Bisa Terjadi Bersamaan?
Peristiwa ini terjadi karena ketiganya sama-sama berbasis kalender lunar atau dipengaruhi siklus bulan.
Ramadan mengikuti kalender Hijriah yang sepenuhnya berbasis peredaran bulan. Setiap tahun, Ramadan maju sekitar 10–11 hari dibanding kalender Masehi.
Prapaskah dalam tradisi Kristen dimulai pada Rabu Abu, yang penentuannya bergantung pada perhitungan Paskah yang juga dipengaruhi fase bulan setelah ekuinoks musim semi.
Sementara itu, Tahun Baru Imlek ditentukan berdasarkan kalender lunar Tiongkok, biasanya jatuh antara 21 Januari hingga 20 Februari.
Karena ketiganya memiliki hubungan erat dengan siklus bulan, pada tahun-tahun tertentu terjadi “pertemuan kalender” yang sangat jarang.
Terakhir Abad ke-19, Berikutnya Abad ke-22?
Sejumlah catatan menyebut fenomena seperti ini terakhir terjadi pada 1863, sekitar 163 tahun lalu. Momen serupa bahkan diperkirakan tidak akan terulang hingga abad ke-22, menjadikannya salah satu peristiwa kalender paling unik di era modern.
Meski masing-masing tradisi memiliki makna berbeda, ketiganya sama-sama menekankan refleksi, pembaruan diri, dan nilai kebersamaan.
Ramadan menjadi bulan penuh ibadah dan pengendalian diri bagi umat Islam.
Prapaskah adalah masa refleksi dan pertobatan bagi umat Kristen menjelang Paskah.
Sementara Tahun Baru Imlek identik dengan harapan baru, kebersamaan keluarga, serta doa untuk keberuntungan dan kesejahteraan.
Simbol Harmoni Lintas Budaya
Di tengah dunia yang sering diwarnai perbedaan, momen kalender 2026 ini menjadi simbol harmoni global. Tiga komunitas besar dunia menjalani periode spiritual dan budaya penting secara bersamaan.
Di berbagai negara multikultural, suasana ini terasa unik. Lampion Imlek, lantunan doa Ramadan, dan ibadah Prapaskah hadir hampir di waktu yang sama menciptakan atmosfer kebersamaan lintas iman yang jarang terjadi.
Fenomena ini bukan hanya soal kebetulan astronomi, tetapi juga pengingat bahwa meski berbeda tradisi, manusia di berbagai belahan dunia berbagi nilai yang serupa: harapan, refleksi, dan pembaruan.
#Ramadan2026 #Lent2026 #Imlek2026 #FenomenaLangka #SejarahKalender #Interfaith #HarmoniDunia #Ramadan #TahunBaruImlek #Prapaskah #BeritaDunia #Viral2026 #FaktaMenarik
