Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Bukan Berlian, Ini yang Lebih Mendesak Dipulangkan ke Banua Menurut Sultan Cevi Raja Kebudayaan Banjar

    23/10/2026

    Tim Bola Sundul SMAN 2 Kotabaru Raih Juara di HIMA PJKR Cup 2026

    19/10/2026

    Menkes Minta Masyarakat yang Terdampak Kabut Asap Beradaptasi!

    19/10/2026

    Ditengah Bencana Kabut Asap, Pacu Kuda Bupati Cup II 2026 di Tanah Datar Tetap Diserbu Penonton

    19/10/2026

    Tim Voli Putri SMAN 2 Kotabaru Raih Juara 1 HIMA PJKR CUP 2026

    19/10/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Sport Tourism di Banjarbaru Makin Hidup, Aeris Boxing Buka Arena untuk Lahirkan Petinju Hebat

      05/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Menkes Minta Masyarakat yang Terdampak Kabut Asap Beradaptasi!

      19/10/2026

      Rayakan HUT ke-76 Kalsel, RSGM Gusti Hasan Aman Perkuat Edukasi Kesehatan Gigi Lewat Baksos hingga Lomba Kreatif

      20/07/2026

      Kalteng Tancap Gas Kembangkan Industri Obat Herbal, Bajakah hingga Pasak Bumi Disiapkan Tembus Pasar Nasional

      16/07/2026

      Donor Darah Berbonus Beras, Pakar Perlindungan Konsumen Ingatkan Potensi Celah Tata Kelola

      27/06/2026

      Teknologi Hidrogen Mulai Diuji di Indonesia, ESDM : Emisi Bus Bakalan Turun Drastis

      16/08/2026

      Bibit Tanaman dari Taniran Kubah HSS Tembus Kaltim dan Kalteng, Dewan Dorong Pemasaran Lewat Digital

      14/08/2026

      WhatsApp Rilis 3 Fitur Baru untuk Grup, Ada @All hingga Polling Bisa Disembunyikan

      09/08/2026

      Berani Lawan Perusahaan Prancis, Burkina Faso Jatuhkan Denda Rp5 Miliar ke Canal+

      08/08/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Krisis Lapangan Kerja Mengintai, APINDO: Ini Wake-Up Call Bagi Indonesia

    Krisis Lapangan Kerja Mengintai, APINDO: Ini Wake-Up Call Bagi Indonesia

    Tim PublikaTim Publika17/07/2025

    PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Fenomena antrean panjang pelamar kerja di berbagai daerah belakangan ini menjadi potret nyata krisis lapangan kerja yang tengah melanda Indonesia. Minimnya lowongan kerja formal membuat satu posisi kerja diburu oleh ribuan pelamar, bahkan untuk sektor non-manufaktur sekalipun.

    Salah satu contoh terbaru datang dari Cianjur, Jawa Barat. Sebuah toko ritel membuka lowongan kerja dan langsung diserbu ratusan pencari kerja. Video antrean pelamar yang mengular di kawasan Santiong pun viral di media sosial, memantik keprihatinan banyak pihak.

    APINDO: Ada Ketimpangan Struktural

    Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta Widjaja Kamdani, menyatakan bahwa kondisi ini bukan semata-mata karena lemahnya niat dunia usaha dalam menyerap tenaga kerja. Menurutnya, ada tiga faktor utama yang menyebabkan ketimpangan antara pasokan dan permintaan tenaga kerja saat ini.

    “Kami melihat ini bukan darurat, tetapi wake-up call. Sinyal keras bahwa reformasi struktural di sektor ketenagakerjaan harus segera dilakukan,” ujar Shinta, Rabu (16/7/2025).

    1. Industri Padat Karya Tertekan

    Menurut Shinta, Indonesia sedang berada dalam fase kompleks, terutama di sektor industri padat karya. Kombinasi dampak geopolitik global, melemahnya konsumsi domestik, serta tingginya biaya berusaha menyebabkan sektor manufaktur mengalami kontraksi.

    Hal ini tercermin dari Indeks PMI Manufaktur Indonesia yang kembali turun pada Juni 2025 menjadi 46,9. Angka ini mencerminkan bahwa industri manufaktur nasional sudah mengalami kontraksi tiga bulan berturut-turut, pertanda kondisi sektor ini sedang tertekan.

    2. Transformasi Digital dan Investasi Padat Modal

    Shinta menyoroti bahwa percepatan digitalisasi, otomasi, hingga penggunaan artificial intelligence (AI), turut mendorong pergeseran jenis pekerjaan (job displacement). Ditambah lagi, investasi yang masuk kini lebih banyak berorientasi pada padat modal, bukan padat karya.

    “Kalau di 2013 investasi Rp1 triliun bisa menyerap 4.500 orang, kini di kuartal I 2025 hanya mampu menyerap 1.277 orang. Artinya, kita menghadapi tantangan serius dalam menjaga daya serap investasi terhadap tenaga kerja,” jelas Shinta.

    Hal ini menandakan bahwa penciptaan lapangan kerja konvensional mulai menyusut, sementara lapangan kerja masa depan belum sepenuhnya siap diisi oleh talenta yang ada.

    3. Hambatan Regulasi dan Kebutuhan Reformasi Struktural

    Faktor ketiga adalah masih adanya regulatory bottleneck, atau hambatan regulasi yang menghalangi iklim investasi tumbuh secara optimal. APINDO menilai bahwa penciptaan lapangan kerja baru sangat bergantung pada ekosistem investasi yang pro-growth dan ramah ekspansi.

    “Jika pasar kerja tidak ditata ulang dan investasi tidak difasilitasi secara lebih progresif, maka daya saing nasional bisa tertekan dalam jangka panjang,” tegas Shinta.

    Mismatch dan Ancaman Daya Saing

    Lebih jauh, APINDO menyebut kondisi ini sebagai mismatch struktural di pasar tenaga kerja. Banyaknya lulusan kerja tidak sejalan dengan kebutuhan sektor industri yang terus berubah. Hal ini menyebabkan angka pengangguran terdidik terus meningkat, namun industri tetap kesulitan mencari tenaga kerja sesuai kebutuhan.

    Solusi yang ditawarkan adalah upskilling dan reskilling tenaga kerja, khususnya dalam menghadapi tantangan transformasi digital.

    Bukan Darurat, Tapi Sinyal Keras

    Situasi ini, menurut APINDO, bukan sekadar krisis sesaat, tapi peringatan serius agar Indonesia mempercepat reformasi pasar kerja, pendidikan vokasi, dan kebijakan investasi. Tanpa langkah konkret, Indonesia berisiko masuk ke dalam jebakan stagnasi tenaga kerja yang dapat menghambat pertumbuhan jangka panjang.

    “Kita tidak bisa hanya menambah lapangan kerja, kita harus menyiapkan SDM yang benar-benar bisa mengisi lapangan kerja baru yang relevan dengan masa depan,” tutup Shinta.

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Bukan Berlian, Ini yang Lebih Mendesak Dipulangkan ke Banua Menurut Sultan Cevi Raja Kebudayaan Banjar

    23/10/2026

    Menkes Minta Masyarakat yang Terdampak Kabut Asap Beradaptasi!

    19/10/2026

    Iming-Iming Pekerjaan Berujung Eksploitasi, Korban Diduga Dipaksa Layani 300 Pelanggan Sebulan

    17/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Bukan Berlian, Ini yang Lebih Mendesak Dipulangkan ke Banua Menurut Sultan Cevi Raja Kebudayaan Banjar

    23/10/2026

    Tim Bola Sundul SMAN 2 Kotabaru Raih Juara di HIMA PJKR Cup 2026

    19/10/2026

    Menkes Minta Masyarakat yang Terdampak Kabut Asap Beradaptasi!

    19/10/2026

    Ditengah Bencana Kabut Asap, Pacu Kuda Bupati Cup II 2026 di Tanah Datar Tetap Diserbu Penonton

    19/10/2026
    Berita Pilihan
    Banjarbaru

    Bukan Berlian, Ini yang Lebih Mendesak Dipulangkan ke Banua Menurut Sultan Cevi Raja Kebudayaan Banjar

    23/10/2026 Banjarbaru

    PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Rencana pemulangan Intan Banjar dari Belanda menjadi kabar penting bagi masyarakat Kalimantan…

    Tim Bola Sundul SMAN 2 Kotabaru Raih Juara di HIMA PJKR Cup 2026

    19/10/2026

    Menkes Minta Masyarakat yang Terdampak Kabut Asap Beradaptasi!

    19/10/2026

    Ditengah Bencana Kabut Asap, Pacu Kuda Bupati Cup II 2026 di Tanah Datar Tetap Diserbu Penonton

    19/10/2026

    Recent Posts

    • Bukan Berlian, Ini yang Lebih Mendesak Dipulangkan ke Banua Menurut Sultan Cevi Raja Kebudayaan Banjar
    • Tim Bola Sundul SMAN 2 Kotabaru Raih Juara di HIMA PJKR Cup 2026
    • Menkes Minta Masyarakat yang Terdampak Kabut Asap Beradaptasi!
    • Ditengah Bencana Kabut Asap, Pacu Kuda Bupati Cup II 2026 di Tanah Datar Tetap Diserbu Penonton
    • Tim Voli Putri SMAN 2 Kotabaru Raih Juara 1 HIMA PJKR CUP 2026

    Recent Comments

    1. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    2. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    3. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    4. lanacurvaf mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    5. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    Oktober 2026
    SSRKJSM
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031 
    « Sep    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.