PUBLIKAINDONESIA.COM, KENDARI – Langkah besar dicetak dari pelosok desa di Sulawesi Tenggara. Sebanyak 50 ton arang tempurung kelapa milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Awunio, Kabupaten Konawe Selatan, resmi menembus pasar internasional melalui ekspor perdana ke Xiamen, Tiongkok.


Pengiriman dilakukan melalui Kendari New Port dan menghasilkan devisa sebesar Rp734.500.000. Angka ini bukan sekadar nominal, tetapi simbol kebangkitan potensi desa yang kini berani bersaing di level global.
Tonggak Baru Ekspor Berbasis Desa
Keberhasilan ini menjadi catatan penting. KDMP Awunio tercatat sebagai koperasi desa merah putih kedua di Indonesia yang berhasil melakukan ekspor, sekaligus yang pertama di kawasan Indonesia bagian timur.
Produk arang tempurung kelapa yang selama ini dipandang sebagai komoditas tradisional, kini terbukti punya daya saing tinggi di pasar internasional, khususnya di Tiongkok yang dikenal sebagai salah satu pasar besar untuk kebutuhan industri berbasis arang.
Bea Cukai Turun Tangan Dampingi
Kesuksesan ini tak lepas dari pendampingan intensif Bea Cukai Kendari. Pihak bea cukai memberikan asistensi mulai dari pemahaman regulasi ekspor, kelengkapan dokumen, hingga proses pemuatan barang.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Kendari, Mukhlis, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung pelaku usaha, terutama UMKM dan koperasi desa.
“Kami memberikan pendampingan dari awal sampai proses pengiriman. Harapannya, pelaku usaha desa semakin percaya diri dan berkelanjutan dalam melakukan ekspor,” ujarnya.
Menurutnya, ekspor ini membuktikan bahwa komoditas berbasis sumber daya lokal bisa bersaing di pasar global jika dikelola secara profesional dan memenuhi standar negara tujuan.
Pemprov Sultra Siap Gaspol Ekspor
Apresiasi juga datang dari Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bea Cukai dan seluruh pihak yang terlibat dalam mendorong percepatan ekspor daerah.
Hugua menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus turun langsung ke lapangan bersama Bea Cukai guna mengidentifikasi komoditas potensial lainnya yang bisa menembus pasar ekspor.
Dengan ekspor perdana ini, pemerintah berharap semakin banyak desa di Sulawesi Tenggara yang mampu mengoptimalkan potensi lokalnya. Targetnya jelas: meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi daerah terhadap perekonomian nasional.
Keberhasilan KDMP Awunio menjadi bukti bahwa desa bukan lagi pasar lokal, tetapi juga produsen yang siap bersaing di panggung dunia.
#EksporDesa #SulawesiTenggara #Kendari #KonaweSelatan #BeaCukaiKendari #KDMPAwunio #ArangTempurungKelapa #UMKMGoGlobal #DesaMendunia #EkonomiIndonesia
