PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Di tengah memanasnya situasi keamanan jalur perdagangan global, Indonesia mengambil sikap tegas. Pemerintah memutuskan tidak akan bergabung dalam misi angkatan laut multinasional yang diusulkan oleh Inggris dan Prancis untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, usai mengikuti pertemuan virtual tingkat tinggi yang digelar kedua negara tersebut.
“Pembahasan memang ada, tetapi Indonesia tidak boleh terlibat. Itu akan melanggar prinsip netralitas kita dan bertentangan dengan politik luar negeri bebas aktif,” tegas Sugiono kepada wartawan di Jakarta.
Sikap ini menegaskan posisi Indonesia yang konsisten menjaga keseimbangan dalam dinamika geopolitik global, terutama di kawasan yang rawan konflik seperti Timur Tengah.
Menurut Sugiono, keterlibatan dalam operasi militer internasional berpotensi menggeser posisi Indonesia dari jalur diplomasi yang selama ini dipegang teguh.
Politik luar negeri “bebas aktif” yang dianut Indonesia menekankan pentingnya tidak berpihak pada kekuatan tertentu, namun tetap aktif berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia.
Keputusan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Indonesia lebih memilih jalur diplomasi dan kerja sama non-militer dalam merespons ketegangan global.
Sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, Selat Hormuz memiliki peran vital dalam distribusi energi global, khususnya minyak. Ketegangan di kawasan ini kerap memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dunia.
Rencana misi multinasional yang digagas Inggris dan Prancis bertujuan untuk memastikan keamanan jalur tersebut dari berbagai potensi ancaman.
Namun, Indonesia memilih tetap berada di posisi netral, tanpa terlibat langsung dalam operasi militer tersebut.
Langkah ini juga dinilai sebagai upaya menjaga kredibilitas Indonesia di mata internasional sebagai negara yang mengedepankan dialog dan perdamaian.
Dengan tidak bergabung dalam misi tersebut, Indonesia menegaskan bahwa stabilitas global tidak selalu harus ditempuh melalui pendekatan militer.
Sebaliknya, pendekatan diplomasi dan kerja sama internasional dinilai lebih relevan untuk menjaga keseimbangan di tengah situasi global yang semakin kompleks.
#Indonesia #PolitikLuarNegeri #SelatHormuz #Diplomasi #Global #Geopolitik #BreakingNews #Internasional #Trending #Viral

