Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Hari Lingkungan Hidup Sedunia Raja Ampat Kumpulkan 663 Kilogram Sampah Plastik dalam Sehari, Seluruhnya Siap Didaur Ulang

    07/06/2026

    Salut! Lurah di Banjarbaru Ini Turun Langsung Jadi Guru Matematika untuk Anak-anak SD

    07/06/2026

    Bupati HSU Ajak Masyarakat Jadi Pelaku Utama Sukseskan Porprov XIII Tahun 2029

    07/06/2026

    Warga Agrowisata Dukung Pembangunan Transdepo Sampah, Minta Lingkungan Tetap Terjaga dan Warga Dilibatkan

    07/06/2026

    Tambang Emas Ilegal di Kampar, Tiga Rakit PETI Diamankan Pelaku Kini Diburu Polisi

    07/06/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Sport Tourism di Banjarbaru Makin Hidup, Aeris Boxing Buka Arena untuk Lahirkan Petinju Hebat

      05/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Senyum Ceria Anak Panti Jadi Bukti Kepedulian RSGM Gusti Hasan Aman

      30/04/2026

      Belum Maksimal? Ini Strategi RSGM Gusti Hasan Aman Tingkatkan Pelayanan

      07/04/2026

      Es Krim Paracetamol Bikin Geger, Ternyata Cuma Hoaks

      02/04/2026

      Kabar Baik! Klinik Vaksin Internasional Pertama Hadir di Puruk Cahu

      20/02/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Harga Minyak Goreng Naik Lagi! Ternyata Bukan Karena Langka

      23/04/2026

      Melawan Dominasi Matic! Supra X 125 Cross, Tangguh dan Bandel

      15/04/2026

      Ngeri! RKAB Ditolak Dua Kali, Tambang Langsung Disuruh Stop, Aturan Baru Bikin Perusahaan Ketar-Ketir

      15/04/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: WALHI Kalsel Kritik Sikap Gubernur yang Tetap Dorong Taman Nasional Pegunungan Meratus

    Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: WALHI Kalsel Kritik Sikap Gubernur yang Tetap Dorong Taman Nasional Pegunungan Meratus

    Tim PublikaTim Publika07/06/2026

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kalimantan Selatan diwarnai kritik tajam terhadap rencana penetapan Taman Nasional Pegunungan Meratus. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Selatan menilai sikap Gubernur Kalimantan Selatan yang tetap mempertahankan usulan tersebut berpotensi mengabaikan hak-hak masyarakat hukum adat yang selama ini hidup dan menjaga kawasan Meratus.

    Kritik itu disampaikan WALHI Kalsel saat turut hadir dalam aksi damai yang digelar Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan di depan Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Jumat (5/6/2026). Aksi yang mengusung tema Evaluasi Rezim Kalsel tersebut diikuti puluhan mahasiswa serta warga Jalan Sidomulyo I, Kelurahan Guntung Payung.

    Sorotan utama muncul setelah Gubernur Kalimantan Selatan menyatakan bahwa rencana penetapan status Taman Nasional Pegunungan Meratus tidak akan dibatalkan maupun dicabut. Pernyataan itu dinilai WALHI sebagai sinyal bahwa kepentingan masyarakat hukum adat belum menjadi prioritas dalam proses pengambilan kebijakan.

    Menurut WALHI Kalsel, kebijakan yang menyangkut wilayah adat semestinya tidak diputuskan tanpa melibatkan masyarakat yang terdampak secara langsung. Organisasi lingkungan tersebut menegaskan bahwa pengakuan terhadap masyarakat hukum adat telah dijamin dalam konstitusi.

    Dalam Pasal 18B Ayat (2) UUD 1945, negara disebut mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat. Selain itu, Pasal 28I Ayat (3) UUD 1945 juga menegaskan bahwa identitas budaya dan hak masyarakat tradisional harus dihormati sejalan dengan perkembangan zaman dan peradaban.

    Tak hanya itu, WALHI juga mengingatkan adanya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 yang menegaskan bahwa hutan adat merupakan hutan yang berada di wilayah masyarakat hukum adat, bukan sepenuhnya menjadi hutan negara. Karena itu, setiap kebijakan yang berpotensi mengubah tata kelola wilayah adat harus didahului dengan partisipasi yang bermakna dari masyarakat adat.

    WALHI menilai pemerintah daerah seharusnya menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat hukum adat dengan mengkaji ulang bahkan membatalkan usulan Taman Nasional Pegunungan Meratus sebelum ada pengakuan dan perlindungan yang jelas terhadap wilayah adat.

    Data yang dihimpun Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menunjukkan bahwa hingga 2025 terdapat sedikitnya 72 komunitas masyarakat adat di Kalimantan Selatan yang telah melakukan pemetaan partisipatif dengan total luas wilayah mencapai 308.725,78 hektare. Namun hingga kini, belum ada satu pun wilayah adat di Kalimantan Selatan yang secara resmi ditetapkan negara sebagai hutan adat.

    Kondisi tersebut dinilai menjadi ironi. Di satu sisi, masyarakat adat telah memetakan dan menjaga wilayahnya secara turun-temurun. Namun di sisi lain, pengakuan hukum dari negara terhadap wilayah adat tersebut masih belum terwujud.

    Bagi masyarakat adat Pegunungan Meratus, hutan bukan sekadar ruang ekologis. Kawasan tersebut merupakan bagian dari identitas budaya, sumber kehidupan, ruang spiritual, serta tempat berlangsungnya berbagai tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi.

    Karena itu, WALHI Kalsel menegaskan bahwa langkah paling mendesak saat ini adalah memastikan hak-hak masyarakat hukum adat diakui dan dilindungi terlebih dahulu sebelum pemerintah melanjutkan proses penetapan Taman Nasional Pegunungan Meratus.

    Menurut WALHI, masyarakat adat Meratus selama ini telah memiliki sistem konservasi berbasis kearifan lokal, hukum adat, pengetahuan tradisional, hingga ritus budaya yang terbukti menjaga kelestarian kawasan. Oleh sebab itu, suara dan kepentingan mereka dinilai harus menjadi bagian utama dalam setiap kebijakan yang menyangkut masa depan Pegunungan Meratus.

     

    #HariLingkunganHidupSedunia2026 #PegununganMeratus #TamanNasionalMeratus #MasyarakatAdat #MasyarakatHukumAdat #WALHIKalsel #AMAN #KalimantanSelatan #Banjarbaru #Muhidin #LingkunganHidup #Konservasi #HutanAdat #HakMasyarakatAdat #BeritaKalsel #IsuLingkungan #Meratus #UUD1945 #MahkamahKonstitusi #BeritaHariIni #KabarKalsel #TrendingKalsel #GoogleNews #BeritaTerbaru

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Hari Lingkungan Hidup Sedunia Raja Ampat Kumpulkan 663 Kilogram Sampah Plastik dalam Sehari, Seluruhnya Siap Didaur Ulang

    07/06/2026

    Salut! Lurah di Banjarbaru Ini Turun Langsung Jadi Guru Matematika untuk Anak-anak SD

    07/06/2026

    Bupati HSU Ajak Masyarakat Jadi Pelaku Utama Sukseskan Porprov XIII Tahun 2029

    07/06/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Hari Lingkungan Hidup Sedunia Raja Ampat Kumpulkan 663 Kilogram Sampah Plastik dalam Sehari, Seluruhnya Siap Didaur Ulang

    07/06/2026

    Salut! Lurah di Banjarbaru Ini Turun Langsung Jadi Guru Matematika untuk Anak-anak SD

    07/06/2026

    Bupati HSU Ajak Masyarakat Jadi Pelaku Utama Sukseskan Porprov XIII Tahun 2029

    07/06/2026

    Warga Agrowisata Dukung Pembangunan Transdepo Sampah, Minta Lingkungan Tetap Terjaga dan Warga Dilibatkan

    07/06/2026
    Berita Pilihan
    Nusantara

    Hari Lingkungan Hidup Sedunia Raja Ampat Kumpulkan 663 Kilogram Sampah Plastik dalam Sehari, Seluruhnya Siap Didaur Ulang

    07/06/2026 Nusantara

    PUBLIKAINDONESIA.COM, RAJA AMPAT – Ribuan warga Raja Ampat menunjukkan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan…

    Salut! Lurah di Banjarbaru Ini Turun Langsung Jadi Guru Matematika untuk Anak-anak SD

    07/06/2026

    Bupati HSU Ajak Masyarakat Jadi Pelaku Utama Sukseskan Porprov XIII Tahun 2029

    07/06/2026

    Warga Agrowisata Dukung Pembangunan Transdepo Sampah, Minta Lingkungan Tetap Terjaga dan Warga Dilibatkan

    07/06/2026

    Recent Posts

    • Hari Lingkungan Hidup Sedunia Raja Ampat Kumpulkan 663 Kilogram Sampah Plastik dalam Sehari, Seluruhnya Siap Didaur Ulang
    • Salut! Lurah di Banjarbaru Ini Turun Langsung Jadi Guru Matematika untuk Anak-anak SD
    • Bupati HSU Ajak Masyarakat Jadi Pelaku Utama Sukseskan Porprov XIII Tahun 2029
    • Warga Agrowisata Dukung Pembangunan Transdepo Sampah, Minta Lingkungan Tetap Terjaga dan Warga Dilibatkan
    • Tambang Emas Ilegal di Kampar, Tiga Rakit PETI Diamankan Pelaku Kini Diburu Polisi

    Recent Comments

    1. Stephengrent mengenai 73 Peserta Ikuti Audisi Nanang Galuh Banjar Bernuansa Islami 2025
    2. Sheilaspody mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    3. EarnestHeS mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    4. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    5. RandomNameAgers mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    Juni 2026
    SSRKJSM
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930 
    « Mei    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.