PUBLIKAINDONESIA.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar terus mendorong generasi muda agar tak sekadar jadi penonton, tapi tampil sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi daerah. Melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), sebanyak 50 pemuda di Kecamatan Karang Intan digembleng dalam Pelatihan Pemuda Berwirausaha, Senin (2/2/2026).


Kegiatan yang digelar di Gedung Muslimat NU, Desa Sungai Alang, ini mengusung tema besar: “Pemuda dan Ekonomi: Spirit Wirausaha sebagai Identitas Pemuda dalam Peran Pembangunan Daerah.”
Pelatihan dibuka Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Banjar, Muhari, didampingi Kepala Seksi Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda, Supriyadi. Turut hadir sebagai narasumber, Anggota Komisi II DPRD Banjar, M Ali Syahbana.
Mewakili Kepala Disbudporapar Banjar H Irwan Jaya, Muhari menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Tujuannya jelas: meningkatkan kapasitas dan daya saing wirausaha pemula agar mampu mandiri secara ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di Kabupaten Banjar.
“Sesuai Perda Nomor 1 tentang Kepemudaan, pemuda adalah generasi penerus yang memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, pembaruan, dan pembangunan daerah,” tegas Muhari.
Ia menambahkan, Disbudporapar melalui Bidang Kepemudaan secara konsisten memfasilitasi peningkatan keterampilan dan daya saing pemuda agar siap terjun ke dunia usaha.
“Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal bagi pemuda untuk memulai maupun mengembangkan usaha, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menuju kemandirian ekonomi,” tambahnya.

Sementara itu, Supriyadi menjelaskan bahwa pelatihan diikuti oleh 50 peserta, terdiri dari 25 laki-laki dan 25 perempuan dari Desa Sungai Alang dan sekitarnya.
Ia berharap para peserta tak hanya berhenti pada teori, tetapi benar-benar mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam bentuk usaha nyata.
“Semoga mereka bisa aktif berkontribusi dalam program kepemudaan dan benar-benar menjadi agen perubahan di lingkungannya,” ujarnya.
Dalam sesi materi, Anggota Komisi II DPRD Banjar, M Ali Syahbana, mendorong pemuda untuk mengubah cara pandang dalam melihat peluang ekonomi.
Ia memperkenalkan konsep behavioral economics, yakni bagaimana mengubah bias perilaku menjadi peluang inovasi ekonomi. Salah satunya melalui nudge positif yang mendorong konsumsi produk lokal dan wirausaha berkelanjutan.
“Pemuda harus siap memimpin perubahan dengan empati dan kolaborasi. Gunakan keputusan yang rasional untuk memaksimalkan potensi sumber daya lokal,” tegasnya.
Pembakal Desa Sungai Alang, Miftahul Khair, menyambut baik pelatihan tersebut. Ia berharap para pemuda, khususnya di Karang Intan, bisa lebih produktif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, pemberdayaan pemuda menjadi kunci agar desa mampu tumbuh secara ekonomi tanpa bergantung sepenuhnya pada sektor tradisional.
Dengan pelatihan ini, Pemkab Banjar berharap lahir wirausaha-wirausaha muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
#Banjar #KarangIntan #PemudaBanjar #WirausahaMuda #DisbudporaparBanjar #EkonomiKreatif #BeritaBanjar #BanjarHariIni #KalimantanSelatan #PemudaProduktif #UMKMBanjar
