PUBLIKAINDONESIA.COM, MARTAPURA – Aksi nyata menjaga lingkungan digelar di Kabupaten Banjar. Melalui Apel Siaga dan kegiatan korve dalam rangka Gerakan Indonesia Asri, ratusan peserta turun langsung membersihkan kawasan Taman Cahaya Bumi Selamat dan Pasar Batuah, Senin (20/4/2026).


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Hanif Faisol Nurofiq sebagai pembina apel. Ia menegaskan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI dalam Rapat Koordinasi Nasional pada 2 Februari 2026, yang mendorong pemerintah daerah untuk rutin melaksanakan korve, minimal satu kali dalam sepekan.
“Korve ini adalah upaya bersama memperbaiki lingkungan. Dalam konteks Indonesia Asri, ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi juga memicu kesadaran masyarakat agar ikut menjaga lingkungannya,” ujarnya.
Usai apel, Hanif bersama Saidi Mansyur, Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi, serta Ketua Kwarcab Pramuka Banjar Nurgita Tiyas langsung terjun ke lapangan. Mereka memimpin aksi bersih-bersih di Pasar Batuah bersama unsur Forkopimda, SKPD, pelajar, Satgas Pramuka, hingga komunitas Bank Sampah.
Suasana gotong royong pun terasa kental. Para peserta terlihat membersihkan sampah, merapikan lingkungan pasar, hingga mengangkut limbah yang berserakan.
Dalam keterangannya, Hanif mengingatkan bahwa persoalan sampah menjadi tantangan serius yang harus ditangani bersama. Ia menyebut, Kabupaten Banjar menghasilkan sekitar 362 ton sampah setiap hari.
Dari jumlah tersebut, sekitar 265 ton telah dikelola di TPA Kencana dengan sistem controlled landfill. Namun, masih ada sekitar 27 persen sampah yang belum tertangani optimal.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemkab Banjar yang telah menghentikan praktik open dumping sejak awal 2025. Menurutnya, langkah berikutnya adalah mengurangi sampah dari sumbernya, terutama sampah organik.
“Pemilahan dari rumah tangga jadi kunci. Kalau dari hulu sudah dipilah, beban di TPA bisa berkurang signifikan,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Banjar Saidi Mansyur menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penyediaan anggaran hingga peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan sampah.
“Kegiatan ini mengedepankan semangat kebersamaan. Lewat korve, kita ingin mewujudkan Kabupaten Banjar yang bersih dan sehat,” ujarnya.
Tak hanya berdampak pada lingkungan, program pengelolaan sampah juga mulai memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Pemkab Banjar telah menggencarkan sosialisasi pemilahan sampah dari tingkat kecamatan hingga desa, dengan melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
“Dari pilah sampah di hulu, masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekonomi. Ini juga mendorong kemandirian dalam pengelolaan sampah,” pungkas Saidi.
Gerakan ini menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana bersih-bersih bersama. Dengan kolaborasi semua pihak, harapan menuju lingkungan yang lebih asri dan berkelanjutan bukan lagi sekadar wacana.
#IndonesiaAsri #KabupatenBanjar #Martapura #GerakanBersih #Korve #LingkunganBersih #Sampah #TPAKencana #BeritaKalsel #GotongRoyong #ZeroWaste #IndonesiaMaju

