PUBLIKAINDONESIA.COM, PARINGIN – Awal 2026 menjadi momen yang tak mudah bagi kawasan wisata Maranting di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan. Banjir yang melanda kawasan tersebut tak hanya meninggalkan lumpur dan puing, tetapi juga merusak sejumlah fasilitas penunjang wisata, bahkan ada yang hanyut terbawa arus.


Kini, perlahan namun pasti, denyut wisata itu mulai disusun kembali.
Melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Balangan, pemerintah daerah mendorong pemulihan destinasi Maranting secara bertahap. Fokusnya jelas: menghidupkan kembali aktivitas wisata agar roda ekonomi masyarakat tetap berputar.
Kepala Bidang Pengembangan Daya Tarik Destinasi Wisata, M. Sigit Kondang Wibowo, menyebut pihaknya telah beberapa kali turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi terbaru.
“Untuk pemulihan secara 100 persen memang belum bisa kita laksanakan tahun ini, karena kejadian terjadi di awal tahun 2026. Sementara anggaran tahun 2026 sudah ditetapkan sebelumnya,” ujarnya.
Realistis: Full Recovery Ditargetkan 2027
Karena keterbatasan anggaran, pemulihan total fasilitas seperti gazebo dan sarana penunjang lainnya baru bisa dianggarkan pada 2027. Artinya, tahun ini menjadi fase transisi—masa bertahan sekaligus membangun fondasi kebangkitan.
Namun bukan berarti Maranting dibiarkan sepi.
River Tubing Jadi Penyelamat
Di tengah keterbatasan, ada satu wahana yang menjadi harapan besar: Maranting River Tubing. Aktivitas menyusuri aliran sungai dengan ban pelampung itu justru menjadi magnet utama wisatawan.
Sayangnya, banjir sebelumnya juga menyeret sejumlah perlengkapan penting seperti ban, helm, dan pelampung.
“Yang lagi ramai itu kan Maranting River Tubing. Kemarin banyak perlengkapan seperti ban, helm, dan pelampung yang hanyut dan hilang. Untuk tahun ini rencananya kita akan memberikan bantuan untuk fasilitas wahana itu terlebih dahulu,” jelas Sigit.
Strateginya sederhana tapi krusial: jika River Tubing bisa kembali berjalan optimal, maka kunjungan wisata akan ikut bergerak.
Gotong Royong Jadi Kunci
Sambil menunggu dukungan penuh dari pemerintah daerah, pengelola dan masyarakat setempat tak tinggal diam. Mereka melakukan pembenahan secara swadaya. Proposal bantuan perlengkapan River Tubing pun sudah diajukan dan segera ditindaklanjuti.
“Kalau wahana itu bisa kembali jalan, setidaknya mereka sudah bisa mulai bergerak dan menerima pengunjung lagi. Jadi kita fokus dulu pada fasilitas yang mendukung operasional River Tubing,” tambahnya.
Langkah ini menjadi strategi realistis: memulihkan yang paling potensial lebih dulu, sembari menyiapkan rencana besar perbaikan menyeluruh.
Bangkit Pelan, Tapi Pasti
Maranting mungkin belum kembali seperti sediakala. Gazebo belum sepenuhnya berdiri kokoh, dan sebagian fasilitas masih menunggu sentuhan anggaran tahun depan. Namun geliatnya mulai terasa.
Bagi warga sekitar, bangkitnya wisata bukan sekadar soal destinasi, melainkan soal penghidupan.
Dengan pendekatan bertahap ini, Disporapar berharap Maranting bisa pulih perlahan dimulai dari aliran sungai yang kembali ramai oleh tawa wisatawan yang menikmati River Tubing.
Dari arus banjir yang sempat melumpuhkan, kini Maranting menata arus baru: arus kebangkitan.
#Maranting #WisataBalangan #RiverTubing #TebingTinggi #PariwisataKalsel #InfoPublik #BalanganBangkit #ExploreKalimantan #WisataAlamIndonesia
