PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Proyek strategis Bendungan Riam Kiwa kembali mendapat sorotan serius. DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk mengawal percepatan pembangunan bendungan tersebut agar bisa terealisasi pada 2026.


Komitmen itu mengemuka dalam rapat kerja lintas komisi yang digelar di Ruang Rapat Ismail Abdullah, Gedung B lantai 4 Kantor DPRD Kalsel, Selasa (21/4/2026). Forum ini dihadiri unsur pimpinan dan anggota dewan, instansi teknis, tenaga ahli gubernur, hingga perwakilan Pemerintah Kabupaten Banjar.
Rapat tersebut tak sekadar formalitas. Evaluasi progres pembangunan dilakukan secara detail, sekaligus memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.
Ketua DPRD Kalsel menekankan pentingnya peran semua pihak untuk bergerak cepat sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Ia juga mengingatkan agar proses pembebasan lahan diselesaikan secara tuntas, tanpa menyisakan persoalan hukum maupun konflik sosial.
Dari sisi daerah, Pemerintah Kabupaten Banjar memastikan kesiapan lahan proyek Bendungan Riam Kiwa sudah memasuki tahap akhir.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banjar, Ikhwansyah, menyebutkan saat ini proses berlanjut pada penilaian tanaman milik warga yang terdampak.
“Secara umum lahan sudah tahap akhir. Saat ini fokus pada penilaian tanaman warga di atas lahan terdampak,” ujarnya.
Penilaian tersebut akan dilakukan oleh tim appraisal independen guna menjamin transparansi dan keadilan dalam pemberian ganti rugi.
“Pendekatan ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus meminimalisir potensi konflik sosial,” tambahnya.
Ikhwansyah juga menyebut dukungan masyarakat terhadap proyek ini cukup baik, menjadi modal penting dalam mempercepat realisasi pembangunan.
Selain persoalan lahan, rapat juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah pusat dan balai teknis sumber daya air. Sinkronisasi kebijakan serta dukungan anggaran dinilai krusial agar proyek tidak kembali mengalami keterlambatan.
Sebagai informasi, Bendungan Riam Kiwa dirancang sebagai infrastruktur multifungsi. Selain untuk pengendalian banjir di Kabupaten Banjar dan sekitarnya, bendungan ini juga akan dimanfaatkan untuk irigasi pertanian, penyediaan air baku, hingga potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Tak hanya itu, kawasan bendungan juga berpeluang dikembangkan sebagai destinasi wisata baru di Kalimantan Selatan.
Secara teknis, bendungan ini direncanakan memiliki tinggi 51 meter dengan panjang puncak 490 meter. Kapasitas tampungnya mencapai lebih dari 90 juta meter kubik dengan luas genangan sekitar 654 hektare.
Dengan kesiapan yang semakin matang, DPRD Kalsel bersama Pemkab Banjar optimistis proyek Bendungan Riam Kiwa bisa segera terealisasi dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas.
#RiamKiwa #Bendungan #Kalsel #Banjar #Infrastruktur #DPRDKalsel #Pembangunan #BeritaKalsel #PLTA #PengendaliBanjir #IndonesiaMaju

