Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    AKPY, BPDP, dan Ditjenbun Bekali Pekebun Wujudkan Sawit Berkelanjutan

    02/07/2026

    Ungkap 379 Kg Sabu, Tim Ditresnarkoba Polda Kalsel Diganjar Penghargaan

    02/07/2026

    GEPAK HST Tegaskan Tak Akan Gentar: Laporkan Ketua LSM Sakutu demi Putus Mata Rantai Korban

    02/07/2026

    Mulai Besok B50 Resmi Berlaku, Ini Catatan Penting LPKSM untuk Pengguna Kendaraan Diesel

    30/06/2026

    Donor Darah Berbonus Beras, Pakar Perlindungan Konsumen Ingatkan Potensi Celah Tata Kelola

    27/06/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Sport Tourism di Banjarbaru Makin Hidup, Aeris Boxing Buka Arena untuk Lahirkan Petinju Hebat

      05/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Donor Darah Berbonus Beras, Pakar Perlindungan Konsumen Ingatkan Potensi Celah Tata Kelola

      27/06/2026

      Senyum Ceria Anak Panti Jadi Bukti Kepedulian RSGM Gusti Hasan Aman

      30/04/2026

      Belum Maksimal? Ini Strategi RSGM Gusti Hasan Aman Tingkatkan Pelayanan

      07/04/2026

      Es Krim Paracetamol Bikin Geger, Ternyata Cuma Hoaks

      02/04/2026

      Mulai Besok B50 Resmi Berlaku, Ini Catatan Penting LPKSM untuk Pengguna Kendaraan Diesel

      30/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Harga Minyak Goreng Naik Lagi! Ternyata Bukan Karena Langka

      23/04/2026

      Melawan Dominasi Matic! Supra X 125 Cross, Tangguh dan Bandel

      15/04/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » AKPY, BPDP, dan Ditjenbun Bekali Pekebun Wujudkan Sawit Berkelanjutan

    AKPY, BPDP, dan Ditjenbun Bekali Pekebun Wujudkan Sawit Berkelanjutan

    DibaDiba02/07/2026
    Peningkatan kualitas SDM menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi perkebunan rakyat menuju sistem produksi yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memberikan manfaat ekonomi yang berkesinambungan bagi pekebun maupun industri sawit nasional.

    PUBLIKA INDONESIA, BANJARBARU – Upaya mempercepat terwujudnya perkebunan kelapa sawit berkelanjutan terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pekebun. Melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian dan dilaksanakan oleh Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY).

    Para peserta kelas Teknis Budidaya Kelapa Sawit dari Kabupaten Tanah Bumbu yang jumlahnya 84 orang terdiri dari pekebun, penyuluh, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dibekali, teknis budidaya yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan usaha.

    Pelatihan yang berlangsung pada 27 Juni–2 Juli di salah satu hotel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempersiapkan pekebun menghadapi tuntutan industri sawit global yang semakin menekankan praktik perkebunan berkelanjutan, efisiensi produksi, serta ketelusuran (traceability).

    Wakil Direktur AKPY, Dr. Idum Satia Santi, mengatakan tantangan yang dihadapi perkebunan sawit rakyat kini semakin kompleks. Selain meningkatkan produktivitas, pekebun juga dituntut menerapkan praktik budidaya yang ramah lingkungan agar mampu memenuhi standar pasar internasional.

    “Keberhasilan sawit tidak hanya tergantung pada bibit unggul ataupun pupuk, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas manusianya. Karena itu investasi terbaik adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekebun agar mampu mengelola kebun secara produktif sekaligus berkelanjutan,” ujarnya saat sambutan acara pembukaan pelatihan, pada Senin (29 Juni 2026)

    Menurut Idum, perubahan iklim, meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga berkembangnya teknologi pertanian mengharuskan pekebun terus belajar dan beradaptasi. Pelatihan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas, profesionalisme, sekaligus memperkuat penerapan prinsip-prinsip perkebunan berkelanjutan.

    Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai teknik budidaya kelapa sawit sesuai Good Agricultural Practices (GAP), mulai dari pemeliharaan tanaman, pengelolaan tanah dan air, pengendalian hama dan penyakit secara tepat, hingga pemupukan berimbang berdasarkan kebutuhan tanaman.

    Penerapan teknik tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk sehingga biaya produksi dapat ditekan tanpa mengurangi produktivitas. Di sisi lain, pengelolaan kebun yang tepat juga membantu menjaga kesuburan tanah, mengurangi risiko kerusakan lingkungan, serta menjamin keberlanjutan usaha perkebunan rakyat dalam jangka panjang.

    Selain materi budidaya, peserta juga mengikuti pelatihan pemetaan kebun. Menurut Idum, kemampuan memetakan lahan menjadi pelengkap penting dalam pengelolaan perkebunan modern karena membantu pekebun mengetahui kondisi kebun secara lebih akurat.

    “Dengan mengetahui luas sebenarnya, batas lahan, kondisi tanaman, hingga fasilitas kebun, maka setiap kegiatan budidaya dapat dilakukan lebih tepat sasaran. Budidaya dan pemetaan harus berjalan beriringan untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit,” jelasnya.

    Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan sebagai ruang belajar dan bertukar pengalaman agar ilmu yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan di kebun masing-masing.

    “Petani masa depan bukan lagi hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga harus mampu memahami teknologi, mencatat usaha tani dengan baik, serta menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan,” katanya.

    Melalui penguatan kompetensi tersebut, pemerintah berharap pekebun mampu menghasilkan kebun yang lebih produktif, efisien, dan ramah lingkungan sehingga posisi sawit Indonesia semakin kuat di pasar global.

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Ungkap 379 Kg Sabu, Tim Ditresnarkoba Polda Kalsel Diganjar Penghargaan

    02/07/2026

    Aeris Boxing First Chapter Resmi Dibuka, Banjarbaru Bidik Wisatawan Lewat Event Tinju

    26/06/2026

    Hotel Aeris Banjarbaru Angkat Sport Tourism Lewat “Aeris Boxing First Chapter”, Ring Tinju Hadir di Ballroom Hotel

    26/06/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    AKPY, BPDP, dan Ditjenbun Bekali Pekebun Wujudkan Sawit Berkelanjutan

    02/07/2026

    Ungkap 379 Kg Sabu, Tim Ditresnarkoba Polda Kalsel Diganjar Penghargaan

    02/07/2026

    GEPAK HST Tegaskan Tak Akan Gentar: Laporkan Ketua LSM Sakutu demi Putus Mata Rantai Korban

    02/07/2026

    Mulai Besok B50 Resmi Berlaku, Ini Catatan Penting LPKSM untuk Pengguna Kendaraan Diesel

    30/06/2026
    Berita Pilihan
    Banjarbaru

    AKPY, BPDP, dan Ditjenbun Bekali Pekebun Wujudkan Sawit Berkelanjutan

    02/07/2026 Banjarbaru

    PUBLIKA INDONESIA, BANJARBARU – Upaya mempercepat terwujudnya perkebunan kelapa sawit berkelanjutan terus diperkuat melalui peningkatan…

    Ungkap 379 Kg Sabu, Tim Ditresnarkoba Polda Kalsel Diganjar Penghargaan

    02/07/2026

    GEPAK HST Tegaskan Tak Akan Gentar: Laporkan Ketua LSM Sakutu demi Putus Mata Rantai Korban

    02/07/2026

    Mulai Besok B50 Resmi Berlaku, Ini Catatan Penting LPKSM untuk Pengguna Kendaraan Diesel

    30/06/2026

    Recent Posts

    • AKPY, BPDP, dan Ditjenbun Bekali Pekebun Wujudkan Sawit Berkelanjutan
    • Ungkap 379 Kg Sabu, Tim Ditresnarkoba Polda Kalsel Diganjar Penghargaan
    • GEPAK HST Tegaskan Tak Akan Gentar: Laporkan Ketua LSM Sakutu demi Putus Mata Rantai Korban
    • Mulai Besok B50 Resmi Berlaku, Ini Catatan Penting LPKSM untuk Pengguna Kendaraan Diesel
    • Donor Darah Berbonus Beras, Pakar Perlindungan Konsumen Ingatkan Potensi Celah Tata Kelola

    Recent Comments

    1. Stephengrent mengenai 73 Peserta Ikuti Audisi Nanang Galuh Banjar Bernuansa Islami 2025
    2. Sheilaspody mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    3. EarnestHeS mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    4. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    5. RandomNameAgers mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    Juli 2026
    SSRKJSM
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031 
    « Jun    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.