PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Kabar kurang menggembirakan datang dari Adhyaksa FC. Klub promosi Super League musim 2026/2027 itu resmi masuk dalam daftar FIFA Registration Bans dan dijatuhi sanksi larangan mendaftarkan pemain baru selama tiga periode bursa transfer.
Berdasarkan daftar resmi FIFA, sanksi tersebut mulai berlaku efektif pada 6 Juli 2026.
Dengan keputusan itu, Adhyaksa FC menjadi klub Indonesia terbaru yang terkena hukuman FIFA, menyusul PSM Makassar dan Persib Bandung yang sebelumnya lebih dulu masuk dalam daftar klub dengan status registration ban.
Sanksi ini tentu menjadi pukulan bagi Adhyaksa FC yang tengah mempersiapkan diri menghadapi musim debutnya di Super League 2026/2027. Pasalnya, klub tidak dapat mendaftarkan pemain baru selama hukuman masih berlaku.
Hingga berita ini ditulis, manajemen Adhyaksa FC belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab dijatuhkannya sanksi maupun langkah yang akan ditempuh untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Larangan dari FIFA ini juga berpotensi mengganggu agenda transfer Adhyaksa FC. Salah satu nama yang belakangan santer dikaitkan dengan klub tersebut adalah bek asal Brasil, Leo Lelis.
Apabila status *registration ban* belum dicabut, maka pemain baru, termasuk Leo Lelis apabila resmi direkrut, tidak dapat didaftarkan untuk tampil membela Adhyaksa FC di kompetisi resmi.
Sesuai regulasi FIFA, klub yang dikenai *registration ban* baru dapat kembali mendaftarkan pemain setelah seluruh kewajiban yang menjadi dasar pemberian sanksi dipenuhi. Setelah itu, FIFA akan mencabut larangan tersebut sehingga aktivitas transfer dapat kembali dilakukan secara normal.
Kini publik sepak bola Indonesia menunggu langkah Adhyaksa FC dalam menyelesaikan persoalan tersebut agar persiapan menuju Super League tidak terganggu lebih jauh.
#AdhyaksaFC #FIFA #RegistrationBan #SuperLeague2026 #LigaIndonesia #TransferPemain #LeoLelis #PSMMakassar #PersibBandung #SepakBolaIndonesia #BreakingNews #BeritaOlahraga #FootballNews #SportsUpdate

