PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Semangat anak muda desa di Kabupaten Banjar kini didorong naik kelas. Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banjar menggelar bimbingan teknis (bimtek) Karang Taruna se-Kabupaten Banjar Tahun 2026 di Hotel Roditha Banjarbaru.


Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Banjar ini diikuti sekitar 160 peserta dari berbagai kecamatan dan desa. Mereka datang dengan satu tujuan: meningkatkan kapasitas dan peran Karang Taruna di era digital yang semakin terbuka.
Kepala DPMD Kabupaten Banjar, M. Hafizh Anshari, menegaskan bahwa Karang Taruna memiliki peran strategis dalam pembangunan desa, terutama dalam hal pengelolaan informasi.
“Desa sekarang dituntut terbuka terhadap informasi. Karang Taruna harus bisa mengelola media, termasuk membuat konten video dan publikasi lainnya,” ujarnya.
Menurut Hafizh, kemampuan tersebut bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan. Dengan keterampilan digital, para pemuda desa bisa menjadi ujung tombak dalam mempromosikan potensi lokal mulai dari UMKM hingga destinasi wisata.
“Karang Taruna ini bagian dari tim desa. Mereka bisa jadi motor penggerak untuk mengenalkan potensi desa ke masyarakat luas,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa Karang Taruna merupakan bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang memiliki posisi penting dalam struktur sosial desa. Dengan anggota yang didominasi generasi muda, organisasi ini dinilai punya energi besar untuk mendorong perubahan.
Dalam bimtek ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga pelatihan praktis. Mulai dari pembuatan konten video, pengelolaan informasi digital, hingga pemanfaatan media sosial secara produktif.
Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, para anggota Karang Taruna mampu memahami peran mereka secara lebih utuh dan berkontribusi aktif dalam pembangunan desa.
“Minimal mereka paham perannya dulu, lalu bisa ikut mendukung program pembangunan desa sesuai kapasitasnya,” kata Hafizh.
Terkait dukungan anggaran, DPMD menyebut Karang Taruna bisa difasilitasi melalui dana desa atau sumber lain, tergantung kemampuan keuangan masing-masing desa.
Ke depan, DPMD Kabupaten Banjar berencana memperluas jangkauan pelatihan serupa agar semakin banyak pemuda desa yang melek digital dan siap mengangkat potensi daerahnya ke level yang lebih tinggi.
Dengan langkah ini, Karang Taruna tak lagi sekadar organisasi kepemudaan, tetapi juga menjadi “mesin kreatif” desa di era digital.
#KarangTaruna #Banjarbaru #KabupatenBanjar #PemudaDesa #Bimtek2026 #DigitalisasiDesa #UMKMDesa #WisataDesa #BeritaKalsel #GenerasiMuda #IndonesiaMaju

