Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Sudah Ada Tawaran, STY Buka Peluang Comeback Ke Indonesia

    20/04/2026

    Sudah Dikupas Sejak Lebaran, Jalan Rusak! Warga Tanbu–Kotabaru Resah, Anak Sekolah Jadi Korban

    20/04/2026

    Bupati Seruyan “Go Global”,Bidik Investor Hong Kong hingga Tiongkok di Batam

    20/04/2026

    Pesan Penting DPRD Kalsel di Perayaan Ulang Tahun ke-27 Kota Banjarbaru

    20/04/2026

    Personel Diasah, Basarnas, Damkar, dan BPBD Kampar Latihan Hadapi Bencana

    20/04/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Pantai Pagatan Pecah! Slank & Siti Badriah Buka Mappanre Ritasi’e

      17/04/2026

      Zero Waste di Gunung Kahung! Sampah Tertinggal Bisa Kena Denda & Blacklist

      11/04/2026

      Pengembangan Besar Geopark Meratus, Wisata Loksado Digenjot Lebih Maksimal

      08/04/2026

      Tradisi Unik Banyuwangi! Aura Mistis & Budaya Kental, Seblang Olehsari Sedot Ribuan Wisatawan Pasca Lebaran

      25/03/2026

      Belum Maksimal? Ini Strategi RSGM Gusti Hasan Aman Tingkatkan Pelayanan

      07/04/2026

      Es Krim Paracetamol Bikin Geger, Ternyata Cuma Hoaks

      02/04/2026

      Kabar Baik! Klinik Vaksin Internasional Pertama Hadir di Puruk Cahu

      20/02/2026

      Balangan Health Run 4K, Cara Seru Warga Balangan Jaga Kesehatan

      15/12/2025

      Melawan Dominasi Matic! Supra X 125 Cross, Tangguh dan Bandel

      15/04/2026

      Ngeri! RKAB Ditolak Dua Kali, Tambang Langsung Disuruh Stop, Aturan Baru Bikin Perusahaan Ketar-Ketir

      15/04/2026

      Dari Bali Sampai Jakarta, Tiket ke Banjarmasin Ludes, Warga Kalsel Terjebak di Luar Daerah

      08/04/2026

      Lebih Irit dari Stylo 160? Kenalan Yuk Sama Honda Giorno!

      28/02/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Sudah Dikupas Sejak Lebaran, Jalan Rusak! Warga Tanbu–Kotabaru Resah, Anak Sekolah Jadi Korban

    Sudah Dikupas Sejak Lebaran, Jalan Rusak! Warga Tanbu–Kotabaru Resah, Anak Sekolah Jadi Korban

    Tim PublikaTim Publika20/04/2026
    Pekerjaan penambalan aspal di Mantewe menuai sorotan warga. Terlihat pengendara melintas dekat jalan yang baru diperbaiki sebagian di dekat Puskesmas Mantewe, Senin (13/04/2026). /publikaindonesia.com

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Persoalan klasik kembali menghantui proyek perbaikan jalan nasional di wilayah Tanah Bumbu hingga Kotabaru. Kelangkaan aspal panas ditambah jauhnya jarak distribusi material disebut menjadi biang kerok lambatnya perbaikan sekaligus menurunnya kualitas tambalan jalan.

    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 BPJN Kalsel, Dienes Pramudya Wardani, mengakui bahwa proses preservasi jalan, khususnya di ruas Mantewe–Serongga, terkendala pasokan aspal yang harus didatangkan dari Banjarmasin.

    “Penutupan lubang masih menunggu aspal dari Banjarmasin. Saat ini memang terjadi kelangkaan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

    Jarak tempuh distribusi yang mencapai sekitar 189 kilometer dengan waktu pengiriman hingga empat sampai lima jam juga menjadi tantangan tersendiri. Kondisi ini berisiko memengaruhi kualitas aspal saat tiba di lokasi pekerjaan.

    Meski begitu, Dienes memastikan pihak kontraktor, PT Berkat Utama SKP, telah melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan menjaga suhu material menggunakan penutup terpal selama proses pengangkutan.

    Kualitas penambalan aspal di Mantewe dikeluhkan warga, Senin (13/04/2026) /publikaindonesia.com
    Rambu berukuran kecil tanpa reflektor di lubang ruas jalan Mantewe saat malam hari / publikaindonesia.com

    Di sisi lain, keluhan masyarakat terkait tambalan jalan yang bergelombang dan tidak rata juga mendapat tanggapan. Menurut Dienes, kondisi tersebut disebabkan karena lapisan yang ada saat ini masih berupa lapisan pondasi atas (LPA), bukan lapisan akhir aspal panas.

    “Penutupan lubang sementara menggunakan LPA, untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sambil menunggu pengaspalan dengan campuran aspal panas (CAP),” jelasnya.

    Namun, kondisi di lapangan menunjukkan cerita berbeda. Berdasarkan pantauan di ruas jalan nasional dari Cantung, Kotabaru hingga Mantewe, Tanah Bumbu, sejumlah titik jalan terlihat dikupas namun belum diperbaiki, bahkan minim rambu peringatan.

    Rambu penanda perbaikan jalan di ruas jalan Mantewe yang rusak terlindas kendaraan /publikaindonesia.com
    Kondisi lubang yang belum ditambal di jalan Cantung, Kotabaru, tanpa rambu dinilai membahayakan pengguna jalan, Senin (13/04/2026) / publikaindonesia.com

    Di kawasan Cantung, misalnya, kupasan jalan tanpa rambu jelas terlihat, terutama di pusat kota. Rambu peringatan baru tampak di depan kantor polisi setempat, itu pun dalam ukuran kecil.

    “Mulai sebelum lebaran dikupas, sampai sekarang belum diperbaiki. Anak-anak sekolah lewat sini setiap hari, saya khawatir,” ujar Tamrin, warga setempat.

    Kondisi serupa juga ditemukan di wilayah Mantewe. Meski beberapa titik sudah ditambal, seperti di sekitar puskesmas dan pasar, hasilnya dinilai belum maksimal. Permukaan jalan terlihat tidak rata dan cenderung bergelombang.

    Bahkan, sejumlah rambu peringatan tampak rusak dan tergeletak, diduga akibat terlindas kendaraan berat. Hal ini semakin meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

    “Sudah ada beberapa anak sekolah yang jatuh di sana,” ungkap Mama Chandra, warga Mantewe.

    Tak hanya itu, minimnya papan informasi proyek juga menjadi sorotan. Sepanjang ruas jalan yang dilintasi, hampir tidak ditemukan plang proyek yang memberikan informasi pekerjaan kepada masyarakat.

    Jalan Cantung, Kotabaru yang dikupas namun belum ditambal karena material aspal yang tersendat / publikaindonesia.com
    Jalan Cantung, Kotabaru, warga protes karena sejak lebaran belum juga ditambal /publika.indonesia.com

    Sementara itu, proyek perbaikan jalan nasional di jalur Tanah Bumbu, Kotabaru hingga perbatasan Kalimantan Timur ini diketahui terdiri dari dua paket pekerjaan dengan total anggaran mencapai Rp27,1 miliar.

    Ruas Mantewe–Serongga dikerjakan PT Berkat Utama SKP dengan nilai Rp7,9 miliar. Sedangkan ruas Serongga–Kerang ditangani PT Salsabila Oniresh Nusantara dengan nilai Rp19,2 miliar.

    Pihak balai menyebut, selain kendala distribusi material, keterlambatan pekerjaan juga dipengaruhi masa cuti bersama hari besar keagamaan yang membuat sebagian pekerja pulang kampung.

    Meski demikian, pekerjaan dijadwalkan kembali dilanjutkan mulai 20 April 2026, dengan penambahan rambu peringatan di sejumlah titik rawan.

    Di tengah berbagai kendala tersebut, masyarakat berharap perbaikan jalan tidak hanya cepat selesai, tetapi juga memiliki kualitas yang benar-benar aman dan nyaman untuk dilalui.

     

    #JalanRusak #TanahBumbu #Kotabaru #Banjarmasin #Infrastruktur #AspalLangka #BeritaKalsel #ProyekJalan #Viral #KeselamatanJalan #IndonesiaMaju

     

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Sudah Ada Tawaran, STY Buka Peluang Comeback Ke Indonesia

    20/04/2026

    Bupati Seruyan “Go Global”,Bidik Investor Hong Kong hingga Tiongkok di Batam

    20/04/2026

    Pesan Penting DPRD Kalsel di Perayaan Ulang Tahun ke-27 Kota Banjarbaru

    20/04/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sudah Ada Tawaran, STY Buka Peluang Comeback Ke Indonesia

    20/04/2026

    Sudah Dikupas Sejak Lebaran, Jalan Rusak! Warga Tanbu–Kotabaru Resah, Anak Sekolah Jadi Korban

    20/04/2026

    Bupati Seruyan “Go Global”,Bidik Investor Hong Kong hingga Tiongkok di Batam

    20/04/2026

    Pesan Penting DPRD Kalsel di Perayaan Ulang Tahun ke-27 Kota Banjarbaru

    20/04/2026
    Berita Pilihan
    Olahraga

    Sudah Ada Tawaran, STY Buka Peluang Comeback Ke Indonesia

    20/04/2026 Olahraga

    PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA– Nama Shin Tae-yong kembali jadi sorotan. Di tengah kesibukannya mengelola akademi sepak bola…

    Sudah Dikupas Sejak Lebaran, Jalan Rusak! Warga Tanbu–Kotabaru Resah, Anak Sekolah Jadi Korban

    20/04/2026

    Bupati Seruyan “Go Global”,Bidik Investor Hong Kong hingga Tiongkok di Batam

    20/04/2026

    Pesan Penting DPRD Kalsel di Perayaan Ulang Tahun ke-27 Kota Banjarbaru

    20/04/2026

    Recent Posts

    • Sudah Ada Tawaran, STY Buka Peluang Comeback Ke Indonesia
    • Sudah Dikupas Sejak Lebaran, Jalan Rusak! Warga Tanbu–Kotabaru Resah, Anak Sekolah Jadi Korban
    • Bupati Seruyan “Go Global”,Bidik Investor Hong Kong hingga Tiongkok di Batam
    • Pesan Penting DPRD Kalsel di Perayaan Ulang Tahun ke-27 Kota Banjarbaru
    • Personel Diasah, Basarnas, Damkar, dan BPBD Kampar Latihan Hadapi Bencana

    Recent Comments

    1. Sheilaspody mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    2. EarnestHeS mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    3. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    4. RandomNameAgers mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    5. RandomNameAgers mengenai Masyarakat Kabupaten Banjar Masih Inginkan H Saidi Mansyur Untuk Memimpin
    April 2026
    SSRKJSM
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930 
    « Mar    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.