PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJAR – Kelestarian alam di kawasan Gunung Kahung dan Kahung Basar kini jadi perhatian serius. Menjelang musim libur panjang, Forum Pokdarwis Kahung Raya resmi menerapkan sistem manajemen sampah berbasis zero waste yang mulai efektif sejak 19 Maret 2026.


Kebijakan ini langsung bikin aturan pendakian makin ketat. Setiap pendaki kini diwajibkan bertanggung jawab penuh atas seluruh logistik yang mereka bawa termasuk sampahnya.
Di pos registrasi, pengelola menerapkan sistem audit sampah yang cukup detail. Para pendaki harus melakukan repacking atau pengemasan ulang barang bawaan. Kemasan sekali pakai seperti botol plastik, mi instan cup, hingga bumbu saset dilarang dibawa dalam bentuk aslinya.

Sebagai gantinya, semua logistik wajib dipindahkan ke wadah yang bisa digunakan ulang atau reusable.
Untuk barang tertentu seperti makanan kaleng atau baterai yang sulit dipindahkan, pengelola masih memberikan toleransi. Namun, ada syarat tegas: kemasan kosongnya wajib dibawa turun dan ditunjukkan saat proses check-out di kaki gunung.
Ketua Pokdarwis Kahung Raya, Hendri Hidayat, mengungkapkan kebijakan ini lahir dari kondisi di lapangan.
“Kami masih menemukan tumpukan sampah cukup banyak di jalur pendakian saat kegiatan bersih-bersih sebelumnya. Ini yang jadi dasar kami memperketat aturan,” ujarnya.
Melalui aturan baru yang telah disosialisasikan sejak pertengahan Maret tersebut, pengelola berharap kesadaran para pendaki terhadap pentingnya menjaga ekosistem gunung bisa meningkat drastis.
Tak main-main, sanksi juga sudah disiapkan bagi pelanggar. Setiap item sampah yang hilang atau tertinggal di atas gunung akan dikenakan denda sebesar Rp20 ribu per item.

Bahkan, pelanggar berpotensi masuk dalam daftar hitam alias blacklist, yang berarti tidak diperbolehkan lagi mendaki di kawasan Kahung di masa mendatang.
Langkah tegas ini diharapkan mampu mengubah pola pikir para pecinta alam. Bahwa mendaki bukan hanya soal menaklukkan puncak, tetapi juga menjaga alam tetap lestari.
#GunungKahung #ZeroWaste #PendakiBijak #JagaAlam #KalimantanSelatan #WisataAlam #SaveNature #NoTrash #Pendakian #BeritaKalsel #EcoFriendly

