PUBLIKAINDONESIA.COM, KOTABARU – Komitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mendorong pembangunan berkelanjutan kembali ditegaskan Ahmad Alim Bachri, Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), melalui kunjungan kerja selama tiga hari di Kabupaten Kotabaru, 25–27 Februari 2026.


Agenda tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi rangkaian strategis yang menyentuh pendidikan, kolaborasi daerah, hingga aksi nyata pelestarian lingkungan berbasis ekonomi hijau.
Hari Pertama: Silaturahmi di PSDKU Kotabaru
Setibanya di Kotabaru, Selasa (25/2/2026), Rektor bersama rombongan langsung bersilaturahmi dengan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) ULM Kotabaru melalui buka puasa bersama.
Suasana berlangsung akrab dan penuh dialog. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi terbuka antara pimpinan universitas dan sivitas akademika.
Saat ini, PSDKU ULM Kotabaru menaungi 50 mahasiswa dari tiga program studi: Akuakultur, Agribisnis, dan Pendidikan Khusus. Kehadiran PSDKU menjadi solusi strategis, mengingat jarak Kotabaru–Banjarmasin sekitar 265 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 6,5 jam melalui jalur darat dan feri.
PSDKU dihadirkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan daerah, terutama dalam penguatan SDM lokal agar tidak terjadi ketergantungan pada tenaga dari luar.
Hari Kedua: SDM Unggul untuk Kotabaru HEBAT
Rabu (26/2/2026), Rektor menyampaikan kuliah umum di Aula Kantor Bupati Kotabaru. Mengusung tema “Membangun SDM Unggul untuk Mewujudkan Kabupaten Kotabaru HEBAT (Harmonis, Energik, Bersatu, Amanah, dan Tangguh)”, kuliah ini menegaskan bahwa SDM adalah motor utama transformasi daerah.
Dalam paparannya, Rektor menyebut Kotabaru memiliki potensi besar di sektor pertambangan, pertanian, perikanan, pariwisata, hingga industri kreatif. Letak geografisnya yang strategis serta dukungan infrastruktur membuka peluang investasi yang menjanjikan.
Namun di balik peluang tersebut, terdapat tantangan nyata: kesenjangan SDM terampil, keterbatasan akses pendidikan tinggi, hingga fenomena brain drain.
ULM, tegasnya, hadir bukan hanya sebagai penyedia pendidikan, tetapi sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Sistem pembelajaran berbasis problem-based learning, service learning, dan blended learning diterapkan agar mahasiswa mampu menjawab kebutuhan riil lapangan.
Hari Ketiga: Aksi Nyata Ekonomi Hijau di Kawasan Mangrove
Kunjungan ditutup Kamis (27/2/2026) dengan visitasi ke kawasan mangrove yang dikelola Koperasi Berkah Wasaka Mandiri di Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar.
Beberapa desa yang dikunjungi antara lain Tanjung Sungkai, Tanjung Pelayar, Oka-Oka, dan Teluk Tamiang. Di Desa Tanjung Sungkai, Rektor meninjau langsung bibit mangrove hasil kolaborasi ULM dan masyarakat dalam upaya rehabilitasi ekosistem pesisir.
“Melalui budidaya mangrove ini, ULM berkontribusi nyata mendukung kebijakan ekonomi hijau pemerintah dan pencapaian SDGs, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Langkah ini mempertegas peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat ilmu, tetapi juga agen perubahan sosial dan lingkungan.
Komitmen Berkelanjutan untuk Kotabaru
Kunjungan kerja tiga hari tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah adalah kunci dalam membangun daerah yang kompetitif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.
Kotabaru tidak hanya berbicara soal kekayaan sumber daya alam, tetapi juga tentang bagaimana menyiapkan manusianya untuk mengelola masa depan secara bijak.
#ULM #RektorULM #Kotabaru #SDMUnggul #EkonomiHijau #Mangrove #PembangunanBerkelanjutan #PSDKU #PendidikanTinggi #BeritaKalimantan

