Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Bakat dan Asa Juara, PSSI Kotabaru Jaring Bintang Muda Popda 2026

    25/01/2026

    Sheila On 7 dan Bumi Lambung Mangkurat

    24/01/2026

    Cuma Soal Uang Receh, Pengemudi Mobil Jadi Korban Kekerasan di Surabaya

    24/01/2026

    Ketua OJK : WNI di Kamboja Ada yang Jadi Pelaku Scam

    24/01/2026

    Balap Liar Ancam Keselamatan, DPRD Banjarmasin Usulkan Solusi Tak Biasa

    24/01/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Asli Sumatera, Mekar di Australia: Titan Arum Tarik 2.000 Pengunjung

      10/01/2026

      Pecinta Travelling Wajib Tahu! Jelajah Semua Pulau di Indonesia Bisa Habiskan Separuh Hidupmu

      06/10/2025

      Duta Mall Soft Opening, Wakil Wali Kota: Duta Mall Bukan Cuma Tempat Belanja, Tapi Peluang Emas Warga Palangka Raya

      04/10/2025

      Aroya Cruise, Kapal Pesiar Halal Pertama di Dunia Hadirkan Pengalaman Haji dan Umrah Lewat Laut

      03/10/2025

      Balangan Health Run 4K, Cara Seru Warga Balangan Jaga Kesehatan

      15/12/2025

      Indonesia Siap Cetak Sejarah, Tim Muhammadiyah Dilirik WHO Jadi Pasukan Medis Dunia

      27/10/2025

      Workshop Nasional Kefarmasian 2025: Apoteker Didorong Jadi Garda Terdepan Atasi Hipertensi

      09/10/2025

      Sayur MBG di Tala Ditemukan Ada Ulat, Murid Ogah Makan, Ini Respon Pengawas

      06/10/2025

      WEF Warning! Pengangguran Jadi Bom Waktu Ekonomi Indonesia

      23/01/2026

      Tak Hanya Solar, Impor Bensin dan Avtur Juga Bakal Disetop

      23/01/2026

      IndiHome Down Massal, Warganet Heboh: Internet Down Se-Indonesia?

      22/01/2026

      Era Baru Energi Nasional, Indonesia Siap Lepas dari Solar Impor

      14/01/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Macet Tak Hilang, Cuma Pindah? Penutupan Bundaran Simpang Empat Bukan Solusi Final

    Macet Tak Hilang, Cuma Pindah? Penutupan Bundaran Simpang Empat Bukan Solusi Final

    Tim PublikaTim Publika24/01/2026
    Pakar kota ULM Dr. Eng. Akbar Rahman, ST., MT.

    PUBLIKAINDONESIA.COM – OPINI 

    Dalam perspektif tata ruang, Bundaran Simpang Empat Banjarbaru bukan sekadar simpul lalu lintas, melainkan bagian dari struktur ruang kota yang berfungsi sebagai node utama pergerakan, landmark kota, sekaligus titik temu beberapa koridor.

    Penutupan bundaran melalui rekayasa lalu lintas menunjukkan bahwa fungsi simpul tersebut telah melampaui kapasitas yang menyebabkan seringnya kemacetan dan terjadinya kecelakaan. Ini menandakan adanya ketidakseimbangan antara intensitas aktivitas kawasan dengan daya dukung jaringan jalan perkotaan.

    Kondisi ini mencerminkan fenomena umum kota berkembang akibat pertumbuhan kegiatan ekonomi, perdagangan, dan mobilitas di sekitar kawasan yang meningkat cepat. Namun penataan ruang belum berkembang sesuai yang diharapkan. Dampaknya Bundaran yang awalnya dirancang untuk arus melingkar dengan konflik rendah, berubah menjadi titik konflik tinggi.

    Rekayasa lalu lintas menjadi respon jangka pendek terhadap masalah yang bersifat struktural. Dari sudut pandang tata ruang, Rekayasa lalu lintas bundaran banjarbaru bukan solusi final, melainkan indikasi bahwa struktur jaringan jalan kota tidak lagi proporsional terhadap pola pergerakan, terjadi ketergantungan berlebih pada satu simpul.

    Masalah utamanya tidak hanya arus kendaraan, tetapi konsentrasi fungsi perkotaan di satu titik, lemahnya distribusi pusat kegiatan sekunder,dan belum optimalnya sistem jalan kolektor dan lokal sebagai penyangga.

    Dampak yang langsung dirasakan pengguna lalu lintas adalah menggeser beban ruang ke pengguna tertentu seperti angkutan umum, pekerja harian. Dimana rute memutar menambah biaya ekonomi dan waktu, yang secara tata ruang mencerminkan ketimpangan aksesibilitas.

    Dalam konteks urban planning, rekayasa lalu lintas idealnya terintegrasi dengan tata guna lahan, adanya pengendalian parkir, PKL disekitar kawasan serta didukung desain ruang jalan (street design) yang jelas. Maka untuk mengurangi dampak lalu lintas yang padat, diperlukan penataan ruang di sekitarnya.

    Jika pola ini berlanjut tanpa intervensi tata ruang yang lebih mendasar, maka kota berpotensi mengalami pemindahan kemacetan, bukan pengurangan, degradasi kualitas ruang publik di koridor alternatif, dan fragmentasi struktur pergerakan kota.

    Sebaliknya, kasus ini dapat menjadi momentum untuk evaluasi peran bundaran dalam struktur kota, penataan ulang simpul transportasi berbasis hirarki jalan, penguatan pusat-pusat kegiatan baru agar beban tidak menumpuk di satu titik.

    Solusi Bundaran Simpang Empat tidak cukup diselesaikan melalui penutupan atau pengalihan arus semata. Diperlukan pendekatan berlapis yang mengintegrasikan rekayasa lalu lintas, penataan ruang, pengendalian tata guna lahan, dan keadilan aksesibilitas. Dengan demikian, bundaran tidak lagi menjadi titik konflik, melainkan kembali berfungsi sebagai simpul kota yang efisien, aman, dan berkelanjutan.

    Secara makro, penanganan Bundaran Simpang Empat perlu diimbangi dengan percepatan pembangunan jaringan jalan baru dan penguatan koridor alternatif di kawasan lain, agar pola pergerakan kota tidak seluruhnya bertumpu pada satu simpul.

    Pengembangan jalan penghubung antar-kawasan dan kabupaten kota serta peningkatan fungsi jalan kolektor harus diarahkan untuk mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih merata, sekaligus mendukung tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan baru.

    Pendekatan ini menegaskan bahwa solusi kemacetan tidak cukup dilakukan di tingkat simpul, melainkan memerlukan penataan sistem jaringan jalan kota secara menyeluruh agar struktur ruang kota menjadi lebih seimbang dan resilien dimasa yang akan datang.

     

    #BundaranSimpangEmpat #Banjarbaru #TataRuangKot #RekayasaLaluLintas #Kemacetan #UrbanPlanning #TransportasiPerkotaan #BeritaBanjarbaru #KotaBerkelanjutan

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Bakat dan Asa Juara, PSSI Kotabaru Jaring Bintang Muda Popda 2026

    25/01/2026

    Sheila On 7 dan Bumi Lambung Mangkurat

    24/01/2026

    Cuma Soal Uang Receh, Pengemudi Mobil Jadi Korban Kekerasan di Surabaya

    24/01/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Bakat dan Asa Juara, PSSI Kotabaru Jaring Bintang Muda Popda 2026

    25/01/2026

    Sheila On 7 dan Bumi Lambung Mangkurat

    24/01/2026

    Cuma Soal Uang Receh, Pengemudi Mobil Jadi Korban Kekerasan di Surabaya

    24/01/2026

    Ketua OJK : WNI di Kamboja Ada yang Jadi Pelaku Scam

    24/01/2026
    Berita Pilihan
    Kotabaru

    Bakat dan Asa Juara, PSSI Kotabaru Jaring Bintang Muda Popda 2026

    25/01/2026 Kotabaru

    PUBLIKAINDONESIA.COM, KOTABARU – Deru semangat terdengar sejak pagi di tiga penjuru Kabupaten Kotabaru. Di bawah…

    Sheila On 7 dan Bumi Lambung Mangkurat

    24/01/2026

    Cuma Soal Uang Receh, Pengemudi Mobil Jadi Korban Kekerasan di Surabaya

    24/01/2026

    Ketua OJK : WNI di Kamboja Ada yang Jadi Pelaku Scam

    24/01/2026

    Recent Posts

    • Bakat dan Asa Juara, PSSI Kotabaru Jaring Bintang Muda Popda 2026
    • Sheila On 7 dan Bumi Lambung Mangkurat
    • Cuma Soal Uang Receh, Pengemudi Mobil Jadi Korban Kekerasan di Surabaya
    • Ketua OJK : WNI di Kamboja Ada yang Jadi Pelaku Scam
    • Balap Liar Ancam Keselamatan, DPRD Banjarmasin Usulkan Solusi Tak Biasa

    Recent Comments

    1. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    2. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    3. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    4. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    5. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    Januari 2026
    S S R K J S M
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
    « Des    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.