PUBLIKAINDONESIA.COM, NUSANTARA – Pembangunan Tahap I Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk periode 2022–2024 resmi dinyatakan rampung 100 persen. Fase awal ini mencakup penyelesaian berbagai infrastruktur dasar dan gedung-gedung strategis yang menjadi fondasi jantung pemerintahan baru Indonesia.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam proses pemindahan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Dengan selesainya tahap fisik, fokus kini beralih pada tantangan berikutnya: pengelolaan dan pemeliharaan aset-aset yang telah terbangun.

Plt. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, menegaskan bahwa kualitas pembangunan telah memenuhi standar yang ditetapkan. “Bangunan yang saat ini terbangun sudah dirasa memiliki kualitas yang cukup baik, mengingat selama pembangunan juga terdapat tim supervisi dan manajemen konstruksi yang memastikan kualitas pada setiap prosesnya,” ujar Danis dalam keterangannya.
Pengelolaan aset akan dilakukan secara terstruktur dengan pembagian tanggung jawab berdasarkan jenis infrastruktur. Setiap kategori akan dikelola oleh Project Officer dari Otorita IKN, yang bertugas melakukan evaluasi dan pemantauan rutin. Untuk memastikan efektivitas, pengelolaan juga melibatkan pihak ketiga yang memiliki kompetensi khusus.
Jenis-jenis infrastruktur yang masuk dalam fase pengelolaan antara lain:
-
Gedung dan Kawasan Kantor Kemenko: Termasuk kantor pemerintahan dan fasilitas administratif.
-
Hunian ASN: Rumah susun dan tempat tinggal untuk Aparatur Sipil Negara.
-
Ruang Terbuka Hijau: Taman kota dan fasilitas rekreasi publik.
-
Jaringan Jalan: Jalan utama dan akses pendukung antarwilayah di IKN.
-
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM): Sarana vital untuk distribusi air bersih.
-
Pengelolaan Persampahan: Infrastruktur sanitasi dan pengelolaan limbah.
Menurut Danis, kebutuhan anggaran untuk pengelolaan dan pemeliharaan seluruh aset pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp 200 hingga Rp 300 miliar. Dana ini akan digunakan untuk memastikan infrastruktur yang telah dibangun tetap berfungsi optimal dan berkelanjutan.
Dengan selesainya Tahap I, Indonesia kini memasuki babak baru dalam pembangunan IKN. Fokus berikutnya adalah menjaga keberlanjutan proyek sekaligus mempersiapkan tahapan berikutnya menuju pemindahan pemerintahan yang direncanakan berlangsung secara bertahap.