Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Mini Games hingga Mewarnai, Program McDonald’s Disambut Meriah Anak PAUD

    27/01/2026

    Janji Nikah Tak Kunjung Ditepati, Wanita di Banjarmasin Polisikan Kekasih Yang Sudah Beristri

    26/01/2026

    Viral Diam-Diam, Wali Kota Banjarbaru Bantu Siswa SD yang Terluka Mental

    26/01/2026

    Sultan Banjar Wakili Keraton Majapahit dalam Prosesi Penganugerahan Gelar Kebangsawanan

    26/01/2026

    Tak Mau Jalan di Tempat, Pemkab Tanah Bumbu Dorong Inovasi Birokrasi

    26/01/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Asli Sumatera, Mekar di Australia: Titan Arum Tarik 2.000 Pengunjung

      10/01/2026

      Pecinta Travelling Wajib Tahu! Jelajah Semua Pulau di Indonesia Bisa Habiskan Separuh Hidupmu

      06/10/2025

      Duta Mall Soft Opening, Wakil Wali Kota: Duta Mall Bukan Cuma Tempat Belanja, Tapi Peluang Emas Warga Palangka Raya

      04/10/2025

      Aroya Cruise, Kapal Pesiar Halal Pertama di Dunia Hadirkan Pengalaman Haji dan Umrah Lewat Laut

      03/10/2025

      Balangan Health Run 4K, Cara Seru Warga Balangan Jaga Kesehatan

      15/12/2025

      Indonesia Siap Cetak Sejarah, Tim Muhammadiyah Dilirik WHO Jadi Pasukan Medis Dunia

      27/10/2025

      Workshop Nasional Kefarmasian 2025: Apoteker Didorong Jadi Garda Terdepan Atasi Hipertensi

      09/10/2025

      Sayur MBG di Tala Ditemukan Ada Ulat, Murid Ogah Makan, Ini Respon Pengawas

      06/10/2025

      WEF Warning! Pengangguran Jadi Bom Waktu Ekonomi Indonesia

      23/01/2026

      Tak Hanya Solar, Impor Bensin dan Avtur Juga Bakal Disetop

      23/01/2026

      IndiHome Down Massal, Warganet Heboh: Internet Down Se-Indonesia?

      22/01/2026

      Era Baru Energi Nasional, Indonesia Siap Lepas dari Solar Impor

      14/01/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Dugaan Intimidasi Polisi, Sukatani Tarik Lagu ‘Bayar Bayar Bayar’

    Dugaan Intimidasi Polisi, Sukatani Tarik Lagu ‘Bayar Bayar Bayar’

    Tim PublikaTim Publika22/02/2025

    PUBLIKAINDONESIA, JAKARTA – Duo post-punk/new wave asal Purbalingga, Sukatani, diduga mengalami intimidasi dari aparat kepolisian hingga terpaksa menarik lagu Bayar Bayar Bayar dari seluruh platform musik digital.

    Mereka juga disebut mendapat tekanan untuk menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Kapolri dan institusi Polri melalui akun Instagram mereka, @sukatani.band, pada Kamis, 20 Februari 2025.

    Menurut sumber yang mengetahui kejadian tersebut, personel Sukatani, Muhammad Syifa Al Lutfi (Alectroguy) dan Novi Citra Indriyati (Twister Angel), awalnya dihampiri oleh anggota polisi dari Polda Jawa Tengah di Banyuwangi. Saat itu, mereka sedang dalam perjalanan pulang dari Bali menuju Purbalingga.

    “Memang sudah diawasi dari tahun lalu,” ujar sumber tersebut, Kamis (20/2/2025).

    Al dan Citra kemudian dibawa ke salah satu kantor kepolisian di Banyuwangi, di mana mereka diduga mendapat tekanan hingga akhirnya membuat video permintaan maaf.

    Dalam video yang diunggah di akun Instagram @sukatani.band, Al menjelaskan bahwa lagu Bayar Bayar Bayar mereka buat untuk mengkritik oknum polisi yang melanggar peraturan.

    “Saya Muhammad Syifa Al Lutfi sekali lagi mohon maaf. Saya Novi Citra Indriyati sekali lagi mohon maaf,” ujar mereka dalam video tersebut.

    Lagu Bayar Bayar Bayar, yang dirilis dalam album Gelap Gempita pada 2023, mengkritik dugaan praktik pungutan liar di kepolisian. Beberapa liriknya berbunyi:

    “Mau bikin SIM, bayar polisi. Mau jadi polisi, bayar polisi.”

    Gelombang Solidaritas untuk Sukatani

    Dugaan intimidasi terhadap Sukatani memicu reaksi luas di kalangan musisi dan aktivis. Vokalis band Seringai, Arian, serta musisi hip-hop Tuan Tigabelas, turut menyuarakan solidaritas dengan menyerukan tagar #KamiBersamaSukatani.

    Hingga Jumat (21/2/2025) pukul 17.58 WIB, tagar ini telah digunakan lebih dari 203 ribu kali di media sosial X.

    Di Instagram, sejumlah musisi juga memberikan dukungan langsung di kolom komentar akun @sukatani.band. Salah satunya, musisi Endah Widiastuti, menulis:

    “Semangat!!! Lagu kalian suara hati rakyat!”

    Meskipun belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan intimidasi, informasi yang diterima menyebutkan bahwa Al dan Citra telah kembali dalam kondisi aman ke Purbalingga pada Jumat (21/2/2025) sore.

    Kecaman dari Aktivis HAM dan YLBHI

    Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menilai bahwa dugaan tekanan terhadap Sukatani mencerminkan sikap antikritik dan menjadi ancaman bagi demokrasi serta kebebasan berekspresi.

    “Ini persis seperti zaman Orde Baru yang takut pada tulisan Pramoedya Ananta Toer. Ini sangat berbahaya terhadap demokrasi, kebebasan berekspresi, dan berkesenian,” tegas Isnur.

    Ia juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas anggotanya yang terlibat dalam dugaan intimidasi tersebut.

    Hal senada disampaikan oleh Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. Ia menekankan bahwa kebebasan berkesenian merupakan bagian dari hak asasi manusia yang diakui secara universal dan mendesak Kapolri untuk melakukan koreksi terhadap kasus ini.

    “Koreksi itu akan diukur dari terungkapnya siapa pejabat polisi yang menekan, dan dari kembali tidaknya lagu itu disiarkan di Spotify dan platform digital lainnya,” ujar Usman.

    Sebagai bentuk simbolis, Usman bahkan mengusulkan agar Kapolri mengundang Sukatani ke Mabes Polri untuk membawakan lagu tersebut secara langsung di hadapan jajaran kepolisian.

    Sementara itu, data Koalisi Seni menunjukkan bahwa sejak 2010 hingga 2024, pelanggaran terhadap kebebasan berkesenian di Indonesia terus meningkat.

    Pada 2024 saja, tercatat setidaknya 60 kasus, termasuk pelarangan pameran lukisan Yos Suprapto dan pementasan teater Wawancara dengan Mulyono di ISBI Bandung.

    Kasus Sukatani kini menjadi simbol baru dari tantangan terhadap kebebasan berkesenian di Indonesia.

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Mini Games hingga Mewarnai, Program McDonald’s Disambut Meriah Anak PAUD

    27/01/2026

    Janji Nikah Tak Kunjung Ditepati, Wanita di Banjarmasin Polisikan Kekasih Yang Sudah Beristri

    26/01/2026

    Viral Diam-Diam, Wali Kota Banjarbaru Bantu Siswa SD yang Terluka Mental

    26/01/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Mini Games hingga Mewarnai, Program McDonald’s Disambut Meriah Anak PAUD

    27/01/2026

    Janji Nikah Tak Kunjung Ditepati, Wanita di Banjarmasin Polisikan Kekasih Yang Sudah Beristri

    26/01/2026

    Viral Diam-Diam, Wali Kota Banjarbaru Bantu Siswa SD yang Terluka Mental

    26/01/2026

    Sultan Banjar Wakili Keraton Majapahit dalam Prosesi Penganugerahan Gelar Kebangsawanan

    26/01/2026
    Berita Pilihan
    Banjarbaru

    Mini Games hingga Mewarnai, Program McDonald’s Disambut Meriah Anak PAUD

    27/01/2026 Banjarbaru

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – McDonald’s kembali menghadirkan program edukatif Goes to School dengan menggandeng PAUD Citra…

    Janji Nikah Tak Kunjung Ditepati, Wanita di Banjarmasin Polisikan Kekasih Yang Sudah Beristri

    26/01/2026

    Viral Diam-Diam, Wali Kota Banjarbaru Bantu Siswa SD yang Terluka Mental

    26/01/2026

    Sultan Banjar Wakili Keraton Majapahit dalam Prosesi Penganugerahan Gelar Kebangsawanan

    26/01/2026

    Recent Posts

    • Mini Games hingga Mewarnai, Program McDonald’s Disambut Meriah Anak PAUD
    • Janji Nikah Tak Kunjung Ditepati, Wanita di Banjarmasin Polisikan Kekasih Yang Sudah Beristri
    • Viral Diam-Diam, Wali Kota Banjarbaru Bantu Siswa SD yang Terluka Mental
    • Sultan Banjar Wakili Keraton Majapahit dalam Prosesi Penganugerahan Gelar Kebangsawanan
    • Tak Mau Jalan di Tempat, Pemkab Tanah Bumbu Dorong Inovasi Birokrasi

    Recent Comments

    1. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    2. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    3. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    4. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    5. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    Januari 2026
    S S R K J S M
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
    « Des    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.