PUBLIKAINDONESIA.COM, DEPOK – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video CCTV yang memperlihatkan dugaan aksi perundungan terhadap seorang anak di Depok. Ironisnya, insiden itu dipicu hal sepele: kekalahan dalam lomba lari.


Dalam rekaman yang viral, terlihat pelaku menyeret korban secara kasar di jalanan. Peristiwa tersebut terjadi di hadapan beberapa orang dewasa. Namun, tak satu pun tampak berusaha menghentikan aksi tersebut.
Tak Terima Kalah, Berujung Kekerasan
Berdasarkan informasi yang beredar, perundungan terjadi setelah pelaku kalah dalam perlombaan lari. Alih-alih bersikap sportif, pelaku diduga meluapkan emosinya kepada korban.
Korban disebut mengalami trauma, baik secara fisik maupun psikis. Hingga kini, kondisi korban masih dalam pendampingan keluarga.
Keluarga Korban Takut Melapor
Situasi makin rumit karena keluarga korban mengaku diliputi rasa takut untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Mereka khawatir akan menghadapi kesulitan, lantaran ayah pelaku disebut merupakan anggota aktif dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.
“Kami orang kecil, takut dipersulit,” ujar salah satu kerabat korban.
Pernyataan tersebut memicu perhatian publik. Banyak warganet mempertanyakan keberanian aparat dalam menegakkan keadilan jika ada dugaan ketimpangan relasi kuasa.
Kasus ini bukan hanya soal perundungan anak, tetapi juga menyangkut rasa keadilan di tengah masyarakat. Trauma yang dialami korban dinilai nyata, namun rasa takut untuk melapor menjadi hambatan tersendiri.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait langkah penanganan kasus tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perundungan, sekecil apa pun pemicunya, dapat berdampak serius. Lebih dari itu, keberanian untuk melapor dan perlindungan terhadap korban menjadi kunci agar keadilan benar-benar bisa ditegakkan tanpa pandang bulu.
#Depok #ViralDepok #Bullying #PerundunganAnak #CCTVViral #KeadilanUntukKorban #StopBullying #BeritaTerkini #Indonesia #KasusViral

