Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Usai Runner-Up Piala Asia, Ranking Futsal Indonesia Langsung Meledak

    12/02/2026

    Dari Hutan Kalimantan ke Pasar Dunia: 🌿“Daun Surga” yang Bikin Dolar Mengalir

    11/02/2026

    Sawit Itu Pohon: Saatnya Mengakhiri Perdebatan yang Tidak Perlu

    11/02/2026

    Sertifikat Dibatalkan, Tambang Masuk: Sengketa Bekambit Jadi Potret Konflik Agraria di Kalsel

    11/02/2026

    Rumor ke Persebaya Gugur, Sananta Tetap Abroad

    11/02/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Bidik Wisatawan ASEAN, Ini Strategi Dispar Kalsel

      04/02/2026

      Ritual Sakral Suku Banjar Mandi 7 Bulanan, Menjaga Kehidupan Sejak Dalam Kandungan

      31/01/2026

      Asli Sumatera, Mekar di Australia: Titan Arum Tarik 2.000 Pengunjung

      10/01/2026

      Pecinta Travelling Wajib Tahu! Jelajah Semua Pulau di Indonesia Bisa Habiskan Separuh Hidupmu

      06/10/2025

      Balangan Health Run 4K, Cara Seru Warga Balangan Jaga Kesehatan

      15/12/2025

      Indonesia Siap Cetak Sejarah, Tim Muhammadiyah Dilirik WHO Jadi Pasukan Medis Dunia

      27/10/2025

      Workshop Nasional Kefarmasian 2025: Apoteker Didorong Jadi Garda Terdepan Atasi Hipertensi

      09/10/2025

      Sayur MBG di Tala Ditemukan Ada Ulat, Murid Ogah Makan, Ini Respon Pengawas

      06/10/2025

      Dari Hutan Kalimantan ke Pasar Dunia: 🌿“Daun Surga” yang Bikin Dolar Mengalir

      11/02/2026

      Pemangkasan Produksi Batubara 2026 Bikin Pelaku Usaha Waswas, Ancaman PHK Mengintai

      09/02/2026

      Hovercraft Futuristik ‘AirFish’ Singapura–Batam Siap Mengudara 2026

      07/02/2026

      Buntut Badai Pasar Modal, OJK Diguncang Pengunduran Diri Beruntun

      31/01/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Sertifikat Dibatalkan, Tambang Masuk: Sengketa Bekambit Jadi Potret Konflik Agraria di Kalsel

    Sertifikat Dibatalkan, Tambang Masuk: Sengketa Bekambit Jadi Potret Konflik Agraria di Kalsel

    Tim PublikaTim Publika11/02/2026

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Sengketa lahan di Desa Bekambit, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, kembali menjadi sorotan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Selatan menilai konflik ini bukan hanya persoalan administrasi pertanahan, melainkan bentuk nyata tumpang tindih kebijakan agraria dan pertambangan yang mengancam ruang hidup warga transmigran.

    Warga Bekambit merupakan transmigran yang ditempatkan negara sejak akhir 1980-an. Mereka menerima Sertifikat Hak Milik (SHM) sekitar tahun 1990 sebagai legalitas atas tanah yang mereka tempati dan kelola. Selama puluhan tahun, lahan tersebut menjadi kebun, rumah, sekaligus sumber penghidupan.

    Namun situasi berubah ketika Izin Usaha Pertambangan (IUP) terbit sekitar 2010 dan masuk dalam konsesi tambang batu bara di wilayah yang sama.

    717 Sertifikat Dibatalkan

    Konflik memuncak pada 2019. Kantor Wilayah BPN Kalimantan Selatan diduga membatalkan 717 sertifikat tanah transmigran dengan luas sekitar 485 hektare karena dianggap tumpang tindih perizinan.

    Pembatalan ini, menurut WALHI, tidak hanya menghapus kepastian hukum warga, tetapi juga memposisikan mereka seolah-olah bermasalah di atas tanah yang telah mereka kuasai secara sah selama puluhan tahun.

    Sejak saat itu, warga terus memperjuangkan haknya melalui dialog dan aksi terbuka. Pada 22 April 2025, puluhan warga mendatangi Kantor Wilayah BPN Kalsel di Banjarbaru dengan membawa sertifikat yang dibatalkan sebagai simbol tuntutan pemulihan hak.

    Mediasi berlangsung sepanjang 2025, namun belum menghasilkan kepastian permanen. Pada 10 November 2025, warga kembali menyuarakan tuntutan di DPRD Kotabaru, meminta penghentian aktivitas tambang di atas lahan transmigrasi serta pemulihan hak mereka.

    Janji Pemerintah Dinilai Belum Cukup

    Awal Februari 2026, pemerintah pusat menyatakan komitmen memulihkan sertifikat yang dibatalkan dan membekukan operasional izin tambang hingga sengketa selesai.

    Namun bagi warga dan WALHI, pernyataan lisan atau dalam bentuk video belum cukup.

    Komitmen tersebut dinilai harus dituangkan dalam keputusan administratif tertulis yang memiliki kekuatan hukum. Tanpa dokumen resmi, pemulihan sertifikat dianggap rawan berubah sewaktu-waktu.

    WALHI juga menilai pembekuan izin tambang bukan solusi akhir. Selama IUP yang tumpang tindih masih tercatat aktif dan belum dicabut, posisi hukum warga tetap terancam.

    “Peninjauan menyeluruh dan pencabutan izin di atas lahan transmigrasi menjadi langkah yang tidak bisa ditawar,” demikian sikap WALHI Kalsel dalam rilis persnya.

    Pola Konflik Berulang

    WALHI menyebut kasus Bekambit bukan yang pertama di Kalimantan Selatan.

    Desa Wonorejo di Kabupaten Balangan, yang juga wilayah transmigrasi, disebut lenyap akibat ekspansi tambang. Di Desa Rantau Bakula, Kabupaten Banjar, seorang petani bernama Sumardi (64) bahkan sempat ditahan saat mempertahankan kebun garapannya.

    Menurut WALHI, praktik konflik lahan dan dugaan perampasan ruang hidup (land grabbing) menunjukkan lemahnya sinkronisasi kebijakan serta minimnya perlindungan terhadap masyarakat rentan.

    Tuntutan WALHI

    Atas konflik ini, WALHI Kalimantan Selatan menyatakan empat sikap:

    1. Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Transmigrasi diminta segera memulihkan dan mengembalikan hak kepemilikan masyarakat yang berkonflik dengan korporasi.

    2. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diminta segera melakukan rekonsiliasi dan resolusi konflik di Desa Bekambit.

    3. Negara diminta melakukan evaluasi dan audit menyeluruh terhadap perizinan tambang di Kalimantan Selatan, khususnya di Pulau Laut dan Pulau Sebuku, Kotabaru.

    4. Negara diminta menindak tegas perusahaan jika terbukti melakukan pelanggaran lingkungan dan hak asasi manusia.

     

    #Bekambit #Kotabaru #PulauLaut #KalimantanSelatan #KonflikAgraria #WALHI #TambangBatubara #Transmigrasi #IUP #HakAtasTanah #LingkunganHidup #LandGrabbing

     

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Usai Runner-Up Piala Asia, Ranking Futsal Indonesia Langsung Meledak

    12/02/2026

    Dari Hutan Kalimantan ke Pasar Dunia: 🌿“Daun Surga” yang Bikin Dolar Mengalir

    11/02/2026

    Sawit Itu Pohon: Saatnya Mengakhiri Perdebatan yang Tidak Perlu

    11/02/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Usai Runner-Up Piala Asia, Ranking Futsal Indonesia Langsung Meledak

    12/02/2026

    Dari Hutan Kalimantan ke Pasar Dunia: 🌿“Daun Surga” yang Bikin Dolar Mengalir

    11/02/2026

    Sawit Itu Pohon: Saatnya Mengakhiri Perdebatan yang Tidak Perlu

    11/02/2026

    Sertifikat Dibatalkan, Tambang Masuk: Sengketa Bekambit Jadi Potret Konflik Agraria di Kalsel

    11/02/2026
    Berita Pilihan
    Olahraga

    Usai Runner-Up Piala Asia, Ranking Futsal Indonesia Langsung Meledak

    12/02/2026 Olahraga

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Momen bersejarah Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia Futsal 2026 tak hanya…

    Dari Hutan Kalimantan ke Pasar Dunia: 🌿“Daun Surga” yang Bikin Dolar Mengalir

    11/02/2026

    Sawit Itu Pohon: Saatnya Mengakhiri Perdebatan yang Tidak Perlu

    11/02/2026

    Sertifikat Dibatalkan, Tambang Masuk: Sengketa Bekambit Jadi Potret Konflik Agraria di Kalsel

    11/02/2026

    Recent Posts

    • Usai Runner-Up Piala Asia, Ranking Futsal Indonesia Langsung Meledak
    • Dari Hutan Kalimantan ke Pasar Dunia: 🌿“Daun Surga” yang Bikin Dolar Mengalir
    • Sawit Itu Pohon: Saatnya Mengakhiri Perdebatan yang Tidak Perlu
    • Sertifikat Dibatalkan, Tambang Masuk: Sengketa Bekambit Jadi Potret Konflik Agraria di Kalsel
    • Rumor ke Persebaya Gugur, Sananta Tetap Abroad

    Recent Comments

    1. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    2. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    3. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    4. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    5. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    Februari 2026
    S S R K J S M
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  
    « Jan    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.