Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Setelah 30 Tahun Ekspedisi Legendaris Bangkit Lagi, Dari Balikpapan ke Pontianak, Jejak Camel Trophy Kalimantan 2026

    11/04/2026

    Zero Waste di Gunung Kahung! Sampah Tertinggal Bisa Kena Denda & Blacklist

    11/04/2026

    Perjuangan Tak Biasa, Demi Ujian Online Siswa SMP Ini Harus Naik Bukit 6 Km Cari Sinyal

    11/04/2026

    Modus Koper Pakaian, Penyelundupan 4 Kg Sabu Berhasil Digagalkan di Bandara Pekanbaru

    10/04/2026

    Tak Mau Ada Daerah Gelap! Seruyan Percepat Akses Listrik ke Wilayah Terpencil

    10/04/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Zero Waste di Gunung Kahung! Sampah Tertinggal Bisa Kena Denda & Blacklist

      11/04/2026

      Pengembangan Besar Geopark Meratus, Wisata Loksado Digenjot Lebih Maksimal

      08/04/2026

      Tradisi Unik Banyuwangi! Aura Mistis & Budaya Kental, Seblang Olehsari Sedot Ribuan Wisatawan Pasca Lebaran

      25/03/2026

      Healing Bareng Keluarga Pasca Lebaran, Kebun Raya Banua Resmi Dibuka Lagi

      23/03/2026

      Belum Maksimal? Ini Strategi RSGM Gusti Hasan Aman Tingkatkan Pelayanan

      07/04/2026

      Es Krim Paracetamol Bikin Geger, Ternyata Cuma Hoaks

      02/04/2026

      Kabar Baik! Klinik Vaksin Internasional Pertama Hadir di Puruk Cahu

      20/02/2026

      Balangan Health Run 4K, Cara Seru Warga Balangan Jaga Kesehatan

      15/12/2025

      Dari Bali Sampai Jakarta, Tiket ke Banjarmasin Ludes, Warga Kalsel Terjebak di Luar Daerah

      08/04/2026

      Lebih Irit dari Stylo 160? Kenalan Yuk Sama Honda Giorno!

      28/02/2026

      Kopdes Merah Putih di Konawe Selatan Ekspor 50 Ton Arang ke Tiongkok, Raup Rp734 Juta

      27/02/2026

      Toyota Kijang Super 2026 Resmi Comeback!, Legenda Keluarga Kini Lebih Modern dan Ramah Lingkungan

      27/02/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Sekali Gigit Langsung Rindu Kampung Halaman, Amparan Tatak Lakatan Primadona Meja Takjil Ramadan

    Sekali Gigit Langsung Rindu Kampung Halaman, Amparan Tatak Lakatan Primadona Meja Takjil Ramadan

    Tim PublikaTim Publika21/02/2026

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Ramadan selalu punya cerita. Tentang azan magrib yang dinanti, tentang meja makan yang penuh warna, dan tentu saja tentang takjil manis yang pertama kali menyentuh lidah setelah seharian berpuasa.

    Di antara deretan kue tradisional khas Banjar, ada satu yang tak pernah gagal mencuri perhatian: Amparan Tatak Lakatan.

    Kue ini unik. Bukan hanya karena tampilannya yang dua lapis, tapi juga karena perpaduan teksturnya yang kontras namun harmonis. Bagian bawahnya padat dan legit dari beras ketan (lakatan), sementara bagian atasnya lembut gurih dengan sentuhan santan matang yang manis alami.

    Dua Lapis, Dua Sensasi

    Lapisan pertama dibuat dari 250 gram beras ketan yang direndam minimal satu hingga dua jam. Setelah dikukus setengah matang, ketan diaron dengan santan kental yang sudah direbus bersama garam dan daun pandan. Aroma santan berpadu wangi pandan langsung menyeruak, menghadirkan sensasi khas dapur Banjar.

    Ketan kemudian dikukus kembali hingga benar-benar tanak. Rahasianya ada pada proses pemadatan di Loyang ketan harus ditekan hingga benar-benar padat agar tak terpisah saat disiram adonan atas.

    Di sinilah fondasi rasa dibangun: legit, gurih, dan mengenyangkan. Cocok sebagai pembuka energi setelah seharian menahan lapar.

    Lapis Atas yang Lembut dan Wangi

    Bagian atasnya tak kalah menggoda. Campuran tepung beras dan sedikit tepung terigu dipadukan dengan gula pasir, garam, vanili, santan, serta telur kocok. Adonan ini diaduk hingga licin.

    Adonan kemudian dituangkan perlahan di atas lapisan ketan, lalu dikukus kembali selama 30 hingga 40 menit. Tutup dandang dibungkus kain agar air tak menetes detail kecil yang menentukan tekstur akhir kue.

    Sabar Adalah Kunci

    Setelah matang, satu hal penting: jangan tergoda memotong saat masih panas. Amparan Tatak Lakatan harus didinginkan sempurna, bahkan lebih baik jika masuk kulkas selama dua hingga tiga jam. Hasilnya? Potongan rapi, tidak lembek, dan setiap lapisan terlihat jelas menggoda.

    Saat disajikan, perpaduan ketan yang padat dan lapisan atas yang lembut menyatu di mulut. Manisnya pas, gurihnya terasa, dan aroma santan-pandannya membangkitkan nostalgia.

    Cocok Jadi Primadona Takjil

    Di bulan Ramadan, kue ini terasa begitu relevan. Teksturnya yang mengenyangkan membuatnya pas sebagai menu buka puasa sebelum lanjut ke hidangan utama. Rasanya yang manis-gurih juga tidak berlebihan, sehingga tetap nyaman di perut.

    Amparan Tatak Lakatan adalah bagian dari identitas kuliner Banjar warisan rasa yang tetap bertahan di tengah gempuran dessert modern.

    Saat azan magrib berkumandang, sepotong kue dua lapis ini bisa jadi teman terbaik untuk mengawali berbuka. Hangat, sederhana, dan penuh kenangan.

     

    Tips Anti Gagal

    • Padatkan ketan agar tidak terangkat saat ditimpa adonan cair.
    • Rebus santan lebih dulu agar aroma keluar maksimal dan kue tidak cepat basi.
    • Dinginkan sebelum dipotong agar hasilnya rapi dan cantik disajikan.

    #AmparanTatakLakatan #KueBanjar #TakjilRamadan #MenuBukaPuasa #KulinerBanjar #Ramadan1447H #ResepTradisional #KueTradisionalIndonesia #TakjilLegit #InspirasiBukaPuasa

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Setelah 30 Tahun Ekspedisi Legendaris Bangkit Lagi, Dari Balikpapan ke Pontianak, Jejak Camel Trophy Kalimantan 2026

    11/04/2026

    Zero Waste di Gunung Kahung! Sampah Tertinggal Bisa Kena Denda & Blacklist

    11/04/2026

    Perjuangan Tak Biasa, Demi Ujian Online Siswa SMP Ini Harus Naik Bukit 6 Km Cari Sinyal

    11/04/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Setelah 30 Tahun Ekspedisi Legendaris Bangkit Lagi, Dari Balikpapan ke Pontianak, Jejak Camel Trophy Kalimantan 2026

    11/04/2026

    Zero Waste di Gunung Kahung! Sampah Tertinggal Bisa Kena Denda & Blacklist

    11/04/2026

    Perjuangan Tak Biasa, Demi Ujian Online Siswa SMP Ini Harus Naik Bukit 6 Km Cari Sinyal

    11/04/2026

    Modus Koper Pakaian, Penyelundupan 4 Kg Sabu Berhasil Digagalkan di Bandara Pekanbaru

    10/04/2026
    Berita Pilihan
    Nusantara

    Setelah 30 Tahun Ekspedisi Legendaris Bangkit Lagi, Dari Balikpapan ke Pontianak, Jejak Camel Trophy Kalimantan 2026

    11/04/2026 Nusantara

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BALIKPAPAN – Setelah lebih dari tiga dekade, jejak petualangan off-road ekstrem di Kalimantan kembali…

    Zero Waste di Gunung Kahung! Sampah Tertinggal Bisa Kena Denda & Blacklist

    11/04/2026

    Perjuangan Tak Biasa, Demi Ujian Online Siswa SMP Ini Harus Naik Bukit 6 Km Cari Sinyal

    11/04/2026

    Modus Koper Pakaian, Penyelundupan 4 Kg Sabu Berhasil Digagalkan di Bandara Pekanbaru

    10/04/2026

    Recent Posts

    • Setelah 30 Tahun Ekspedisi Legendaris Bangkit Lagi, Dari Balikpapan ke Pontianak, Jejak Camel Trophy Kalimantan 2026
    • Zero Waste di Gunung Kahung! Sampah Tertinggal Bisa Kena Denda & Blacklist
    • Perjuangan Tak Biasa, Demi Ujian Online Siswa SMP Ini Harus Naik Bukit 6 Km Cari Sinyal
    • Modus Koper Pakaian, Penyelundupan 4 Kg Sabu Berhasil Digagalkan di Bandara Pekanbaru
    • Tak Mau Ada Daerah Gelap! Seruyan Percepat Akses Listrik ke Wilayah Terpencil

    Recent Comments

    1. Sheilaspody mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    2. EarnestHeS mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    3. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    4. RandomNameAgers mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    5. RandomNameAgers mengenai Masyarakat Kabupaten Banjar Masih Inginkan H Saidi Mansyur Untuk Memimpin
    April 2026
    SSRKJSM
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930 
    « Mar    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.