PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Panggung politik Senayan kembali menghadirkan babak baru. Partai NasDem resmi menunjuk kembali Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, menggantikan Rusdi Masse Mappasessu yang memutuskan hengkang dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia.


Penunjukan tersebut tertuang dalam surat Fraksi NasDem bernomor FNasdem107/DPR RI/II/2026 tertanggal 12 Februari 2026. Keputusan itu sekaligus menandai kembalinya Sahroni ke Komisi III setelah sempat dimutasi ke Komisi I.
Disetujui Bulat di Rapat Komisi
Pelantikan Sahroni digelar di ruang Komisi III DPR, Kamis (19/2/2026), dan dipimpin langsung Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
Dalam rapat tersebut, Dasco menanyakan persetujuan anggota Komisi III terkait penetapan Sahroni. Seluruh anggota yang hadir menyatakan setuju.
Dengan persetujuan itu, Sahroni resmi kembali menduduki kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Sempat Disanksi MKD
Diketahui, Sahroni sebelumnya dimutasi ke Komisi I DPR RI sebagai buntut dari video viral pada Agustus 2025 yang memicu gelombang demonstrasi di DPR.
Kasus tersebut berujung pada putusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang menyatakan Sahroni melanggar kode etik sebagai legislator. Ia dijatuhi sanksi nonaktif selama enam bulan dan tidak menerima hak keuangan selama masa tersebut.
Putusan itu ditetapkan dalam permusyawaratan MKD pada November 2025.
Janji Jaga Sikap
Usai kembali dipercaya memimpin di Komisi III, Sahroni menyampaikan apresiasi kepada MKD yang telah menyidangkan dirinya.
“Terima kasih untuk pimpinan MKD yang telah menyidangkan saya dan mudah-mudahan saya menjadi lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Kembalinya Sahroni ke posisi strategis di Komisi III menjadi sinyal bahwa NasDem kembali memberikan kepercayaan penuh. Kini publik menanti bagaimana langkah politiknya ke depan, terutama dalam menjalankan fungsi pengawasan di komisi yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan tersebut.
#AhmadSahroni #KomisiIII #DPRRI #NasDem #PolitikSenayan #SufmiDascoAhmad #MahkamahKehormatanDewan #BeritaPolitik #ParlemenIndonesia #UpdatePolitik

