Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    LPKSM Desak BBPOM Libatkan Lembaga Konsumen dalam Pengawasan Obat dan Makanan di Kaltim

    14/03/2026

    NENG NING NUNG NANG

    13/03/2026

    Polda Kalsel Berangkatkan 617 Pemudik dalam Program Mudik Gratis Polri Presisi 2026

    13/03/2026

    Polda Kalsel Kerahkan 2.189 Personel Amankan Mudik Lebaran

    12/03/2026

    Warteg Gratis Alfamart 2026 Hadir di 34 Kota, Libatkan 102 UMKM dan Bagikan 60 Ribu Paket Berbuka

    12/03/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Cap Go Meh 2026 di Pontianak dan Singkawang Meriah, 49 Naga Bersinar dan 727 Tatung Jadi Magnet Wisata

      05/03/2026

      Dari Banjir ke Bangkit: Maranting Menata Ulang Harapan Lewat River Tubing

      28/02/2026

      Sejuknya Bikin Lupa Pulang! Pesona Air Terjun Tayak di Halong

      27/02/2026

      Kelana Rasa Vol. 3: Grand Qin Banjarbaru Hadirkan Bukber Bertema “Journey to the Middle East”

      20/02/2026

      Kabar Baik! Klinik Vaksin Internasional Pertama Hadir di Puruk Cahu

      20/02/2026

      Balangan Health Run 4K, Cara Seru Warga Balangan Jaga Kesehatan

      15/12/2025

      Indonesia Siap Cetak Sejarah, Tim Muhammadiyah Dilirik WHO Jadi Pasukan Medis Dunia

      27/10/2025

      Workshop Nasional Kefarmasian 2025: Apoteker Didorong Jadi Garda Terdepan Atasi Hipertensi

      09/10/2025

      Lebih Irit dari Stylo 160? Kenalan Yuk Sama Honda Giorno!

      28/02/2026

      Kopdes Merah Putih di Konawe Selatan Ekspor 50 Ton Arang ke Tiongkok, Raup Rp734 Juta

      27/02/2026

      Toyota Kijang Super 2026 Resmi Comeback!, Legenda Keluarga Kini Lebih Modern dan Ramah Lingkungan

      27/02/2026

      💸 Lawan Pinjol, UMKM Tanah Bumbu Bisa Pinjam Modal Tanpa Bunga, Pemkab yang Bayar

      26/02/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Nyaris Sentuh Rp 16.800

    Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Nyaris Sentuh Rp 16.800

    Tim PublikaTim Publika26/09/2025

    PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Nilai tukar Rupiah kembali terpukul terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan Kamis (25/9/2025). Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS menguat 53 poin atau 0,32% ke level Rp 16.737 per dolar AS mendekati level psikologis Rp 16.800 yang dikhawatirkan pasar.

    Kondisi ini memicu kekhawatiran berbagai pihak, termasuk para pengamat ekonomi dan pelaku pasar, yang menyebut bahwa level Rp 17.000 bukan lagi sekadar spekulasi.

    “Kalau level Rp 16.800 tembus, sangat mungkin dalam bulan Oktober kita melihat dolar di atas Rp 17.000,” ungkap Ibrahim Assuaibi, Pengamat Ekonomi dan Komoditas, dalam keterangannya, Kamis (25/9/2025).

    🌍 Faktor Global: Retorika Trump & Ketegangan Eropa

    Ibrahim menjelaskan bahwa tekanan terhadap Rupiah dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama memanasnya situasi geopolitik di Eropa. Pidato Presiden AS Donald Trump di Sidang Umum PBB baru-baru ini turut memicu kegelisahan pasar.

    Trump secara tegas meminta negara-negara Eropa untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia. Meski belum ada sanksi resmi, retorika ini dianggap meningkatkan risiko geopolitik.

    “Serangan drone Ukraina ke kilang dan terminal ekspor Rusia juga membuat ketegangan meningkat, yang akhirnya mendorong penguatan dolar AS sebagai aset safe haven,” jelas Ibrahim.

    🏛️ Faktor Domestik: Pasar Tak Yakin dengan Kebijakan Pemerintah

    Dari dalam negeri, komentar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dinilai memberikan sinyal negatif ke pasar. Penolakannya terhadap program tax amnesty yang sebelumnya dinilai sukses di era Jokowi membuat investor mempertanyakan arah kebijakan fiskal pemerintah.

    “Pasar kecewa. Tax amnesty dulu jadi stimulus kuat arus modal masuk. Sekarang ditolak karena dinilai ‘kongkalikong’, dan itu berdampak langsung ke kepercayaan investor,” ujar Ibrahim.

    💹 Bank Indonesia (BI) Kewalahan Intervensi?

    Meskipun Bank Indonesia sudah beberapa kali melakukan intervensi di pasar spot dan DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), tekanan dari pasar internasional disebut terlalu kuat.

    “Spekulasi di pasar NDF internasional sangat besar. BI terpaksa terus intervensi, tapi itu menggerus cadangan devisa kita,” kata Ibrahim.

    Pengamat dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menambahkan bahwa pemangkasan suku bunga oleh BI serta pergantian Menkeu ke arah kebijakan yang lebih longgar juga memicu tekanan pada Rupiah.

    “Revisi UU P2SK dan stimulus besar-besaran, termasuk program makan bergizi gratis, memicu kekhawatiran akan inflasi dan defisit anggaran,” katanya.

    Lukman menyebut, anggaran jumbo seperti Rp 500 triliun per tahun untuk program makan bergizi gratis lebih baik dikaji ulang.

    “Kalau dikalkulasikan 4 tahun, itu Rp 2.000 triliun. Bisa jadi dana abadi untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur strategis,” tambahnya.

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    LPKSM Desak BBPOM Libatkan Lembaga Konsumen dalam Pengawasan Obat dan Makanan di Kaltim

    14/03/2026

    NENG NING NUNG NANG

    13/03/2026

    Situasi Politik Memanas: Iran Mundur dari Piala Dunia 2026 di AS!

    12/03/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    LPKSM Desak BBPOM Libatkan Lembaga Konsumen dalam Pengawasan Obat dan Makanan di Kaltim

    14/03/2026

    NENG NING NUNG NANG

    13/03/2026

    Polda Kalsel Berangkatkan 617 Pemudik dalam Program Mudik Gratis Polri Presisi 2026

    13/03/2026

    Polda Kalsel Kerahkan 2.189 Personel Amankan Mudik Lebaran

    12/03/2026
    Berita Pilihan
    Kalimantan Timur

    LPKSM Desak BBPOM Libatkan Lembaga Konsumen dalam Pengawasan Obat dan Makanan di Kaltim

    14/03/2026 Kalimantan Timur

    PUBLIKAINDONESIA.COM, SAMARINDA – Komitmen untuk memperkuat perlindungan konsumen di Kalimantan Timur kembali ditegaskan oleh Lembaga…

    NENG NING NUNG NANG

    13/03/2026

    Polda Kalsel Berangkatkan 617 Pemudik dalam Program Mudik Gratis Polri Presisi 2026

    13/03/2026

    Polda Kalsel Kerahkan 2.189 Personel Amankan Mudik Lebaran

    12/03/2026

    Recent Posts

    • LPKSM Desak BBPOM Libatkan Lembaga Konsumen dalam Pengawasan Obat dan Makanan di Kaltim
    • NENG NING NUNG NANG
    • Polda Kalsel Berangkatkan 617 Pemudik dalam Program Mudik Gratis Polri Presisi 2026
    • Polda Kalsel Kerahkan 2.189 Personel Amankan Mudik Lebaran
    • Warteg Gratis Alfamart 2026 Hadir di 34 Kota, Libatkan 102 UMKM dan Bagikan 60 Ribu Paket Berbuka

    Recent Comments

    1. EarnestHeS mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    2. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    3. RandomNameAgers mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    4. RandomNameAgers mengenai Masyarakat Kabupaten Banjar Masih Inginkan H Saidi Mansyur Untuk Memimpin
    5. ThomasAgers mengenai 135 Pelaku Diamankan, Polda Kalsel Tegas Berantas Premanisme Lewat Operasi Sikat Intan 2025
    Maret 2026
    SSRKJSM
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031 
    « Feb    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.