PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Pemerintah Indonesia dan perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait rencana perpanjangan izin tambang PT Freeport Indonesia melampaui tahun 2041.


Saat ini, Freeport Indonesia mengelola tambang tembaga, perak, dan emas di Papua, termasuk Tambang Grasberg yang dikenal sebagai salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di dunia. Operasional perusahaan tersebut masih berada di bawah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang berlaku hingga 2041.
Ketua Dewan Direksi Freeport-McMoRan, Richard Adkerson, menyebut MoU ini sebagai langkah awal untuk memperpanjang umur tambang dalam jangka panjang.
“Ini adalah perpanjangan umur tambang, dan kami tidak sabar untuk melakukan pengeboran delineasi terhadap tambang bijih tersebut untuk beberapa dekade ke depan,” ujarnya, dikutip dari Reuters.
Namun demikian, MoU ini masih bersifat awal dan menjadi dasar pembahasan lanjutan. Sejumlah aspek strategis akan dibicarakan lebih detail, mulai dari kepastian investasi jangka panjang, keberlanjutan operasi tambang bawah tanah Grasberg, hingga komitmen hilirisasi mineral di dalam negeri.
Berdasarkan perjanjian divestasi 2018, Indonesia saat ini menguasai 51,23 persen saham Freeport Indonesia melalui MIND ID. Sementara sisanya masih dimiliki Freeport-McMoRan.
Komposisi saham ini menjadi landasan penting dalam negosiasi lanjutan, terutama terkait kontribusi ekonomi dan nilai tambah yang dihasilkan untuk Indonesia.
Pengumuman kesepakatan MoU tersebut diungkap Richard Adkerson dalam acara makan malam bersama Presiden RI Prabowo Subianto yang digelar oleh US Chamber of Commerce di Washington, Rabu (18/2).
Kunjungan Presiden Prabowo ke Amerika Serikat dilakukan dalam rangka memperkuat hubungan bilateral kedua negara, termasuk kerja sama ekonomi strategis dan pembahasan upaya memangkas tarif impor ke AS.
Selain itu, Prabowo juga menghadiri undangan pertemuan Board of Peace yang dikirim Presiden AS, Donald Trump.
“Kami menginginkan hubungan terbaik dengan Amerika Serikat di semua bidang politik maupun ekonomi,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Perpanjangan izin tambang Freeport bukan hanya soal eksploitasi sumber daya, tetapi juga berkaitan dengan strategi hilirisasi mineral yang menjadi prioritas pemerintah. Indonesia mendorong agar pengolahan dan pemurnian dilakukan di dalam negeri guna meningkatkan nilai tambah dan membuka lapangan kerja.
Dengan MoU ini, masa depan operasi tambang Grasberg memasuki babak baru. Meski belum final, sinyal perpanjangan izin menunjukkan bahwa kerja sama Indonesia–Freeport masih akan berlanjut dalam jangka panjang.
#Freeport #TambangGrasberg #PrabowoSubianto #EkonomiIndonesia #Hilirisasi #Investasi #Papua #HubunganIndonesiaAS

